Kompas.com - 05/09/2022, 19:55 WIB

BEKASI, KOMPAS.com - Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Bekasi mempermanenkan skema contraflow dari Jalan Perjuangan, Bekasi Utara hingga Bundaran Summarecon Bekasi.
Kepala Bidang Lalu Lintas Dishub Kota Bekasi Teguh Indrianto mengatakan skema contraflow dipermanenkan setelah pihaknya menilai bahwa skema tersebut efektif mengurai kemacetan.

"Hari ini akan kami buat laporan kepada pimpinan Pelaksana Tugas (Plt) Wali Kota berkaitan dengan dipatenkannya kegiatan ini (skema contraflow) sampai dengan seterusnya," ujar Teguh saat dihubungi, Senin (5/9/2022).

Baca juga: Imbas Kecelakaan Maut Bekasi, Kegiatan Belajar Mengajar di SD Negeri Kota Baru II dan III Dimulai Pekan Depan

Teguh menilai bahwa skema contraflow yang diberlakukan dianggap cukup untuk mengurai kemacetan.

Melalui skema itu, tingkat kemacetan lalu lintas di Jalan Perjuangan juga dapat diurai hingga sebesar 40 persen.

Carolus Dori Contraflow merupakan salah satu rekayasa lalu lintas yang diterapkan demi mencegah terjadinya kemacetan selama arus mudik. Secara harfiah, contraflow berarti melawan arus. Namun, pada praktiknya contraflow merupakan sistem pengaturan lalu lintas yang mengubah arah laju kendaraan berlawanan dari arah normal.

Nantinya, skema contraflow diberlakukan setiap hari pukul 06.00-08.00 WIB.

"Uji coba akan kami patenkan atau laksanakan setiap harinya, dari pukul 06.00-08.00, namun pelaksanaannya situasional dan melihat kondisi arus lalu lintas," kata dia.

Situasional yang ia maksud adalah apabila kondisi arus lalu lintas terurai pada pukul 07.00 WIB, maka tidak menutup kemungkinan bahwa skema contraflow akan selesai dilakukan pada saat itu juga.

Baca juga: Pegawai Bawaslu Depok Diduga Pakai Rp 1,1 Miliar Dana Hibah APBD untuk Kepentingan Pribadi

Selain itu, pemberlakuan skema contraflow secara permanen ini juga hanya dilakukan pagi hari, ketika mobilitas warga sedang tinggi.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Anaknya Meninggal karena Gagal Ginjal Akut, Warga Ini Melapor ke Polda Metro Jaya

Anaknya Meninggal karena Gagal Ginjal Akut, Warga Ini Melapor ke Polda Metro Jaya

Megapolitan
Mengaku Hanya Mandikan Korban, Pria Disabilitas Tersangka Pencabulan Bocah Tetap Diproses Hukum

Mengaku Hanya Mandikan Korban, Pria Disabilitas Tersangka Pencabulan Bocah Tetap Diproses Hukum

Megapolitan
Polemik Relokasi SDN Pondok Cina 1, Orangtua Murid Berencana Gugat Pemkot Depok ke PTUN

Polemik Relokasi SDN Pondok Cina 1, Orangtua Murid Berencana Gugat Pemkot Depok ke PTUN

Megapolitan
Pria Ditemukan Tewas Membusuk di Ruang Tamu Rumahnya di Kawasan Pesanggrahan Jaksel

Pria Ditemukan Tewas Membusuk di Ruang Tamu Rumahnya di Kawasan Pesanggrahan Jaksel

Megapolitan
Saat Ayah Balita yang Tewas Dianiaya di Apartemen Kalibata City Ingin Mantan Istri Ikut Dipenjara…

Saat Ayah Balita yang Tewas Dianiaya di Apartemen Kalibata City Ingin Mantan Istri Ikut Dipenjara…

Megapolitan
Pulang Sebulan Sekali, Ini Kisah Kuncoro Sopir AKAP yang 12 Tahun Hidup Lintasi Aspal

Pulang Sebulan Sekali, Ini Kisah Kuncoro Sopir AKAP yang 12 Tahun Hidup Lintasi Aspal

Megapolitan
Masih Ada Parkir Liar di Sekitar Grand Indonesia, Bikin Lalin Tersendat

Masih Ada Parkir Liar di Sekitar Grand Indonesia, Bikin Lalin Tersendat

Megapolitan
Pria di Tangerang Kabur Usai Curi Ponsel, lalu Rampas Motor untuk Lari dari Kejaran Warga

Pria di Tangerang Kabur Usai Curi Ponsel, lalu Rampas Motor untuk Lari dari Kejaran Warga

Megapolitan
Samsat: 155 Mobil Dinas Pemkot Tangerang Tunggak Pajak

Samsat: 155 Mobil Dinas Pemkot Tangerang Tunggak Pajak

Megapolitan
Ayah Kandung Balita yang Tewas Dibanting Laporkan Mantan Istri ke Polres Depok

Ayah Kandung Balita yang Tewas Dibanting Laporkan Mantan Istri ke Polres Depok

Megapolitan
Tak Ada Korban Jiwa dalam Kebakaran Gedung Kemenkumham

Tak Ada Korban Jiwa dalam Kebakaran Gedung Kemenkumham

Megapolitan
Sulitnya Damkar Padamkan Api pada Bangunan yang Penuh Kardus Paket di Kembangan

Sulitnya Damkar Padamkan Api pada Bangunan yang Penuh Kardus Paket di Kembangan

Megapolitan
SDN Pondok Cina 1 Harus Kosongkan Usai Ujian, Wali Kota Depok: Sudah Kesepakatan Forkopimda

SDN Pondok Cina 1 Harus Kosongkan Usai Ujian, Wali Kota Depok: Sudah Kesepakatan Forkopimda

Megapolitan
Heru Budi Temui Imam Besar Masjid Istiqlal: Sowan untuk Tingkatkan Sinergi

Heru Budi Temui Imam Besar Masjid Istiqlal: Sowan untuk Tingkatkan Sinergi

Megapolitan
Fraksi PKS Nilai Jabatan Sekda Sebaiknya Diisi ASN Pemprov DKI

Fraksi PKS Nilai Jabatan Sekda Sebaiknya Diisi ASN Pemprov DKI

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.