Kompas.com - 02/07/2021, 08:46 WIB
Wali Kota Depok, Mohammad Idris (baju hitam, berpeci), mendonorkan plasma konvalesennya sebagai penyintas Covid-19, di Gedung PMI Kota Depok, Kamis (28/1/2021). Dok. Pemerintah Kota DepokWali Kota Depok, Mohammad Idris (baju hitam, berpeci), mendonorkan plasma konvalesennya sebagai penyintas Covid-19, di Gedung PMI Kota Depok, Kamis (28/1/2021).

DEPOK, KOMPAS.com - Wali Kota Depok Mohammad Idris menyatakan, pihaknya siap memberlakukan PPKM darurat pada 3-20 Juli 2021 ini, sesuai arahan pemerintah pusat.

Ia berharap warga Depok menghadapinya dengan enjoy, tidak panik, dan memaklumi kondisi yang memang sedang genting.

"Tentunya ini suasana yang sangat tidak nyaman bagi kita semua, tapi harapan kami seluruh warga Kota Depok khususnya, jangan panik, tetap kita hadapi dengan suasana yang enjoy, meskipun memang pembatasan ini berdampak erat langsung dengan masyarakat yang sehat," kata Idris melalui keterangan video kepada wartawan kemarin.

Baca juga: Wali Kota Depok Sebut PPKM Darurat seperti PSBB Total

"Tapi ini adalah kondisi di mana kita tidak bisa menyalahkan satu sama lain, tidak boleh merasa paling super dalam penanganan, kita sama-sama bekerja sama," tambah dia.

Saat ini, aturan resmi yang merinci soal serba-serbi pembatasan aktivitas selama PPKM darurat memang belum terbit karena masih menunggu Instruksi Menteri Dalam Negeri sebagai dasar hukum dikeluarkannya keputusan wali kota.

Namun, Idris memberi contoh, pengetatan-pengetatan selama PPKM darurat di Depok tidak akan jauh berbeda dengan koridor yang telah ditetapkan oleh pemerintah pusat kemarin.

Ia meminta maaf karena warga Depok harus menghadapi ketidaknyamanan selama kurang-lebih dua pekan mendatang.

"Misalnya pusat perbelanjaan, mal, dan pasar-pasar besar ditutup. Kalau untuk pasar tradisonal, kelontong dan sebagainya, ini pemberlakuan 50 persen dan jam kita batasi," kata dia.

"Mohon maaf sekali kalau dalam PPKM darurat atau PSBB total, pemberlakukan kegiatan di rumah ibadah sementara kita tutup, termasuk kegiatan shalat fardhu, bagi muslim namanya shalat Jumat, juga kegiatan ibadah di rumah ibadah lainnya kita tutup," lanjutnya.

Idris mengajak warga Depok agar bersama-sama patuh terhadap kebijakan itu. Hal itu demi nasib para tenaga kesehatan pula yang saat ini kewalahan menghadapi arus deras pasien Covid-19.

Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Pedagang di Kawasan Kuliner Pasar Lama Tangerang Kerap Ditarik Pungli oleh Preman

Pedagang di Kawasan Kuliner Pasar Lama Tangerang Kerap Ditarik Pungli oleh Preman

Megapolitan
Pungli di Kawasan Kuliner Pasar Lama Tangerang, PKL Diminta Rp 5.000 Tiap Malam Minggu

Pungli di Kawasan Kuliner Pasar Lama Tangerang, PKL Diminta Rp 5.000 Tiap Malam Minggu

Megapolitan
Dinkes DKI Imbau Pasien Covid-19 Bergejala Ringan Tak Perlu ke Rumah Sakit

Dinkes DKI Imbau Pasien Covid-19 Bergejala Ringan Tak Perlu ke Rumah Sakit

Megapolitan
Anies Sebut Pemindahan Ibu Kota Tak Akan Atasi Kemacetan Jakarta

Anies Sebut Pemindahan Ibu Kota Tak Akan Atasi Kemacetan Jakarta

Megapolitan
International Youth Championship di JIS Akan Digelar Tanpa Penonton

International Youth Championship di JIS Akan Digelar Tanpa Penonton

Megapolitan
Jakpro Pastikan International Youth Championship Digelar 5 Februari 2022

Jakpro Pastikan International Youth Championship Digelar 5 Februari 2022

Megapolitan
Pasien Covid-19 di RS Polri Melonjak 45 Persen dalam Sepekan Terakhir

Pasien Covid-19 di RS Polri Melonjak 45 Persen dalam Sepekan Terakhir

Megapolitan
Lanjutan Kasus Pencemaran Nama Baik Anak Ahok, Ayu Thalia Tidak Ditahan Usai 5 Jam Pemeriksaan

Lanjutan Kasus Pencemaran Nama Baik Anak Ahok, Ayu Thalia Tidak Ditahan Usai 5 Jam Pemeriksaan

Megapolitan
Muatan Tanah dari Truk Tumpah di Simpang Cengkareng, Petugas Bersihkan hingga 2,5 Jam

Muatan Tanah dari Truk Tumpah di Simpang Cengkareng, Petugas Bersihkan hingga 2,5 Jam

Megapolitan
Pemuda di Jatiwaringin Tewas Disekap dengan Tali dan Lakban yang Dibeli Sendiri

Pemuda di Jatiwaringin Tewas Disekap dengan Tali dan Lakban yang Dibeli Sendiri

Megapolitan
7 Siswa SD Ditangkap Saat Hendak Tawuran, Polisi Sebut Ikut-ikutan Anak SMP

7 Siswa SD Ditangkap Saat Hendak Tawuran, Polisi Sebut Ikut-ikutan Anak SMP

Megapolitan
Penyebab Kematian Pemuda di Jatiwaringin Bekasi Terungkap, Aliran Napas Tertutup Saat Disekap

Penyebab Kematian Pemuda di Jatiwaringin Bekasi Terungkap, Aliran Napas Tertutup Saat Disekap

Megapolitan
Satu Siswanya Positif Covid-19, SMPN 4 Tangsel Ditutup Sementara

Satu Siswanya Positif Covid-19, SMPN 4 Tangsel Ditutup Sementara

Megapolitan
Demo Pengelola, Penjual Cilok yang Mengaku Ahli Waris Lahan Bintaro Xchange Mall Tuntut Haknya

Demo Pengelola, Penjual Cilok yang Mengaku Ahli Waris Lahan Bintaro Xchange Mall Tuntut Haknya

Megapolitan
Hasil Tes Swab Massal, 60 Pegawai Kemensos Terpapar Covid-19

Hasil Tes Swab Massal, 60 Pegawai Kemensos Terpapar Covid-19

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.