Komplotan Begal Beranggota Remaja di Tebet Jual Rampasan untuk Sewa PSK

Kompas.com - 08/09/2021, 07:39 WIB
Dua dari lima anggota komplotan begal yang berinisial TM (16), dan RR (17) ditangkap di sebuah penginapan di kawasan Menteng, Jakarta Pusat pada Senin (6/9/2021). Dok. Polsek TebetDua dari lima anggota komplotan begal yang berinisial TM (16), dan RR (17) ditangkap di sebuah penginapan di kawasan Menteng, Jakarta Pusat pada Senin (6/9/2021).

JAKARTA, KOMPAS.com - Unit Reserse Kriminal Polsek Tebet, Jakarta Selatan, menangkap komplotan begal yang beranggotakan lima remaja. Mereka tak segan-segan merampas handphone dan motor korban dengan intimidasi menggunakan senjata tajam.

Mereka yang ditangkap adalah AAR (16), TM (16), RR (17), MRA (17), dan MR (18). Para tersangka itu kerap beraksi dengan modus menuduh korban telah mengambil ponsel milik rekan pelaku.

"Modusnya selalu sama. Mereka bergerombol untuk kemudian mendatangi masyarakat yang bisa dijadikan korban yang nongkrong sendirian untuk kemudian dituduh "Kamu yang ambil handphone saya", motornya kemudian dibawa kabur," kata Kapolsek Tebet, Kompol Alexander Yuriko Hadi, Selasa (7/9/2021) siang.

Baca juga: Remaja 16 Tahun Pimpin Komplotan Begal Ponsel dan Motor di Tebet

Komplotan begal yang dikepalai AAR diketahui sudah beraksi empat kali. Barang rampasan mereka kemudian dijual di Jatinegara dan Matraman, Jakarta Timur, serta daerah Kebayoran Lama, Jakarta Selatan.

Terakhir kali, mereka beraksi pada hari Minggu lalu sekitar pukul 01.30 WIB di kawasan Manggarai, Tebet, Jakarta Selatan. MAB (20) yang kala itu sedang nongkrong disatroni komplotan begal yang bermodus menuduh korban mengambil handphone milik rekan pelaku.

“Yang bersangkutan menjadi korban atas perampasan. Adapun yang dirampas berupa handphone dan kendaraan bermotornya,” ujar Alex.

Alex mengatakan, para pelaku datang menggunakan dua motor. Tersangka MRA kemudian turun dan menuduh korban telah merampas ponsel milik teman kawanan tersebut.

“Ditimpali tersangka lain, sehingga korban ketakutan, ditambah lagi tersangka yang ada di belakang saya ini atas nama MR menodongkan pisau ke korban,” tambah Alex.

Korban yang ketakutan lalu menyerahkan handphone dan motornya ke para pelaku. Komplotan begal remaja tersebut kabur membawa hasil rampasannya.

Jual rampasan untuk sewa PSK

Komplotan begal beranggotakan lima remaja itu kerap menggunakan hasil kejahatannya untuk menyewa pekerja seks komersial (PSK).

Halaman Selanjutnya
Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Siswa SMAN 4 Jakarta Positif Covid-19, Disebut Tertular dari Klaster Keluarga

Siswa SMAN 4 Jakarta Positif Covid-19, Disebut Tertular dari Klaster Keluarga

Megapolitan
Bersikeras Gelar PTM 100 Persen di Tengah Lonjakan Covid-19, Disdik Tangerang: Ini Instruksi 4 Menteri

Bersikeras Gelar PTM 100 Persen di Tengah Lonjakan Covid-19, Disdik Tangerang: Ini Instruksi 4 Menteri

Megapolitan
Rahmat Effendi Sudah 2 Minggu Ditahan KPK, Kuasa Hukum: Kondisinya Baik-baik Saja

Rahmat Effendi Sudah 2 Minggu Ditahan KPK, Kuasa Hukum: Kondisinya Baik-baik Saja

Megapolitan
Wagub DKI Ungkap Penyebab Krisis Air Bersih di Jakarta Utara

Wagub DKI Ungkap Penyebab Krisis Air Bersih di Jakarta Utara

Megapolitan
Stiker Belum Lunasi Pajak Ditempel di Bioskop XXI, Manajemen: Kewajiban Pengelola Gedung

Stiker Belum Lunasi Pajak Ditempel di Bioskop XXI, Manajemen: Kewajiban Pengelola Gedung

Megapolitan
Apindo Gugat Anies ke PTUN Terkait Kenaikan UMP, Wagub DKI: Kami Hormati

Apindo Gugat Anies ke PTUN Terkait Kenaikan UMP, Wagub DKI: Kami Hormati

Megapolitan
Tak Hanya Apindo, Anies Juga Digugat 2 Perusahaan terkait UMP DKI

Tak Hanya Apindo, Anies Juga Digugat 2 Perusahaan terkait UMP DKI

Megapolitan
Anies Undang Nidji ke JIS, PSI Tawarkan Tanda Tangan Giring sebagai Pendiri Band Itu

Anies Undang Nidji ke JIS, PSI Tawarkan Tanda Tangan Giring sebagai Pendiri Band Itu

Megapolitan
Kasus Covid-19 Meningkat di Depok, Ini Langkah Antisipasi dari Pemkot

Kasus Covid-19 Meningkat di Depok, Ini Langkah Antisipasi dari Pemkot

Megapolitan
Munarman: Saya dan 25 Orang Lebih Kehilangan Mata Pencarian karena Saya Masuk Penjara!

Munarman: Saya dan 25 Orang Lebih Kehilangan Mata Pencarian karena Saya Masuk Penjara!

Megapolitan
Cara Mengurus Akta Kelahiran untuk Domisili Jakarta

Cara Mengurus Akta Kelahiran untuk Domisili Jakarta

Megapolitan
Pelaku yang Bacok Rentenir hingga Tewas Disebut Baru Pindah dan Jarang Bersosialisasi

Pelaku yang Bacok Rentenir hingga Tewas Disebut Baru Pindah dan Jarang Bersosialisasi

Megapolitan
Seorang Pria Diduga Dibacok di Larangan Tangerang, Polisi Selidiki

Seorang Pria Diduga Dibacok di Larangan Tangerang, Polisi Selidiki

Megapolitan
Warga Johar Baru Kecewa, Punya Kupon tapi Tak Bisa Beli Minyak Goreng Murah di Operasi Pasar

Warga Johar Baru Kecewa, Punya Kupon tapi Tak Bisa Beli Minyak Goreng Murah di Operasi Pasar

Megapolitan
Epidemiolog Sarankan PTM 100 Persen di Kota Tangerang Ditunda demi Keselamatan Masyarakat

Epidemiolog Sarankan PTM 100 Persen di Kota Tangerang Ditunda demi Keselamatan Masyarakat

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.