Kepatuhan Protokol Kesehatan Jakarta di Tempat Wisata Terendah, Wagub DKI: Kami Sudah Berusaha Maksimal

Kompas.com - 18/05/2021, 18:59 WIB
Wakil Gubernur DKI  Jakarta Ahmad Riza Patria saat mengunjungi lokasi kebakaran di Kelurahan Keagungan, Taman Sari, Jakarta Barat. KOMPAS.com/WAHYU ADITYO PRODJOWakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria saat mengunjungi lokasi kebakaran di Kelurahan Keagungan, Taman Sari, Jakarta Barat.
|

JAKARTA, KOMPAS.com - Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria mengatakan Pemprov DKI Jakarta sudah berusaha maksimal untuk tetap menjaga protokol kesehatan di tempat wisata.

"Jadi sesungguhnya kita sudah berusaha semaksimal mungkin (untuk memberikan kepatuhan protokol kesehatan)," kata Riza dalam keterangan suara, Selasa (18/5/2021).

Riza mengatakan, Pemprov DKI sudah melakukan kampanye dan sosialisasi agar warga yang datang ke tempat wisata tetap menerapkan protokol kesehatan.

Tidak hanya itu, Riza mengatakan Pemprov DKI juga membuat regulasi yang memungkinkan tempat wisata hanya diisi 50 persen dari kapasitas penuh.

"Kita turunkan sampai 30 persen dan pendaftarannya juga tidak fisik langsung, malah secara online dan dibatasi lagi oleh (hanya untuk) warga Jakarta," ucap Riza.

Pemprov DKI juga menempatkan aparat dan menerapkan berbagai protokol kesehatan untuk menjaga protokol kesehatan tetap dijalankan warga di tempat wisata.

Dia bahkan menyebut secara keseluruhan penerapan protokol berjalan cukup baik dan menyebut hal itu tetap berjalan.

Baca juga: DKI Jadi Provinsi dengan Kepatuhan Protokol Kesehatan Terendah di Tempat Wisata

"Hasil pengecekan pemantauan cukup baik, protokol kesehatan di Jakarta cukup baik bahkan tidak sampai (terisi) 30 persen," kata dia.

Namun pernyataan Riza berbanding terbalik dengan Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Wiku Adisasmito yang menyebut DKI Jakarta menjadi provinsi dengan masyarakat yang paling rendah dalam menerapkan protokol kesehatan di tempat wisata.

"DKI Jakarta jadi provinsi dengan kepatuhan protokol kesehatan di tempat wisata yang paling rendah, yaitu hanya sebesar 27 persen orang yang patuh untuk menjaga jarak di tempat wisata," kata Wiku, Selasa.

DKI berada di bawah Bangka Belitung, Riau, dan Sumatera Selatan yang juga mencatat persentase kepatuhan rendah.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Pengemudi Mobil Jadi Korban Pelemparan Batu di Kebayoran Lama

Pengemudi Mobil Jadi Korban Pelemparan Batu di Kebayoran Lama

Megapolitan
Sakit Hati Dipecat, Pelaku Rampok Alfamart di Senen sambil Curhat ke Korban yang Disandera

Sakit Hati Dipecat, Pelaku Rampok Alfamart di Senen sambil Curhat ke Korban yang Disandera

Megapolitan
Anak Disabilitas Dicabuli Tetangga hingga Trauma Tiap Dengar Ketukan Pintu

Anak Disabilitas Dicabuli Tetangga hingga Trauma Tiap Dengar Ketukan Pintu

Megapolitan
Dugaan Pembunuhan di Bekasi, Jasad Pria dengan Luka Sayatan Ditemukan Dalam Bangunan Kosong

Dugaan Pembunuhan di Bekasi, Jasad Pria dengan Luka Sayatan Ditemukan Dalam Bangunan Kosong

Megapolitan
Boleh Lepas Masker di Tempat Terbuka, Kekhawatiran Euforia dan Longgar Kewaspadaan

Boleh Lepas Masker di Tempat Terbuka, Kekhawatiran Euforia dan Longgar Kewaspadaan

Megapolitan
Kasus Kekerasan terhadap Anak di Serpong, Korban Dipukuli dan Dianiaya

Kasus Kekerasan terhadap Anak di Serpong, Korban Dipukuli dan Dianiaya

Megapolitan
Warga Bekasi Telanjur Nyaman Pakai Masker, Plt Wali Kota: Karena Udaranya Agak Kotor

Warga Bekasi Telanjur Nyaman Pakai Masker, Plt Wali Kota: Karena Udaranya Agak Kotor

Megapolitan
Permukiman Tergenang hingga Pohon Tumbang Saat Hujan Deras Disertai Angin Kencang di Tangerang

Permukiman Tergenang hingga Pohon Tumbang Saat Hujan Deras Disertai Angin Kencang di Tangerang

Megapolitan
Jenazah Pria Diduga ODGJ Ditemukan di Muaragembong Bekasi

Jenazah Pria Diduga ODGJ Ditemukan di Muaragembong Bekasi

Megapolitan
Kasus Kekerasan Anak di Serpong, Orangtua Sebut Pelaku Rekam Video Pakai Ponsel Korban

Kasus Kekerasan Anak di Serpong, Orangtua Sebut Pelaku Rekam Video Pakai Ponsel Korban

Megapolitan
Update 18 Mei: Tambah 12 Kasus Covid-19 di Kota Tangerang, 60 Pasien Masih Dirawat

Update 18 Mei: Tambah 12 Kasus Covid-19 di Kota Tangerang, 60 Pasien Masih Dirawat

Megapolitan
Update 18 Mei: Bertambah 17, Total Kasus Covid-19 di Tangsel Kini 84.232

Update 18 Mei: Bertambah 17, Total Kasus Covid-19 di Tangsel Kini 84.232

Megapolitan
Kisah Tragis Eno Farihah Diperkosa dan Dibunuh dengan Pacul, Salah Satu Pelakunya Masih Remaja (1)

Kisah Tragis Eno Farihah Diperkosa dan Dibunuh dengan Pacul, Salah Satu Pelakunya Masih Remaja (1)

Megapolitan
Peringatan Dini BMKG: Potensi Hujan Disertai Angin Kencang di Jaksel, Jaktim, dan Bodebek

Peringatan Dini BMKG: Potensi Hujan Disertai Angin Kencang di Jaksel, Jaktim, dan Bodebek

Megapolitan
Pemkot Tangsel Gencarkan Sosialisasi Pencegahan Hepatitis Akut

Pemkot Tangsel Gencarkan Sosialisasi Pencegahan Hepatitis Akut

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.