Kesabaran Siti Hajar di Balik Ratusan Ribu Angka Kasus Covid-19 Jakarta

Kompas.com - 23/04/2021, 11:56 WIB
Siti Hajar Ahli Teknologi Laboratorium Medik, Laboratorium Kesehatan Daerah (Labkesda) DKI Jakarta. Dok Pemprov DKI JakartaSiti Hajar Ahli Teknologi Laboratorium Medik, Laboratorium Kesehatan Daerah (Labkesda) DKI Jakarta.

Semakin hari angka Covid-19 semakin naik

Siti mengatakan, Labkesda sendiri bukan kali pertama mengoperasikan alat pembaca PCR. Pada wabah flu burung 2008 lalu, Litbangkes pernah mengoperasikan PCR untuk menguji sampel orang-orang yang terpapar virus yang dikenal sebagai nama H5N1

Sebagai seorang yang sudah belasan tahun bergelut di Labkesda DKI Jakarta, Siti mengatakan bahwa pandemi Covid-19 merupakan wabah yang paling menyeramkan yang pernah dia tangani.

Pada saat wabah flu burung, wabah itu tidak memakan waktu banyak untuk menghilang dengan sendirinya.

Pandemi Covid-19 berbeda, sudah setahun sejak dia memeriksa sampel pertamanya, pandemi Covid-19 masih terus bertambah.

"Pemeriksaan makin nambah, setiap hari semakin bertambah banyak," kata dia.

Hingga Labkesda akhirnya memerlukan banyak relawan untuk membantu jalannya pemeriksaan PCR dari ribuan sampel yang dikirimkan setiap hari dari Dinas Kesehatan DKI Jakarta.

Baca juga: Kisah Ratu Tisha, Masuk di Pusaran Sepak Bola Tanah Air hingga Dobrak Tradisi

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Di tengah-tengah menunggu hasil pembacaan PCR oleh mesin, Siti seringkali merenung bersama rekan-rekan kerjanya. Kapan pandemi ini berakhir?

Angka-angka di dalam monitor terus bertambah, sedangkan di balik kaca jendela tempat dia bekerja masih ada banyak masyarakat yang enggan menggunakan masker dan menjalankan protokol kesehatan.

"Kita waktu memeriksa di lab, seringkali berpikir ya Allah kenapa ini orang nggak mau dengar, kok orang-orang masih aja tetap bergerombol, ke mana-mana masih bikin acara, kumpul-kumpul di mana-mana. Suka sedih begitu aja ya Allah ini orang kok nggak sayang sama nyawa sendiri, apa mereka nggak berpikir makin bertambah begini, padahal kita sudah lelah," kata Siti.

Masih banyak yang tak percaya Covid-19

Keluh kesah Siti bersama rekan kerjanya di Laboratorium tak hanya dirasakan saat dia memeriksa sampel Covid-19. Dia juga merasakan tingkat kepercayaan masyarakat sangat rendah terhadap pandemi ini dari orang-orang di sekitar.

Misalnya saja saat Siti melakukan pengajian rutin terbatas di tempat tinggalnya di Komplek Halim Perdanakusuma Jakarta Timur.

Dia mengatakan, masih banyak orang di sekitar rumahnya yang enggan menerapkan protokol kesehatan secara disiplin. Meskipun Siti sebagai seorang yang bergelut dengan sampel Covid-19 seringkali mengingatkan.

"Kalau soal masyarakat masih banyak membandel pun, sampai saat ini masyarakat masih banyak," kata dia.

Baca juga: Soal Orang yang Menolak Vaksin karena Tak Percaya Covid-19, MUI: Ini Penyakit, Kita Wajib Berobat

Dia pernah menyempatkan diri untuk pulang ke tanah kelahirannya di Aceh dan tetap mematuhi protokol kesehatan menggunakan masker.

Halaman:


Video Rekomendasi

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Anies Disuntik Vaksin Covid-19 AstraZeneca Dosis Kedua

Anies Disuntik Vaksin Covid-19 AstraZeneca Dosis Kedua

Megapolitan
3.362 Orang Kunjungi TMII, Taman Burung Paling Diminati

3.362 Orang Kunjungi TMII, Taman Burung Paling Diminati

Megapolitan
Kasus Aktif Covid-19 Jakarta Turun, Positivity Rate Sepekan Terakhir 1,3 Persen

Kasus Aktif Covid-19 Jakarta Turun, Positivity Rate Sepekan Terakhir 1,3 Persen

Megapolitan
Soal Penetapan Tersangka Korupsi Damkar Depok, Kejari Masih Lengkapi Alat Bukti

Soal Penetapan Tersangka Korupsi Damkar Depok, Kejari Masih Lengkapi Alat Bukti

Megapolitan
Viral Video Polisi Diduga Aniaya Pengendara Mobil, Kakorlantas: Pengendara dan Petugas Diperiksa

Viral Video Polisi Diduga Aniaya Pengendara Mobil, Kakorlantas: Pengendara dan Petugas Diperiksa

Megapolitan
Anies Pecat PNS DKI yang Korupsi Sumbangan Anak Yatim

Anies Pecat PNS DKI yang Korupsi Sumbangan Anak Yatim

Megapolitan
UPDATE 18 September: Kasus Covid-19 di Tangsel Bertambah 19

UPDATE 18 September: Kasus Covid-19 di Tangsel Bertambah 19

Megapolitan
UPDATE 18 September: Kasus Covid-19 di Kota Tangerang Bertambah 19

UPDATE 18 September: Kasus Covid-19 di Kota Tangerang Bertambah 19

Megapolitan
Hari Kedua Ganjil Genap di TMII, Masih Ada Kendaraan yang Diputar Balik

Hari Kedua Ganjil Genap di TMII, Masih Ada Kendaraan yang Diputar Balik

Megapolitan
Soal Penyebab Kecelakaan 'Adu Banteng' di Pinang, Polisi Masih Selidiki

Soal Penyebab Kecelakaan "Adu Banteng" di Pinang, Polisi Masih Selidiki

Megapolitan
Anies: Mari Kurangi Jejak Emisi Karbon dari Diri Kita Sendiri

Anies: Mari Kurangi Jejak Emisi Karbon dari Diri Kita Sendiri

Megapolitan
Motor 'Adu Banteng', Saksi Sebut Salah Satu Pengendara Menyalip di Tikungan

Motor "Adu Banteng", Saksi Sebut Salah Satu Pengendara Menyalip di Tikungan

Megapolitan
Terus Berkurang, Pasien Covid-19 di RS Wisma Atlet Sudah di Bawah 500 Orang

Terus Berkurang, Pasien Covid-19 di RS Wisma Atlet Sudah di Bawah 500 Orang

Megapolitan
Pemprov DKI Siapkan Sanksi bagi Toko yang Pajang Reklame Rokok

Pemprov DKI Siapkan Sanksi bagi Toko yang Pajang Reklame Rokok

Megapolitan
Polisi: Pria yang Coba Kabur dari Polda Metro Jaya Belum Berstatus Tersangka

Polisi: Pria yang Coba Kabur dari Polda Metro Jaya Belum Berstatus Tersangka

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.