Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Kasus Remaja Disekap dan Dijadikan PSK, Polda Metro Periksa 11 Saksi

Kompas.com - 17/09/2022, 18:07 WIB
Tria Sutrisna,
Bagus Santosa

Tim Redaksi

JAKARTA, KOMPAS.com - Polda Metro Jaya memeriksa 11 orang saksi dalam rangka penyidikan dugaan penyekapan dan eksploitasi seorang remaja perempuan berinisial NAT (15).

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Endra Zulpan mengatakan bahwa terdapat tujuh orang yang sudah diperiksa di Polda Metro Jaya, termasuk di antaranya korban dan ayahnya.

"Telah dilakukan pemeriksaan terhadap tujuh orang saksi yaitu pelapor dan pemeriksaan kepada korban," ujar Zulpan dalam keterangannya, Sabtu (17/9/2022).

Baca juga: Babak Baru Kasus Remaja Disekap dan Dijadikan PSK, Kekasih Korban Diduga Terlibat

Selain itu, lanjut Zulpan, penyidik juga memeriksa empat orang saksi di lokasi yang diduga menjadi tempat penyekapan dan eksploitasi korban.

Akan tetapi, Zulpan tidak menjelaskan secara terperinci lokasi yang disebut sebagai kejadian perkara (TKP) tersebut.

"Selain itu kami lakukan juga pemeriksaan empat saksi-saksi yang berada di lokasi kejadian," kata Zulpan.

Diberitakan sebelumnya, NAT diduga disekap dan dipaksa menjadi pekerja seks komersial (PSK) di apartemen wilayah Jakarta Barat dan Jakarta Utara.

Kuasa hukum korban M Zakir Rasyidin mengungkapkan, peristiwa tersebut diduga sudah terjadi selama 1,5 tahun, yakni sejak Januari 2021 dan diketahui pihak keluarga pada Juni 2022.

Baca juga: Remaja yang Disekap dan Dijadikan PSK Diteror Pelaku, Polda Metro Jamin Beri Perlindungan

Kasus itu dilaporkan ke Polda Metro Jaya dengan nomor LP/B/2912/VI/2022/SPKT POLDA METRO JAYA tanggal 14 Juni 2022.

Selama disekap, kata Zakir, pelaku diduga dipaksa oleh terlapor berinisial EMT untuk melayani pelanggan dan ditargetkan mendapatkan uang minimal Rp 1 juta per hari.

Setelah korban melapor, Zakir menambahkan, terlapor berusaha menghubungi dan meneror korban.

Teror tersebut dilakukan dengan cara mengintimidasi dan mengancam korban agar segera kembali ke apartemen untuk bekerja sebagai PSK.

"Jadi masih sering disampaikan harus balik lagi ke sana, kalau enggak utang Rp 35 juta harus dibayar. Enggak tahu ini utang asal muasalnya dari mana, korban juga enggak tahu," kata Zakir.

Baca juga: Kuasa Hukum Sebut Remaja yang Disekap dan Dijadikan PSK Ditawari Uang Damai Rp 120 Juta

Dalam kasus ini, penyidik sudah melakukan gelar perkara dan menaikkan status kasus tersebut ke penyidikan.

Kendati demikian, penyidik belum menangkap atau menetapkan tersangka dalam kasus penyekapan dan eksploitasi tersebut.

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Video rekomendasi
Video lainnya


Terkini Lainnya

Usulan PAN Duetkan Ridwan Kamil-Kaesang dan Dinasti Politik yang Akan Terus Lestari

Usulan PAN Duetkan Ridwan Kamil-Kaesang dan Dinasti Politik yang Akan Terus Lestari

Megapolitan
KIM Tawari PKS Kursi Cawagub DKI, Anies: Lebih Penting Bicara Kondisi Warga Jakarta

KIM Tawari PKS Kursi Cawagub DKI, Anies: Lebih Penting Bicara Kondisi Warga Jakarta

Megapolitan
Koalisi Prabowo Tawari Posisi Cawagub Jakarta ke PKS, Pengamat: Upaya Agar PKS Tidak Mengusung Anies

Koalisi Prabowo Tawari Posisi Cawagub Jakarta ke PKS, Pengamat: Upaya Agar PKS Tidak Mengusung Anies

Megapolitan
Kritik Aturan Baru Bebas Pajak di Jakarta, Anies: Jangan Sampai Pelan-pelan Warga Tergeser

Kritik Aturan Baru Bebas Pajak di Jakarta, Anies: Jangan Sampai Pelan-pelan Warga Tergeser

Megapolitan
Berkelakar, Heru Budi: Pak Prasetyo Edi Paling Pantas Jadi Gubernur DKI

Berkelakar, Heru Budi: Pak Prasetyo Edi Paling Pantas Jadi Gubernur DKI

Megapolitan
Deklarasi Supian Suri-Intan Fauzi untuk Pilkada Depok 2024 Tinggal Tunggu SK PAN

Deklarasi Supian Suri-Intan Fauzi untuk Pilkada Depok 2024 Tinggal Tunggu SK PAN

Megapolitan
Sore Mencekam di Pasar Minggu, Dua Kelompok Ormas Bentrok karena Peristiwa Pembacokan

Sore Mencekam di Pasar Minggu, Dua Kelompok Ormas Bentrok karena Peristiwa Pembacokan

Megapolitan
Warga Resah dengan Aksi Penjarahan Aset di Rusunawa Marunda

Warga Resah dengan Aksi Penjarahan Aset di Rusunawa Marunda

Megapolitan
Butuh Waktu 3 hari untuk Angkut Gunungan Sampah di TPS Pasar Bogor

Butuh Waktu 3 hari untuk Angkut Gunungan Sampah di TPS Pasar Bogor

Megapolitan
Soal Aturan Baru PBB di Jakarta, Heru Budi: Warga Bayar PBB jika Punya Rumah Lebih dari Satu

Soal Aturan Baru PBB di Jakarta, Heru Budi: Warga Bayar PBB jika Punya Rumah Lebih dari Satu

Megapolitan
Jika Tertangkap, 'Malaikat' yang Palak Warga Depok Akan Dibawa ke Dinas Sosial

Jika Tertangkap, "Malaikat" yang Palak Warga Depok Akan Dibawa ke Dinas Sosial

Megapolitan
Sampah di TPS Pasar Bogor Menggunung karena Keterbatasan Truk Pengangkut

Sampah di TPS Pasar Bogor Menggunung karena Keterbatasan Truk Pengangkut

Megapolitan
Motor Remaja di Depok Raib Usai Dituduh Melakukan Pelecehan Seksual

Motor Remaja di Depok Raib Usai Dituduh Melakukan Pelecehan Seksual

Megapolitan
Heru Budi Heran Penjambret Bisa Masuk Area CFD dengan Sepeda Motor

Heru Budi Heran Penjambret Bisa Masuk Area CFD dengan Sepeda Motor

Megapolitan
Libur Sekolah, 3 Sekawan Asal Pondok Ranggon Main Skuter Listrik di TMII

Libur Sekolah, 3 Sekawan Asal Pondok Ranggon Main Skuter Listrik di TMII

Megapolitan
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com