Kompas.com - 05/04/2021, 18:21 WIB
Ilustrasi pencabulan SHUTTERSTOCKIlustrasi pencabulan

TANGSEL, KOMPAS.com - BGW (38), seorang ayah yang diduga telah mencabuli anak tirinya, sempat menjadi bulan-bulanan massa yang umumnya anggota keluara korban. Itu terjadi saat BGW diamankan di rumahnya di Kampung Sawah, Ciputat, Tangerang Selatan, Minggu (4/4/2021) malam.

"Iya sempat dikroyok karena banyak orang di lokasi, bukan massa sih tapi banyak keluara korban," kata Ketua RT setempat, Ahmad Sofyan, di lokasi, Senin (5/4/2021).

Sofyan yang saat itu mendapat laporan mengenai kericuhan proses penangkapan BGW langsung menuju ke lokasi dari tempat usahanya. Sesampainya di lokasi, dia bersama ketua RW setempat mencoba melerai massa agar kericuhan tidak berlanjut.

Baca juga: Aksi Ayah Perkosa Anak Tiri di Ciputat Terbongkar Setelah Korban Mengadu ke Bibinya

"Sempat saya lerai, kalau tidak bisa makin parah. Sekitar jam 11 malam, akhirnya dibawa ke Polres Tangsel," kata Sofyan.

Sofyan menegaskan, BGW merupakan ayah tiri korban. Dia sudah tinggal bersama dengan korban dan tiga orang lain sekitar empat tahun lalu.

"Total tinggal lima orang. Dia (BGW), istrinya, dan tiga anaknya, termasuk korban," kata Sofyan.

BGW dikenal sebagai sosok pendiam dan jarang bersosialisasi dengan warga setempat.

"Tidak tahu kalau dalam (rumah tangga) bagaimana. Secara bertetangga sih saya anggap sih baik," kata Sofyan.

Sebelumnya, video yang memperlihatkan penangkapan seorang ayah yang disebut telah memperkosa anak tiri viral di media sosial. Video tersebut diunggah salah satu akun Instagram @kabarbintaro. Dalam keterangan video dituliskan keributan itu terjadi di Kampung Sawah, Ciputat, Tangerang Selatan, Minggu kemarin.

Kapolsek Ciputat Timur, Kompol Jun Nurhaidah Tampubolon memebenarkan adanya aksi penangkapan BGW terkait kasus dugaan pencabulan itu. Sampai saat ini polisi masih memeriksa pelaku.

"Kejadiannya (dugaan pencabulan) dari bulan Desember 2020. Untuk berapa kali pencabulannya masih didalami, karena saat ini pelaku sedang diperiksa," kata Jun.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Ribuan Pemudik Terobos Pos Penyekatan Kedungwaringin, Polisi: Masyarakat Belum Sadar Pentingnya Larangan Mudik

Ribuan Pemudik Terobos Pos Penyekatan Kedungwaringin, Polisi: Masyarakat Belum Sadar Pentingnya Larangan Mudik

Megapolitan
Satpol PP Tertibkan Pedagang di Trotoar Dekat Stasiun Tanah Abang

Satpol PP Tertibkan Pedagang di Trotoar Dekat Stasiun Tanah Abang

Megapolitan
Beragam Aksi Debt Collector yang Tak Jera Rampas Kendaraan Debitur, Ada Aturan Penarikan Objek Kredit Macet

Beragam Aksi Debt Collector yang Tak Jera Rampas Kendaraan Debitur, Ada Aturan Penarikan Objek Kredit Macet

Megapolitan
Libur Lebaran, Ancol Buka dengan Kapasitas 30 Persen

Libur Lebaran, Ancol Buka dengan Kapasitas 30 Persen

Megapolitan
Rizieq Shihab Masih Ingin Hadirkan Saksi Meringankan, Sidang Tuntutan Diundur

Rizieq Shihab Masih Ingin Hadirkan Saksi Meringankan, Sidang Tuntutan Diundur

Megapolitan
986 Kendaraan Harus Balik Arah dari Pos Penyekatan Cikarang Barat, Minggu Kemarin

986 Kendaraan Harus Balik Arah dari Pos Penyekatan Cikarang Barat, Minggu Kemarin

Megapolitan
Tak Ada Izin, Bazar di Cimanggis Depok Dibubarkan Polisi

Tak Ada Izin, Bazar di Cimanggis Depok Dibubarkan Polisi

Megapolitan
Marahi Anak Buahnya, Anies: Malu Sesungguhnya Kita! Ada Instruksi Tidak Dilaksanakan

Marahi Anak Buahnya, Anies: Malu Sesungguhnya Kita! Ada Instruksi Tidak Dilaksanakan

Megapolitan
Pertanyakan Satu Pasal dalam Dakwaan Rizieq Shihab, Ahli: Tidak Membicarakan Soal Kerumunan

Pertanyakan Satu Pasal dalam Dakwaan Rizieq Shihab, Ahli: Tidak Membicarakan Soal Kerumunan

Megapolitan
Pangdam Jaya Ceritakan Kronologi Debt Collector Coba Rampas Mobil yang Dibawa Babinsa

Pangdam Jaya Ceritakan Kronologi Debt Collector Coba Rampas Mobil yang Dibawa Babinsa

Megapolitan
Kisah Cinta Pangeran Kesultanan Banten di Balik Berdirinya Masjid Raya Al-Ikhlas Cilenggang

Kisah Cinta Pangeran Kesultanan Banten di Balik Berdirinya Masjid Raya Al-Ikhlas Cilenggang

Megapolitan
Debt Collector Rampas Kendaraan, Pangdam Jaya: Premanisme Kita Akan Tumpas!

Debt Collector Rampas Kendaraan, Pangdam Jaya: Premanisme Kita Akan Tumpas!

Megapolitan
TMII Batasi Pengunjung Maksimal 18.000 Orang Saat Libur Lebaran

TMII Batasi Pengunjung Maksimal 18.000 Orang Saat Libur Lebaran

Megapolitan
Video dan Foto Ribuan Pemudik Jebol Pos Penjagaan Bekasi-Karawang, Petugas Kewalahan

Video dan Foto Ribuan Pemudik Jebol Pos Penjagaan Bekasi-Karawang, Petugas Kewalahan

Megapolitan
Cegah Kerumunan Jelang Lebaran, Satpol PP Jakbar Ketatkan Pengawasan di Tiga Titik Ini

Cegah Kerumunan Jelang Lebaran, Satpol PP Jakbar Ketatkan Pengawasan di Tiga Titik Ini

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X