Kompas.com - 24/06/2021, 18:45 WIB
Wali Kota Tangerang Selatan Benyamin Davnie (kanan), bersama Wakil Wali Kota Tangerang Selatan Pilar Saga Ichsan (kiri) saat ditemui di Gedung DPRD Tangerang Selatan, Senin (21/6/2021). KOMPAS.com/ Tria SutrisnaWali Kota Tangerang Selatan Benyamin Davnie (kanan), bersama Wakil Wali Kota Tangerang Selatan Pilar Saga Ichsan (kiri) saat ditemui di Gedung DPRD Tangerang Selatan, Senin (21/6/2021).
|

TANGERANG SELATAN, KOMPAS.com - Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Kemendikbudristek) diusulkan memberi tambahan insentif bagi guru yang menjalani vaksinasi Covid-19.

Usulan tersebut disampaikan oleh Wali Kota Tangerang Selatan Benyamin Davnie melalui Direktur SD Kemendikbudristek Sri Wahyuningsih, sebagai upaya untuk memotivasi guru agar segera menjalani vaksinasi Covid-19.

"Kalau boleh usul, kalau guru yang sudah divaksin itu bisa dijadikan nilai akreditasi mereka saja," ujar Benyamin dalam diskusi daring KPCPEN bertajuk 'Apa Kabar Pembelajaran Tatap Muka?', Kamis (24/6/2021).

Baca juga: Kasus Covid-19 Melonjak, Pembelajaran Tatap Muka di Tangsel pada Juli Ditunda

Nantinya, kata Benyamin, penilaian tersebut dikaitkan dengan insentif yang akan didapatkan oleh para guru setelah disuntik vaksin Covid-19.

Benyamin berharap langkah tersebut bisa mempercepat proses vaksinasi Covid-19 bagi para tenaga pengajar yang sampai saat ini belum rampung.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Supaya ada motivasi bagi mereka bahwa ini akan memberikan nilai tertentu dan ini dikaitkan dengan biaya atau insentif yang akan mereka terima," kata Benyamin.

Baca juga: Dinkes Tangsel: Puskesmas Layani Vaksinasi Warga Usia 18 Tahun ke Atas Setelah 29 Juni

Meski begitu, Benyamin mengeklaim bahwa vaksinasi guru dan tenaga kependidikan di wilayah Tangerang Selatan berjalan lancar tanpa adanya penolakan.

Saat ini, Pemerintah Kota Tangerang Selatan pun tengah berupaya menyelesaikan vaksinasi tersebut dengan menyelenggarakannya di setiap puskesmas.

"Sekarang ini setiap hari kami lakukan di puskesmas. Mereka (guru) bisa mendatangi kapan saja, jam berapa saja kalau guru yang belum divaksin," pungkas Benyamin.

Kompas.com Berita Vaksinasi

Kita bisa akhiri pandemi Covid-19 jika kita bersatu melawannya. Sejarah membuktikan, vaksin beberapa kali telah menyelamatkan dunia dari pandemi.

Vaksin adalah salah satu temuan berharga dunia sains. Jangan ragu dan jangan takut ikut vaksinasi. Cek update vaksinasi.

Mari bantu tenaga kesehatan dan sesama kita yang terkena Covid-19. Klik di sini untuk donasi via Kitabisa.

Kita peduli, pandemi berakhir!



Video Rekomendasi

Rekomendasi untuk anda
25th

Ada hadiah uang elektronik senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kios Pasar Tanah Abang Diobral Murah Akibat Pandemi

Kios Pasar Tanah Abang Diobral Murah Akibat Pandemi

Megapolitan
Artis Tiktok Ini Dipanggil Polisi karena Gelar Pesta Ulang Tahun Saat PPKM Level 4 di Bekasi

Artis Tiktok Ini Dipanggil Polisi karena Gelar Pesta Ulang Tahun Saat PPKM Level 4 di Bekasi

Megapolitan
Penyaluran Bansos Tunai 93.000 Warga Tangsel Terkendala Terbatasnya Petugas PT POS

Penyaluran Bansos Tunai 93.000 Warga Tangsel Terkendala Terbatasnya Petugas PT POS

Megapolitan
Menengok Masjid Babah Alun yang Dibangun Pengusaha Jusuf Hamka, Kental Nuansa Tionghoa

Menengok Masjid Babah Alun yang Dibangun Pengusaha Jusuf Hamka, Kental Nuansa Tionghoa

Megapolitan
Penyaluran Bansos Tunai Rp 600.000 di Tangsel Berjalan Lambat, Baru Selesai 7 dari 54 Kelurahan

Penyaluran Bansos Tunai Rp 600.000 di Tangsel Berjalan Lambat, Baru Selesai 7 dari 54 Kelurahan

Megapolitan
Aturan Makan 20 Menit di Jakarta: Pengawasan Tak Jelas Hingga Jadi Guyonan Warga

Aturan Makan 20 Menit di Jakarta: Pengawasan Tak Jelas Hingga Jadi Guyonan Warga

Megapolitan
Polisi Telusuri 2.000 Tabung Oksigen yang Diimpor secara Ilegal

Polisi Telusuri 2.000 Tabung Oksigen yang Diimpor secara Ilegal

Megapolitan
PC Fatayat NU Jaksel Bagikan 200 Paket Makanan untuk Pasien Covid-19 Isoman

PC Fatayat NU Jaksel Bagikan 200 Paket Makanan untuk Pasien Covid-19 Isoman

Megapolitan
Disperindagop Setor Data Pelaku Usaha di Kota Tangerang sebagai Penerima BPUM ke Pemerintah Pusat

Disperindagop Setor Data Pelaku Usaha di Kota Tangerang sebagai Penerima BPUM ke Pemerintah Pusat

Megapolitan
POPULER JABODETABEK] Aturan Terbaru Naik Pesawat | Kondisi Jakarta Setelah 3 Minggu PPKM Darurat

POPULER JABODETABEK] Aturan Terbaru Naik Pesawat | Kondisi Jakarta Setelah 3 Minggu PPKM Darurat

Megapolitan
UPDATE 27 Juli: Tambah 421 Kasus di Kota Tangerang, 6.972 Pasien Covid-19 Masih Dirawat

UPDATE 27 Juli: Tambah 421 Kasus di Kota Tangerang, 6.972 Pasien Covid-19 Masih Dirawat

Megapolitan
Oxygen For Indonesia Kumpulkan Rp 24 Miliar, Hasil Donasi Masyarakat dan Perusahaan Swasta

Oxygen For Indonesia Kumpulkan Rp 24 Miliar, Hasil Donasi Masyarakat dan Perusahaan Swasta

Megapolitan
Gerakan Bagi Rata Sudah Salurkan Lebih dari Rp 1 Miliar untuk Pekerja yang Terdampak Pandemi Covid-19

Gerakan Bagi Rata Sudah Salurkan Lebih dari Rp 1 Miliar untuk Pekerja yang Terdampak Pandemi Covid-19

Megapolitan
44,9 Persen Warga Kecamatan Tambora telah Divaksin Covid-19

44,9 Persen Warga Kecamatan Tambora telah Divaksin Covid-19

Megapolitan
5 Fakta Pembuat Surat Swab Palsu di Depok, Catut Nama Klinik hingga Cetak Puluhan Berkas

5 Fakta Pembuat Surat Swab Palsu di Depok, Catut Nama Klinik hingga Cetak Puluhan Berkas

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X