Kompas.com - 06/07/2021, 09:55 WIB
Sejumlah kendaraan bermotor antre melewati posko penyekatan di Jalan Salemba Raya, Jakarta Pusat, Senin (5/7/2021). Penyekatan dalam rangka Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat di lokasi tersebut menyebabkan kemacetan panjang dari kawasan Matraman menuju Pasar Senen. ANTARA FOTO/Aditya Pradana Putra/pras.
ANTARA FOTO/ADITYA PRADANA PUTRASejumlah kendaraan bermotor antre melewati posko penyekatan di Jalan Salemba Raya, Jakarta Pusat, Senin (5/7/2021). Penyekatan dalam rangka Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat di lokasi tersebut menyebabkan kemacetan panjang dari kawasan Matraman menuju Pasar Senen. ANTARA FOTO/Aditya Pradana Putra/pras.

"Takut banget parah. Sekarang kalau ke kantor kayak perang. Aku naik busway itu sudah ramai," kata Siti kepada Kompas.com.

Baca juga: Luhut Minta Menaker Terbitkan Instruksi yang Wajibkan Karyawan Sektor Non-esensial WFH

"Sampai kantor itu habis absen langsung pakai hand-sanitizer, terus sebelum duduk tas ditaruh bawah, disemprot disinfektan sampai bau seruangan. Karena kan kantor bukan ruangan terbuka, udaranya muter di situ juga."

Siti merupakan pegawai perusahaan pengelola gedung. Perusahaan itu membagi 30-an karyawannya jadi dua kelompok untuk menerapkan selang-seling sif WFH dan bekerja dari kantor, meskipun bukan termasuk sektor esensial.

Sialnya, hanya Siti yang tersisa di departemen tenant relations, bagian yang mengurusi hubungan dengan penyewa ruangan.

Dua kolega Siti sedang isolasi karena terpapar Covid-19. Ia terpaksa menambal posisi temannya dan masuk kantor tiap hari.

"Padahal, memungkinkan banget untuk WFH karena sekarang kan sudah digital, kalau tenant ada komplain atau permintaan biasa via telepon atau email. Jadi, memungkinkan banget," ujar Siti.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Saat ini, gedung yang perusahaannya kelola pun dalam keadaan sepi karena pandemi Covid-19 memang sedang gawat-gawatnya.

Perusahaan-perusahaan itu mayoritas menerapkan WFH untuk pegawainya. Lalu, untuk apa Siti tetap harus ke kantor?

Segalanya jadi terasa konyol. Apalagi, sebagian koleganya bekerja dari rumah, sehingga di kantor Siti rapat via Zoom dengan mereka yang WFH.

Untuk apa dia masih harus pergi ke kantor setiap hari dan terjebak dalam risiko terpapar Covid-19? Bukankah ia bisa bekerja dari rumah saja?

"Kata bos, enggak bisa," ujar Siti.

Usul ditolak, tak bisa bertindak

Sebagai pegawai, Siti dan Dimas tak punya banyak pilihan. Dimas mau tak mau manut instruksi bos, si anggota Dewan, berbagi ruangan yang luasnya setara kamar kos bersama enam staf lain si legislator.

Padahal, agenda sedang lengang. Rapat-rapat DPR RI sudah bisa diakses virtual. Realisasi program kerja di lapangan pun bertahap.

Soal menyiapkan materi rapat, memikirkan konsep, brainstorming ide, atawa berkoordinasi dengan tim, Dimas sudah mafhum betul cara melakoninya lewat Zoom atau WhatsApp. Itu sudah dilakukan sehari-hari.

"Tapi, tiba-tiba malam itu ada instruksi untuk ke kantor saja," kata Dimas, pasrah.

Siti dan rekan-rekannya juga mengaku pernah mengemukakan pembicaraan dengan manajemen bahwa perusahaan mereka tidak termasuk dalam sektor esensial maupun kritikal berdasarkan aturan PPKM darurat.

Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Turap Longsor di Tapos Depok Halangi Aliran Kali, 3 RW Terancam Banjir

Turap Longsor di Tapos Depok Halangi Aliran Kali, 3 RW Terancam Banjir

Megapolitan
Polres Pelabuhan Tanjung Priok Kembalikan Mobil Milik Korban Penggelapan

Polres Pelabuhan Tanjung Priok Kembalikan Mobil Milik Korban Penggelapan

Megapolitan
Hujan Lebat, Jalan DI Panjaitan Tergenang, Arus Lalu Lintas Tersendat

Hujan Lebat, Jalan DI Panjaitan Tergenang, Arus Lalu Lintas Tersendat

Megapolitan
Polisi Tangkap Joki Penjambret Ponsel Milik Pesepeda yang Gowes di Sudirman

Polisi Tangkap Joki Penjambret Ponsel Milik Pesepeda yang Gowes di Sudirman

Megapolitan
Penumpang Moda Transportasi Wajib PCR, PO Bus di Terminal Poris Plawad Berkeberatan

Penumpang Moda Transportasi Wajib PCR, PO Bus di Terminal Poris Plawad Berkeberatan

Megapolitan
KRL Lindas Motor di Tanah Abang, Polisi: Yang Salah 'Pak Ogah'

KRL Lindas Motor di Tanah Abang, Polisi: Yang Salah "Pak Ogah"

Megapolitan
Didatangi Orang Mengaku dari PSI, Ibu Korban Keracunan Nasi Kotak Geram Ditanya Untung Rugi Lapor Polisi

Didatangi Orang Mengaku dari PSI, Ibu Korban Keracunan Nasi Kotak Geram Ditanya Untung Rugi Lapor Polisi

Megapolitan
Turap Dekat Makam di Tapos Depok Longsor, Nyaris Kena Rumah

Turap Dekat Makam di Tapos Depok Longsor, Nyaris Kena Rumah

Megapolitan
Pemkot Tangsel Klaim Pengiriman Sampah ke TPA Cilowong Kembali Berjalan Normal

Pemkot Tangsel Klaim Pengiriman Sampah ke TPA Cilowong Kembali Berjalan Normal

Megapolitan
Kadin DKI: Tuntutan Buruh agar UMP Jadi Rp 5,3 Juta Memberatkan Pengusaha

Kadin DKI: Tuntutan Buruh agar UMP Jadi Rp 5,3 Juta Memberatkan Pengusaha

Megapolitan
Wali Kota Tangsel Minta Pemkot Serang Segera Selesaikan Masalah Penolakan Kiriman Sampah ke TPA Cilowong

Wali Kota Tangsel Minta Pemkot Serang Segera Selesaikan Masalah Penolakan Kiriman Sampah ke TPA Cilowong

Megapolitan
Ibu Korban Keracunan Nasi Kotak dari PSI di Koja Lapor Polisi

Ibu Korban Keracunan Nasi Kotak dari PSI di Koja Lapor Polisi

Megapolitan
Kasus Rachel Vennya Kabur dari Karantina Naik ke Tingkat Penyidikan

Kasus Rachel Vennya Kabur dari Karantina Naik ke Tingkat Penyidikan

Megapolitan
Dua Korban Kecelakaan Bus Transjakarta Jalani Operasi Patah Tulang

Dua Korban Kecelakaan Bus Transjakarta Jalani Operasi Patah Tulang

Megapolitan
Heboh Penemuan Janin di Cempaka Putih, Ternyata Janin Kucing

Heboh Penemuan Janin di Cempaka Putih, Ternyata Janin Kucing

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.