Irene Sukandar: Olahraga Catur Bisa Jadi Karier Menjanjikan untuk Perempuan

Kompas.com - 21/04/2021, 16:00 WIB
Irene Kharisma Sukandar, pecatur wanita Indonesia yang memiliki gelar Women Grandmaster (WGM) dari Federasi Catur Dunia (FIDE), difoto di Sekolah Catur Utut Adianto di Bekasi, Jawa Barat, Minggu (18/4/2021). KOMPAS.com/GARRY LOTULUNGIrene Kharisma Sukandar, pecatur wanita Indonesia yang memiliki gelar Women Grandmaster (WGM) dari Federasi Catur Dunia (FIDE), difoto di Sekolah Catur Utut Adianto di Bekasi, Jawa Barat, Minggu (18/4/2021).

JAKARTA, KOMPAS.com - Pecatur Putri Indonesia, Irene Kharisma Iskandar memberikan motivasi kepada para perempuan untuk tidak takut berkarier di dunia olahraga catur seperti dirinya.

Irene adalah pecatur Indonesia pertama yang menyandang gelar Grand Master Nasional Wanita Indonesia.

Dalam telewicara dengan Kompas.com, Selasa (20/4/2021), Iren berharap prestasinya di dunia catur bisa memberikan inspirasi kepada banyak perempuan.

"Iya ini membuka jalan bagi para pecatur putri untuk berpikir bahwa mereka bisa. Sebelum mereka benar-benar mencoba masuk ke dunia catur, mereka harus punya pola pikir yang positif dalam hal ini," kata Iren

"Terutama untuk putri bahwa mereka juga bisa untuk menjadi Grand Master," lanjutnya.

Baca juga: Perjalanan Irene Sukandar Menjadi Grand Master Indonesia, Bermula dari Ambisi Kalahkan Sang Kakak

Irene menuturkan, dunia catur bisa menjadi karier yang menjanjikan bagi banyak perempuan, tentunya dengan ketekunan dan proses pembelajaran yang benar.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Dari hal finansial juga bahwa catur ini mungkin tidak seperti olahraga entertaining lainnya, seperti sepak bola atau bulu tangkis, tetapi catur ini juga menjanjikan untuk finansial," ucap Irene.

"Dan kita bisa cukup sejahtera kalau kita memang berkarier di arah profesional yang benar," tambahnya.

Adapun Irene diketahui telah menggeluti dunia catur sejak usia 7 tahun.

Saat itu, sang ayah yang merupakan seorang atlet mengenalkan banyak jenis olahraga kepada Irene dan kakak laki-lakinya Kaisar Jenius Hakiki. Salah satunya olahraga catur.

Setelah menemukan bakatnya, Irene terus mengikuti turnamen-turnamen dan olimpiade catur.

Baca juga: Cerita Irene Sukandar Tanding Catur dari Pasar ke Pasar untuk Latih Mental

Wanita berusia 29 tahun ini memenangkan Kejuaraan Catur Wanita Indonesia empat kali berturut-turut pada 2006 hingga 2010.

Menurut Irene, pada saat itu belum banyak perempuan yang berkarier di olahraga catur.

Kondisi tersebut membuat Irene semakin unjuk gigi di dunia catur Indonesia.

"Karena memang dunia catur di Indonesia untuk perempuan kan agak kurang bisa, karena dari segi kuantitas dan sangat minim sekali di Indonesia," ucap Irene.

Setelah menyabet gelar Grand Master Nasional Wanita Indonesia pada 2008 silam, Irene menilai banyak pecatur putri yang mulai berprestasi.

Baca juga: WGM Irene Sukandar, Pecatur Putri yang Tak Lupakan Pendidikan

"Untuk dunia catur perempuan sendiri kita lebih berprestasi belakangan ini. Jadi puji Tuhan setelah saya mendapatkan gelar Grand Master Wanita di tahun 2008, saya melihat banyaknya kuantitas dari pecatur Junior Putri," ucap Irene.

"Jadi saya juga bersyukur saya bisa jadi pionir untuk membuka itu semua, karena sebelumnya di mana waktu saya coba untuk berprestasi sendiri pun kebanyakan saya bermain di kelompok Putra," tambahnya.

Irene berharap ke depan banyak perempuan yang tidak takut menekuni karier di bidang olahraga catur.



Video Rekomendasi

Rekomendasi untuk anda
25th

Ada hadiah uang elektronik senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Vaksinasi Massal Covid-19 di JCC 24-26 Juli, Simak Cara Daftarnya

Vaksinasi Massal Covid-19 di JCC 24-26 Juli, Simak Cara Daftarnya

Megapolitan
Ada Seruan Aksi 'Jokowi End Game', Tak Ada Penyekatan Tambahan di Jakarta

Ada Seruan Aksi "Jokowi End Game", Tak Ada Penyekatan Tambahan di Jakarta

Megapolitan
Pemalakan Sopir Truk Kembali Muncul, Sebulan Setelah Instruksi Jokowi Berantas Pungli

Pemalakan Sopir Truk Kembali Muncul, Sebulan Setelah Instruksi Jokowi Berantas Pungli

Megapolitan
Saat Jokowi Kesulitan Cari Obat Covid-19 di Kota Bogor...

Saat Jokowi Kesulitan Cari Obat Covid-19 di Kota Bogor...

Megapolitan
Sulit Dapat Akses, WNA Pertanyakan Kesetaraan Memperoleh Vaksin di Jakarta

Sulit Dapat Akses, WNA Pertanyakan Kesetaraan Memperoleh Vaksin di Jakarta

Megapolitan
Daftar Lokasi Vaksinasi Covid-19 untuk Anak 12-17 Tahun di Depok Periode Juli

Daftar Lokasi Vaksinasi Covid-19 untuk Anak 12-17 Tahun di Depok Periode Juli

Megapolitan
Warga Kesulitan Cari Oksigen, Yayasan RHC Suplai 100 Tabung Gratis

Warga Kesulitan Cari Oksigen, Yayasan RHC Suplai 100 Tabung Gratis

Megapolitan
Heboh soal Pesawat Terbang Rendah Bolak-balik di Langit Tangerang, Ini Penjelasan Airnav

Heboh soal Pesawat Terbang Rendah Bolak-balik di Langit Tangerang, Ini Penjelasan Airnav

Megapolitan
Curhat WNA Kesulitan Dapatkan Vaksin Covid-19 di Jakarta

Curhat WNA Kesulitan Dapatkan Vaksin Covid-19 di Jakarta

Megapolitan
Kasus Korupsi Dana BOS SMKN 53 Jakarta, Pihak Swasta Bantu Buat SPJ Fiktif

Kasus Korupsi Dana BOS SMKN 53 Jakarta, Pihak Swasta Bantu Buat SPJ Fiktif

Megapolitan
Perlihatkan Pistol Saat Sedang Cekcok, Seorang Pria Dilaporkan ke Polisi

Perlihatkan Pistol Saat Sedang Cekcok, Seorang Pria Dilaporkan ke Polisi

Megapolitan
Lokasi dan Kuota Vaksinasi Covid-19 di Wilayah DKI Jakarta 19-30 Juli 2021

Lokasi dan Kuota Vaksinasi Covid-19 di Wilayah DKI Jakarta 19-30 Juli 2021

Megapolitan
Berikut Daftar Lokasi Vaksinasi Covid-19 untuk KTP Non-DKI Jakarta Periode Juli 2021

Berikut Daftar Lokasi Vaksinasi Covid-19 untuk KTP Non-DKI Jakarta Periode Juli 2021

Megapolitan
11.532 Anak Usia 0-18 Tahun di Jakarta Berstatus Pasien Aktif Covid-19

11.532 Anak Usia 0-18 Tahun di Jakarta Berstatus Pasien Aktif Covid-19

Megapolitan
UPDATE 23 Juli: Tambah 636 Kasus di Kota Tangerang, 6.543 Pasien Covid-19 Masih Dirawat

UPDATE 23 Juli: Tambah 636 Kasus di Kota Tangerang, 6.543 Pasien Covid-19 Masih Dirawat

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X