Kompas.com - 23/08/2021, 17:52 WIB
Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Tangerang Selatan Entol Wiwi Wartawijaya usai memberikan keterangan di Gedung Kejaksaan Negeri Tangerang Selatan, Kamis (10/6/2021). KOMPAS.com/ Tria SutrisnaKepala Dinas Pemuda dan Olahraga Tangerang Selatan Entol Wiwi Wartawijaya usai memberikan keterangan di Gedung Kejaksaan Negeri Tangerang Selatan, Kamis (10/6/2021).
|

TANGERANG SELATAN, KOMPAS.com - Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Kadispora) Tangerang Selatan Entol Wiwi Wijaya diperiksa polisi pada Senin (23/8/2021) terkait kasus dugaan mengintimidasi wartawan.

Menggunakan pakaian dinas, Wiwi tiba di Mapolres Tangerang Selatan pada Senin pagi sekitar pukul 09.15 WIB dan langsung memasuki gedung.

Pemeriksaan Wiwi berlangsung selama kurang lebih dua jam. Dia baru keluar dari gedung sekitar pukul 11.20 WIB.

Tak ada sepatah kata pun yang dikeluarkan Wiwi usai menjalani pemeriksaan. Dia bergerak cepat memasuki mobil dan langsung meninggalkan area kantor polisi.

Baca juga: Kesal Ditanyakan Kasus Korupsi KONI, Kadispora Tangsel Intimidasi Jurnalis di Gedung Kejaksaan

Saat dihubungi melalui aplikasi pesan singkat, Wiwi pun merespons singkat pertanyaan wartawan mengenai keperluannya menyambangi Mapolres Tangerang Selatan.

"(Pemeriksaan) terkait pengaduan Yudi (wartawan) Kabar6.com," ujar Wiwi seperti dilansir Tribun Jakarta, Senin.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Kendati demikian, Wiwi enggan menjelaskan secara rinci pemeriksaan yang dijalani dan menyerahkan seluruhnya kepada penyidik Polres Tangerang Selatan.

"Apa saja yang ditanyakan? Tanya saja ke penyelidik," kata Wiwi singkat.

Baca juga: Diduga Intimidasi Jurnalis, Kadispora Tangsel Mengaku Emosi

Dihubungi secara terpisah, penyidik Unit Krimsus Satreskrim Polres Tangerang Selatan Aipda Istanto Soedibyo mengungkapkan, pihaknya memberikan kurang lebih 20 pertanyaan kepada Wiwi dalam pemeriksaan tersebut.

"Materi pemeriksaan tentang perbuatan sesuai dengan video, 20 pertanyaan," kata Istanto saat dihubungi wartawan.

Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Polisi Tunggu Hasil Analisa Sampel Bangunan SMA 96 Jakarta yang Roboh

Polisi Tunggu Hasil Analisa Sampel Bangunan SMA 96 Jakarta yang Roboh

Megapolitan
Rumah Lawan Covid-19 Tangsel Bersiap Hadapi Gelombang Ketiga

Rumah Lawan Covid-19 Tangsel Bersiap Hadapi Gelombang Ketiga

Megapolitan
Bandar Narkoba yang Tabrak Polisi Ditangkap di Kendal

Bandar Narkoba yang Tabrak Polisi Ditangkap di Kendal

Megapolitan
Mobil Putar Arah Bikin Macet di Jalan Palmerah Utara, Sudinhub Jakbar Akan Tutup dengan Barrier

Mobil Putar Arah Bikin Macet di Jalan Palmerah Utara, Sudinhub Jakbar Akan Tutup dengan Barrier

Megapolitan
Klarifikasi Jakpro soal Penentuan Lokasi Sirkuit Formula E Jakarta

Klarifikasi Jakpro soal Penentuan Lokasi Sirkuit Formula E Jakarta

Megapolitan
Bangunan di Atas Saluran Air Kemang Belum Seluruhnya Dibongkar, Camat Minta Pemilik Tambah Pekerja

Bangunan di Atas Saluran Air Kemang Belum Seluruhnya Dibongkar, Camat Minta Pemilik Tambah Pekerja

Megapolitan
Pemuda Pancasila Akui 16 Tersangka Ricuh Demo di DPR/MPR Anggota Aktif

Pemuda Pancasila Akui 16 Tersangka Ricuh Demo di DPR/MPR Anggota Aktif

Megapolitan
Anies Sebut Formula Pengupahan Saat Ini Tak Cocok untuk Jakarta

Anies Sebut Formula Pengupahan Saat Ini Tak Cocok untuk Jakarta

Megapolitan
PTM Terbatas di Depok Dimulai Lagi Besok

PTM Terbatas di Depok Dimulai Lagi Besok

Megapolitan
Klaster PTM Terbatas di Kota Bogor, 24 Orang Positif Covid-19

Klaster PTM Terbatas di Kota Bogor, 24 Orang Positif Covid-19

Megapolitan
Kasus Covid-19 di Depok Meningkat, Hanya 2 dari 30 Kelurahan yang Nihil Kasus

Kasus Covid-19 di Depok Meningkat, Hanya 2 dari 30 Kelurahan yang Nihil Kasus

Megapolitan
LPSK: Kasus Pelecehan Seksual terhadap Anak Naik Tajam, Diduga Efek Pandemi Covid-19

LPSK: Kasus Pelecehan Seksual terhadap Anak Naik Tajam, Diduga Efek Pandemi Covid-19

Megapolitan
Polisi yang Dianiaya Oknum Anggota Pemuda Pancasila Membaik, Segera Pulang

Polisi yang Dianiaya Oknum Anggota Pemuda Pancasila Membaik, Segera Pulang

Megapolitan
Pelecehan Seksual Anak di Depok Marak Terjadi, Tigor: Status Kota Layak Anak Harus Dicabut

Pelecehan Seksual Anak di Depok Marak Terjadi, Tigor: Status Kota Layak Anak Harus Dicabut

Megapolitan
Sisa Seorang Pasien Dirawat di Rumah Lawan Covid-19 Tangsel

Sisa Seorang Pasien Dirawat di Rumah Lawan Covid-19 Tangsel

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.