Pesan Ratu Tisha di Hari Kartini: Perempuan Harus Punya Kemauan Kuat demi Bersaing di Sektor Apa Pun

Kompas.com - 22/04/2021, 05:10 WIB
Mantan Sekretaris Jenderal PSSI dan lulusan FIFA Master, Ratu Tisha, saat tampil di KASKUSTV pada Sabtu (17/4/2021) malam WIB. KASKUSMantan Sekretaris Jenderal PSSI dan lulusan FIFA Master, Ratu Tisha, saat tampil di KASKUSTV pada Sabtu (17/4/2021) malam WIB.

JAKARTA, KOMPAS.com - Raden Ajeng Kartini adalah pahlawan nasional, seorang tokoh emansipasi perempuan.

Kartini dianggap sebagai simbol perjuangan perempuan untuk mendapatkan hak mengenyam pendidikan yang layak.

Baca juga: Kisah Ratu Tisha, Masuk di Pusaran Sepak Bola Tanah Air hingga Dobrak Tradisi

Pada masanya, sikap Kartini itu mendobrak tradisi di mana hanya laki-lakilah yang diperbolehkan belajar setinggi mungkin.

Bicara mendobrak tradisi, di era saat ini, Ratu Tisha Destria adalah salah satu perempuan muda yang melakukannya.

Sampai usia saat ini, yakni 35 tahun, Tisha tak berhenti menapaki karier yang tampaknya sulit dicapai bagi perempuan.

Sejak 2020, Tisha menjabat sebagai Komisaris Independen di PT Electronic City Indonesia, Tbk.

Saat berkecimpung di pusaran sepak bola Tanah Air, Tisha pernah menjabat sebagai Direktur Kompetisi dan Regulasi di Turnamen Torabika Soccer Championship (TSC) pada 2016 dan Sekretaris Jenderal (Sekjen) Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) pada 2017-2020.

Lulusan program FIFA Master (badan sepak bola dunia) itu juga masih dipercaya sebagai Wakil Presiden AFF (federasi sepak bola ASEAN) periode 2019-2023.

Baca juga: Pengakuan Rizieq Shihab dan RS Ummi Bogor yang Tutupi Hasil Swab Positif Covid-19

Terlepas dari segala pencapaian tersebut, Tisha merasa masih perlu berkontribusi banyak di masyarakat seperti yang Kartini pernah lakukan.

"Saya pasti masih jauh dari seperti Ibu Kartini. Hal-hal yang sudah saya bagikan (ke masyarakat) masih jauh dibandingkan apa yang sudah Ibu Kartini lakukan," kata Tisha kepada Kompas.com, Rabu (21/4/2021).

Menurut Tisha, apa yang dicapainya sejauh ini adalah bukti bahwa dirinya punya kemauan besar untuk selalu belajar dan berkontribusi di masyarakat.

"Saya cuma memiliki keinginan dan kemauan yang besar untuk bisa terus berkontribusi pada perkembangan di masyarakat pada umumnya," ucap Tisha.

"Makanya, sekarang saya masih terus belajar lagi di mana pun saya berada. Kalau bisa saya rangkum, dimulai dari sepak bola, tapi kontribusi ke masyarakat pada akhirnya," terangnya.

Baca juga: Kasus KDRT di Serpong, Polisi Diminta Perhatikan Nasib Bayi yang Tak Boleh Bertemu Ibunya

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Polisi Tangkap Anak Pedangdut Rita Sugiarto Diduga Terkait Narkoba

Polisi Tangkap Anak Pedangdut Rita Sugiarto Diduga Terkait Narkoba

Megapolitan
UPDATE: Tambah 16 Kasus di Kota Tangerang, 195 Pasien Covid-19 Masih Dirawat

UPDATE: Tambah 16 Kasus di Kota Tangerang, 195 Pasien Covid-19 Masih Dirawat

Megapolitan
Jakarta Bersiap Hadapi Lonjakan Kasus dari Klaster Mudik Lebaran

Jakarta Bersiap Hadapi Lonjakan Kasus dari Klaster Mudik Lebaran

Megapolitan
Sepanjang 2021, Anies dan Riza Patria Sudah 4 Kali Beda Pandangan

Sepanjang 2021, Anies dan Riza Patria Sudah 4 Kali Beda Pandangan

Megapolitan
[POPULER JABODETABEK] Fakta dan Kronologi Maling Sadis di Bekasi | Syarat Perjalanan Keluar-Masuk Jakarta 18-24 Mei 2021

[POPULER JABODETABEK] Fakta dan Kronologi Maling Sadis di Bekasi | Syarat Perjalanan Keluar-Masuk Jakarta 18-24 Mei 2021

Megapolitan
Anies: Pemprov DKI Tidak Pernah Melarang Warga Masuk Jakarta

Anies: Pemprov DKI Tidak Pernah Melarang Warga Masuk Jakarta

Megapolitan
UPDATE: Tambah 11 Kasus di Kabupaten Bekasi, 214 Pasien Covid-19 Masih Dirawat

UPDATE: Tambah 11 Kasus di Kabupaten Bekasi, 214 Pasien Covid-19 Masih Dirawat

Megapolitan
UPDATE: Tambah 81 Kasus di Depok, 1.011 Pasien Covid-19 Masih Dirawat

UPDATE: Tambah 81 Kasus di Depok, 1.011 Pasien Covid-19 Masih Dirawat

Megapolitan
Anies Kembali Perpanjang PPKM hingga 31 Mei

Anies Kembali Perpanjang PPKM hingga 31 Mei

Megapolitan
Ada 9.291 Pergerakan Penumpang di Soekarno-Hatta pada Hari Terakhir Larangan Mudik

Ada 9.291 Pergerakan Penumpang di Soekarno-Hatta pada Hari Terakhir Larangan Mudik

Megapolitan
Berstatus Mantan Narapidana, Tuntutan Hukuman Rizieq Shihab dalam Kasus Kerumunan Diperberat

Berstatus Mantan Narapidana, Tuntutan Hukuman Rizieq Shihab dalam Kasus Kerumunan Diperberat

Megapolitan
Fakta Pelaku Pencurian dan Pemerkosaan Anak di Bekasi: Positif Narkoba, Ada Residivis, Aktor Utama Buron

Fakta Pelaku Pencurian dan Pemerkosaan Anak di Bekasi: Positif Narkoba, Ada Residivis, Aktor Utama Buron

Megapolitan
Banjir Sempat Melanda Kampung Baru, Warga: Sudah Biasa

Banjir Sempat Melanda Kampung Baru, Warga: Sudah Biasa

Megapolitan
Warga Cimahpar Bogor Pasang Spanduk Tolak Pemudik yang Kembali Tanpa Surat Bebas Covid-19

Warga Cimahpar Bogor Pasang Spanduk Tolak Pemudik yang Kembali Tanpa Surat Bebas Covid-19

Megapolitan
5 Terdakwa Kasus Kerumunan Petamburan Dituntut Penjara Selama 1 Tahun 6 Bulan

5 Terdakwa Kasus Kerumunan Petamburan Dituntut Penjara Selama 1 Tahun 6 Bulan

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X