Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Pilu Anak di Bawah Umur Jadi Korban Prostitusi Online: Dijebak Dapat Staycation hingga Ponsel

Kompas.com - 26/03/2022, 11:15 WIB
Muhammad Isa Bustomi,
Dani Prabowo

Tim Redaksi

JAKARTA, KOMPAS.com - Lagi-lagi, perempuan menjadi korban prostitusi online oleh para muncikari.

Dalam sepekan terakhir, polisi telah membongkar dua kasus prostitusi online di dua lokasi berbeda, yakni di Tanjung Priok dan Cikini.

Pada kasus pertama di Tanjung Priok, korban adalah delapan orang perempuan, di mana lima di antaranya merupakan anak-anak di bawah umur.

Kedelapan korban itu yakni JV (22), RA (18), F (19), SR (17), FM (17), DM (17), AOS (17), dan FAY (16).

Dalam pengungkapan ini, dua orang muncikari berinisial FO (22) dan IM (24) berhasil ditangkap.

Sementara untuk kasus berikutnya, polisi berhasil mengamankan 13 orang di bawah umur di sebuah hotel di Jalan Cikini Raya, Menteng, Jakarta Pusat. 

Baca juga: Fakta Prostitusi Online Anak di Jakarta Utara, Dijebak dengan Iming-iming Staycation

"Ada joki (muncikari) serta beberapa orang tertangkap tangan sedang atau telah melakukan perbuatan cabul, dengan korbannya adalah anak di bawah umur," kata Kepala Subdirektorat Remaja, Anak, dan Wanita (Renakta) Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Metro Jaya, AKBP Pujiyarto, Jumat (25/3/2022).

Dalam penangkapan ini, polisi juga turut mengamankan dua muncikari berinisial IP dan DH.

Ditawarkan di medsos

Dalam melancarkan aksinya, FO dan IM menawarkan para korban kepada hidung belang melalui Facebook.

Tarif sekali kencan bervariasi, berkisar antara Rp 250.000 hingga Rp 300.000.

Pujiyarto menambahkan, para muncikari itu juga memberlakukan jam kerja kepada mereka, yakni antara pukul 16.00 WIB hingga 24.00 WIB.

"Korban diberikan gaji sebesar Rp 1 juta seminggu sekali," ungkapnya.

Baca juga: Setelah Tanjung Priok, Terungkap Praktik Prostitusi Online Anak di Bawah Umur di Hotel Kawasan Cikini

Sementara untuk kasus di Cikini, muncikari IP dan DH yang kini telah ditetapkan sebagai tersangka itu menawarkan korban kepada para hidung belang dengan tarif antara Rp 300.000 hingga Rp 700.000 untuk sekali kencan.

"Tergantung pesanan si pelanggan, kalau pelanggan mau ada ini itu, tarifnya bisa jadi lebih mahal," tutur Pujiyarto.

Halaman:
Video rekomendasi
Video lainnya


Terkini Lainnya

Setelah Beras, Harga Telur di Jakarta Ikut Melonjak

Setelah Beras, Harga Telur di Jakarta Ikut Melonjak

Megapolitan
Harga Beras Mahal, Omzet Pedagang di Bekasi Turun 50 Persen

Harga Beras Mahal, Omzet Pedagang di Bekasi Turun 50 Persen

Megapolitan
Jalan Gatot Subroto Ditutup Imbas Demo Pemakzulan Jokowi di Depan Gedung DPR

Jalan Gatot Subroto Ditutup Imbas Demo Pemakzulan Jokowi di Depan Gedung DPR

Megapolitan
Soal Program Makan Gratis Rp 15.000, Orangtua: Mending Fokus ke yang Kurang Mampu

Soal Program Makan Gratis Rp 15.000, Orangtua: Mending Fokus ke yang Kurang Mampu

Megapolitan
Golkar Ingin Ridwan Kamil dan Ahmed Zaki Bersaing Sehat Menuju Pilkada DKI

Golkar Ingin Ridwan Kamil dan Ahmed Zaki Bersaing Sehat Menuju Pilkada DKI

Megapolitan
Terowongan Tugu Kujang Bogor Kumuh dan Penuh Coretan, Warga Jadi Takut Lewat

Terowongan Tugu Kujang Bogor Kumuh dan Penuh Coretan, Warga Jadi Takut Lewat

Megapolitan
Ahmed Zaki atau Ridwan Kamil untuk Cagub DKI, Golkar Tunggu Keputusan DPP

Ahmed Zaki atau Ridwan Kamil untuk Cagub DKI, Golkar Tunggu Keputusan DPP

Megapolitan
Kemen PPA Upayakan Diversi untuk Pelaku Perundungan SMA Swasta di Serpong

Kemen PPA Upayakan Diversi untuk Pelaku Perundungan SMA Swasta di Serpong

Megapolitan
Polisi Siapkan Kantong Parkir Saat Konser Ed Sheeran Besok di JIS

Polisi Siapkan Kantong Parkir Saat Konser Ed Sheeran Besok di JIS

Megapolitan
Cegah Perundungan, Zita Anjani Tekankan Pentingnya 'Positive Education' ala Finlandia

Cegah Perundungan, Zita Anjani Tekankan Pentingnya "Positive Education" ala Finlandia

Megapolitan
Ada Demo di Depan DPR, Polda Metro Siapkan Rencana Pengalihan Arus Lalu Lintas

Ada Demo di Depan DPR, Polda Metro Siapkan Rencana Pengalihan Arus Lalu Lintas

Megapolitan
Kondisi Terkini Underpass Tugu Kujang Bogor, Tampak Kumuh dan Lembap

Kondisi Terkini Underpass Tugu Kujang Bogor, Tampak Kumuh dan Lembap

Megapolitan
Tersangka Perundungan Siswa SMA Swasta di Serpong Terancam Penjara 7 Tahun

Tersangka Perundungan Siswa SMA Swasta di Serpong Terancam Penjara 7 Tahun

Megapolitan
Relawan Anies Shalat Jumat di Depan Gedung DPR/MPR Sebelum Orasi

Relawan Anies Shalat Jumat di Depan Gedung DPR/MPR Sebelum Orasi

Megapolitan
Satpol PP Kota Bogor Mengaku Kesulitan Tata Kawasan Pasar Kebon Kembang

Satpol PP Kota Bogor Mengaku Kesulitan Tata Kawasan Pasar Kebon Kembang

Megapolitan
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com