Berpulang Jelang Bebas akibat Kebakaran Lapas Tangerang...

Kompas.com - 17/09/2021, 07:18 WIB
Angeline, tante dari Petra Eka, narapidana yang ikut tewas dalam kebakaran di Lapas Kelas I Tangerang. KOMPAS.com/NIRMALA MAULANA ACHMADAngeline, tante dari Petra Eka, narapidana yang ikut tewas dalam kebakaran di Lapas Kelas I Tangerang.

Rasa sakit hati juga dirasakan Angeline (40), tante dari Petra Eka, narapidana yang menghuni Blok C2 Lapas Kelas 1 Tangerang.

Kurang dari lima bulan lagi, Petra bisa bebas. Namun, Petra ikut tewas saat blok yang dihuninya dilalap si jago merah.

"Hampir empat tahun (di penjara) ya, nanti bulan Februari dia mau keluar, mau pulang," kata Angeline saat ditemui di RS Polri Kramatjati, Rabu (8/9/2021).

Perasaan kaget juga dirasakan Iman, paman dari Muhammad Yusuf, narapidana yang ikut tewas dalam tragedi kebakaran Lapas Kelas I Tangerang.

Yusuf, yang divonis 16 tahun karena kasus narkotika, telah masuk pengurus pembebasan bersyarat (PB). Ia seharusnya bisa pulang pada Januari atau Februari tahun depan.

"Dia (Yusuf) udah masuk kepengurusan PB, tahun depan pulang," kata Iman di RS Polri Kramatjati, Rabu (8/9/2021).

"Kemarin masih bisa komunikasi, tahu-tahu mendadak gini kan," tutur Iman.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Tuntut pemerintah tanggung jawab

Isa berharap, pemerintah tanggung jawab atas kebakaran yang menewaskan Ilham dan 48 napi lainnya itu.

"Mereka kan di sana dibina, kalau di sana enggak dibina enggak masalah, kan di sana udah dibina, dinaungin," kata dia.

Isa juga meminta, proses hukum terkait kasus ini tetap berjalan.

Pihak keluarga korban juga meminta kejelasan terkait kasus ini.

"Paling tidak diberi keterangan ke pihak keluarga, penjelasan sedetail mungkin," ujar Angeline.

Baca juga: Dua Napi Korban Kebakaran Lapas Tangerang Masih Dirawat, Begini Kondisinya

Angeline juga kecewa saat mendengar penjara kelebihan kapasitas. Ia menyebutkan, pemerintah seakan tutup telinga.

"Keluarga kami dibina di sana, dijamin juga keselamatannya, berharap pulang dengan selamat," kata Angeline.

"Di mana jaminan keselamatannya kalau warga kami dibina di sana?" tutur dia.

Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Dinas LH Kembali Segel Saluran Limbah Pabrik Pencemar Parasetamol di Teluk Jakarta

Dinas LH Kembali Segel Saluran Limbah Pabrik Pencemar Parasetamol di Teluk Jakarta

Megapolitan
Capaian Vaksinasi Covid-19 Dosis Pertama di Kota Tangerang 94 Persen

Capaian Vaksinasi Covid-19 Dosis Pertama di Kota Tangerang 94 Persen

Megapolitan
Keputusan Gubernur Banten: UMK 2022 Kota Tangerang Rp 4.285.798, Kota Tangsel Rp 4.280.214

Keputusan Gubernur Banten: UMK 2022 Kota Tangerang Rp 4.285.798, Kota Tangsel Rp 4.280.214

Megapolitan
Curhat Orangtua Murid SMPN 2 Depok Izinkan Anak Ikut PTM Terbatas

Curhat Orangtua Murid SMPN 2 Depok Izinkan Anak Ikut PTM Terbatas

Megapolitan
Korban Pelecehan Seksual KPI Harap Polres Jakpus Segera Rampungkan Penyelidikan

Korban Pelecehan Seksual KPI Harap Polres Jakpus Segera Rampungkan Penyelidikan

Megapolitan
Cerita Guru SMPN 2 Depok Senang PTM Terbatas

Cerita Guru SMPN 2 Depok Senang PTM Terbatas

Megapolitan
Satu Mahasiswi Meninggal, UPN Veteran Jakarta Sebut Pembaretan Menwa Tak Berizin

Satu Mahasiswi Meninggal, UPN Veteran Jakarta Sebut Pembaretan Menwa Tak Berizin

Megapolitan
6 Anggota Pemuda Pancasila Jadi Tersangka Pengeroyokan, Polisi Cari Pelaku Lain

6 Anggota Pemuda Pancasila Jadi Tersangka Pengeroyokan, Polisi Cari Pelaku Lain

Megapolitan
Mulai Rabu, Warga Belum Vaksinasi Covid-19 Dilarang Masuk Pasar Anyar Bogor

Mulai Rabu, Warga Belum Vaksinasi Covid-19 Dilarang Masuk Pasar Anyar Bogor

Megapolitan
Jenazah Korban Mutilasi di Bekasi Diserahkan ke Keluarga

Jenazah Korban Mutilasi di Bekasi Diserahkan ke Keluarga

Megapolitan
Penjelasan Rektor UPN Veteran Jakarta soal Kematian Mahasiswi Saat Pembaretan Menwa

Penjelasan Rektor UPN Veteran Jakarta soal Kematian Mahasiswi Saat Pembaretan Menwa

Megapolitan
Wali Kota Tangerang Menyoroti Beban Tracking WNA Positif Covid-19

Wali Kota Tangerang Menyoroti Beban Tracking WNA Positif Covid-19

Megapolitan
Wakil Wali Kota Depok Mempertanyakan Data Pelecehan Seksual Anak, Ini Penjelasan Kejaksaan

Wakil Wali Kota Depok Mempertanyakan Data Pelecehan Seksual Anak, Ini Penjelasan Kejaksaan

Megapolitan
Rabu Besok, Sidang Munarman di PN Jaktim Digelar Virtual

Rabu Besok, Sidang Munarman di PN Jaktim Digelar Virtual

Megapolitan
Satpol PP Copot Atribut Ormas di Kawasan Cilandak Cegah Gesekan

Satpol PP Copot Atribut Ormas di Kawasan Cilandak Cegah Gesekan

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.