Kompas.com - 22/04/2022, 17:12 WIB

Namun, awalnya, dia mengajak teman-temannya untuk menjadi pengajar di Sekoci.

"Saat ini, sejak tahun 2020 alhamdulillah sudah resmi jadi yayasan. Jadi ada kepengurusan. Saya sebagai pendiri dan pembina, ada teman-teman untuk ketua, sekretaris, bendahara. Itu termasuk yang mengajar juga, saya juga ikut mengajar. Ada 20 orang," kata dia.

Ke depan, Ajeng yang sempat menempuh pendidikan D3 PAUD juga berencana untuk mendirikan sekolah secara bertahap.

Apalagi saat ini di rumahnya juga sudah menggelar sekolah PAUD bekerja sama dengan Sekolah Murid Merdeka (SMM).

Dia mengatakan, Sekoci yang didirikannya ingin bisa mencakup lebih luas dari semula hanya di kolong jembatan Cikini menjadi yayasan yang lebih menjangkau banyak.

"Tadinya kan cuma di Cikini saya mulai sebelum nikah, nge-kost di daerah situ, banyak manusia gerobak eh tapi enggak mungkin cuma di sini jadi ganti nama (kepanjangan) Sekoci," kata dia.

Lebih lanjut dia pun berharap agar pendidikan di Indonesia bisa lebih berpihak pada anak.

Ditambah lagi, ujar Ajeng, perempuan memiliki stigma agar tidak sekolah tinggi. Bahkan perjuangan Kartini pun yang paling berat adalah soal pendidikan.

Baca juga: Ujang Sarjana Ditahan Polsek Bogor karena Dituduh Aniaya Preman, Kuasa Hukum: Banyak Kejanggalan

"Harapan saya anak laki-laki dan perempuan semua bisa dapat pendidikan layak, sama rata dan jadi alat paling tajam untuk perempuan agar bisa setara, mengangkat derajatnya, dan peremluan diberi pilihan bisa mengenyam pendidikan tinggi dan berdaya dimana saja," ucap dia.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Mayat Pria Tanpa Identitas Ditemukan Mengambang di Jayanti Tangerang, Diduga Tenggelam

Mayat Pria Tanpa Identitas Ditemukan Mengambang di Jayanti Tangerang, Diduga Tenggelam

Megapolitan
Pembangunan Rampung, Jembatan Antilope yang Baru Diuji Coba Rabu Sore Ini

Pembangunan Rampung, Jembatan Antilope yang Baru Diuji Coba Rabu Sore Ini

Megapolitan
Terjebak Kerumunan Pedemo di DPR, Pengendara Motor Terobos dan Lindas Tanaman di Flyover Ladokgi

Terjebak Kerumunan Pedemo di DPR, Pengendara Motor Terobos dan Lindas Tanaman di Flyover Ladokgi

Megapolitan
Serikat Ojol Ikut Demo di Gedung DPR: Lelah jadi 'Sapi Perah' Aplikator

Serikat Ojol Ikut Demo di Gedung DPR: Lelah jadi 'Sapi Perah' Aplikator

Megapolitan
Anies: Jika Lihat Tindak Kekerasan, Usahakan Langsung Cegah atau Lapor Pihak Berwenang

Anies: Jika Lihat Tindak Kekerasan, Usahakan Langsung Cegah atau Lapor Pihak Berwenang

Megapolitan
Demo Tolak UU Cipta Kerja, Massa Buruh Panjat Gerbang Utama DPR/MPR RI

Demo Tolak UU Cipta Kerja, Massa Buruh Panjat Gerbang Utama DPR/MPR RI

Megapolitan
Sidang Kasus Pengeroyokan Ade Armando Kembali Digelar, 6 Terdakwa Akan Berikan Keterangan

Sidang Kasus Pengeroyokan Ade Armando Kembali Digelar, 6 Terdakwa Akan Berikan Keterangan

Megapolitan
Petugas PPSU yang Aniaya Pacarnya di Bangka Ditahan Polisi

Petugas PPSU yang Aniaya Pacarnya di Bangka Ditahan Polisi

Megapolitan
Pabrik Cat di Jatake Tangerang Terbakar, BPBD: Tidak Ada Korban Jiwa

Pabrik Cat di Jatake Tangerang Terbakar, BPBD: Tidak Ada Korban Jiwa

Megapolitan
Ditendang hingga Ditabrak Petugas PPSU di Kemang, Korban Mengaku Tidak Apa-apa: Itu Calon Suami Saya

Ditendang hingga Ditabrak Petugas PPSU di Kemang, Korban Mengaku Tidak Apa-apa: Itu Calon Suami Saya

Megapolitan
Jalan Kaki dari Bandung, Ketua Serikat Buruh Pingsan di Depan Gedung DPR RI

Jalan Kaki dari Bandung, Ketua Serikat Buruh Pingsan di Depan Gedung DPR RI

Megapolitan
Seorang Pria Ditemukan Meninggal di Bekasi, Diduga karena Sakit

Seorang Pria Ditemukan Meninggal di Bekasi, Diduga karena Sakit

Megapolitan
Ribuan Buruh Demo Tutup Jalan di Depan Gedung DPR, Ini 5 Tuntutannya

Ribuan Buruh Demo Tutup Jalan di Depan Gedung DPR, Ini 5 Tuntutannya

Megapolitan
Petugas PPSU Aniaya Pacarnya, Anies: Tindakan Brutal, Barbar, dan Tak Bisa Ditoleransi

Petugas PPSU Aniaya Pacarnya, Anies: Tindakan Brutal, Barbar, dan Tak Bisa Ditoleransi

Megapolitan
Fraksi PDI-P DPRD DKI: Ada Aksi Intoleransi di 10 Sekolah Negeri, dari Pemaksaan Berjilbab hingga Larangan Pilih Ketua OSIS Beda Agama

Fraksi PDI-P DPRD DKI: Ada Aksi Intoleransi di 10 Sekolah Negeri, dari Pemaksaan Berjilbab hingga Larangan Pilih Ketua OSIS Beda Agama

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.