Polisi Bayar Rp 50 Juta ke LSM yang Memeras, Kompolnas Minta Propam Lakukan Pemeriksaan Menyeluruh

Kompas.com - 27/11/2021, 13:58 WIB
Ketua  Tameng Perjuangan Rakyat Antikorupsi (Tamperak), Kepas Panagean Pangaribuan, saat ditangkap Polres Jakpus, Senin (22/11/2021). Kepas ditangkap karena diduga memeras polisi. Dok Polres JakpusKetua Tameng Perjuangan Rakyat Antikorupsi (Tamperak), Kepas Panagean Pangaribuan, saat ditangkap Polres Jakpus, Senin (22/11/2021). Kepas ditangkap karena diduga memeras polisi.
Penulis Ihsanuddin
|

JAKARTA, KOMPAS.con - Anggota Komisi Kepolisian Nasional (Kompolnas), Poengky Indarty, mempertanyakan langkah penyidik Polsek Menteng, Jakarta Pusat, berinisial HW membayar uang Rp 50 juta kepada ketua Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Tamperak yang memerasnya.

"Sangat disayangkan juga jika korban sempat ketakutan termakan ancaman, sehingga membayar uang sebesar Rp 50 juta," kata Poengky saat dihubungi Kompas.com, Sabtu (27/11/2021).

"Sebagai penyidik dan penegak hukum, tidak seharusnya yang bersangkutan memberikan uang, karena justru makin menyuburkan praktik pemerasan itu sendiri," katanya.

Baca juga: Kapolres Jakpus: LSM Tamperak Paksa Keluarga Tersangka Bikin Testimoni Polisi Terima Suap

Poengky menilai pembayaran uang sebesar Rp 50 juta itu perlu ditindaklanjuti dengan pemeriksaan Propam. Ia menilai Propam harus menyelidiki secara menyeluruh motif pemberian uang ke LSM tersebut, apakah sekadar faktor ketakutan atau ada hal lain yang hendak disembunyikan.

"Propam juga perlu melihat, apakah benar korban mendapat uang (suap) seperti disampaikan tersangka dengan testimoni keluarga. Intinya pemeriksaan Propam secara menyeluruh dalam kasus ini penting dilakukan untuk membuat terang kasus ini," kata Poengky.

Aksi pemerasan oleh Ketua LSM Tameng Perjuangan Rakyat Antikorupsi (Tamperak) itu terjadi pada 19 November 2021. Saat itu, Ketua Tamperak Kepas Panagean Pangaribuan bersama rekannya, Robinson Manik, datang ke Mapolsek Menteng.

Mereka bertemu HW dan menudingnya menerima suap dari tersangka kasus narkoba yang telah dikirim ke panti rehabilitasi. Untuk menakuti korban, Kepas menunjukkan video testimoni keluarga tersangka kasus narkoba yang mengaku telah memberi uang suap kepada HW.

Namun, Kapolres Metro Jakarta Pusat Kombes Hengki Hariyadi menegaskan, keluarga tersangka dipaksa membuat testimoni itu.

"(Kepas) memaksa keluarga tersangka untuk membuat testimoni telah terjadi suap-menyuap," kata Hengki dalam konferensi pers di Polres Metro Jakarta Pusat, Jumat kemarin.

Kepas mengancam HW akan memviralkan video itu jika tak diberi uang. Kepas juga mengancam akan melaporkan masalah itu kepada Presiden Jokowi dan pimpinan Polri.

Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Antisipasi Banjir, BPBD Kota Bekasi Siapkan Tenda Darurat dan Dapur Umum

Antisipasi Banjir, BPBD Kota Bekasi Siapkan Tenda Darurat dan Dapur Umum

Megapolitan
Transmisi Lokal Varian Omicron di Jakarta Melonjak Jadi 243 Kasus

Transmisi Lokal Varian Omicron di Jakarta Melonjak Jadi 243 Kasus

Megapolitan
Marak Tawuran Pelajar di Jaksel, Sudin Pendidikan Dianggap Tidak Antisipatif

Marak Tawuran Pelajar di Jaksel, Sudin Pendidikan Dianggap Tidak Antisipatif

Megapolitan
Kronologi Pengeroyokan Anggota TNI AD hingga Tewas di Jakarta Utara

Kronologi Pengeroyokan Anggota TNI AD hingga Tewas di Jakarta Utara

Megapolitan
Jakpro Sebut Akan Ada Seleksi Warga yang Tinggal di Kampung Susun Bayam

Jakpro Sebut Akan Ada Seleksi Warga yang Tinggal di Kampung Susun Bayam

Megapolitan
Target Vaksinasi Booster di Kota Tangerang Diperluas, Kini Sasar Pelayan Publik

Target Vaksinasi Booster di Kota Tangerang Diperluas, Kini Sasar Pelayan Publik

Megapolitan
Tembok Bentuk Protes Warga Pondok Bambu Terkait Masalah Banjir Dibongkar, Ini Hasil Kesepakatannya

Tembok Bentuk Protes Warga Pondok Bambu Terkait Masalah Banjir Dibongkar, Ini Hasil Kesepakatannya

Megapolitan
Kurir dan Pengedar 25 Kg Sabu Ditangkap, Polisi Buru Pemain Utama

Kurir dan Pengedar 25 Kg Sabu Ditangkap, Polisi Buru Pemain Utama

Megapolitan
Kronologi Kurir dan Pengedar 25 Kg Sabu Dikejar Polisi hingga Tabrak Motor dan Gerobak

Kronologi Kurir dan Pengedar 25 Kg Sabu Dikejar Polisi hingga Tabrak Motor dan Gerobak

Megapolitan
1-16 Januari, 5 WNA Dideportasi dan 63 WNA Ditolak Masuk Indonesia

1-16 Januari, 5 WNA Dideportasi dan 63 WNA Ditolak Masuk Indonesia

Megapolitan
Polisi Tangkap Pelaku Pencabulan Anak Penyandang Autisme di Bekasi

Polisi Tangkap Pelaku Pencabulan Anak Penyandang Autisme di Bekasi

Megapolitan
Polres Jakbar Disebut Hentikan Kasus Mafia Tanah yang Dilaporkan Teknisi AC

Polres Jakbar Disebut Hentikan Kasus Mafia Tanah yang Dilaporkan Teknisi AC

Megapolitan
3 Orang Diamankan Terkait Pengeroyokan Anggota TNI AD, 1 Jadi Tersangka

3 Orang Diamankan Terkait Pengeroyokan Anggota TNI AD, 1 Jadi Tersangka

Megapolitan
Seorang ASN Terpapar Covid-19, Satu Ruangan di Kantor Wali Kota Jakarta Pusat Ditutup Sementara

Seorang ASN Terpapar Covid-19, Satu Ruangan di Kantor Wali Kota Jakarta Pusat Ditutup Sementara

Megapolitan
Disdik Kota Tangerang Tetap Terapkan PTM 100 Persen meski Khawatir dengan Omicron

Disdik Kota Tangerang Tetap Terapkan PTM 100 Persen meski Khawatir dengan Omicron

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.