Organda: Sudah Saatnya Pemerintah Mengubah Model Bisnis Angkot - Kompas.com

Organda: Sudah Saatnya Pemerintah Mengubah Model Bisnis Angkot

Kompas.com - 07/12/2017, 17:18 WIB
Angkot sedang menunggu penumpang, Kamis (7/12/2017).KOMPAS.com/IWAN SUPRIYATNA Angkot sedang menunggu penumpang, Kamis (7/12/2017).

JAKARTA, KOMPAS.com - Sekretaris Jenderal Dewan Pimpinan Pusat Organisasi Angkutan Darat ( Organda) Ateng Haryono menilai, sudah saatnya pemerintah mengubah model bisnis angkutan kota ( angkot) untuk meningkatkan pelayanannya.

Salah satunya dengan mengubah formasi jok angkot, yang tadinya menghadap ke samping menjadi menghadap ke depan, dan dipasangi alat pendingin Air Conditioner (AC).

"Sudah saatnya pemerintah mengubah model bisnis angkutan kota. Model buy the service tentu lebih wajar bagi pelaku angkutan dan terlebih bagi masyarakat penggunanya," kata Ateng kepada Kompas.com, Kamis (7/12/2017).

Dengan perbaikan pelayanan yang diterapkan di setiap angkot, dinilai akan menghilangkan kesan negatif orang tentang citra angkot yang memiliki pelayanan buruk.

"Seperti sekarang, seolah diserahkan kepada mekanisme pasar, yang akhirnya dari sisi supply dirasa kurang memadai dan menimbulkan demand yang gradualy dirasa terus menurun," ucapnya.

Baca juga : Sopir Angkot: Kalau Jok Hadap Depan, Enggak Ada Lagi 4, 6, 4, 6...

Menurut Ateng, perubahan memang akan menimbulkan reaksi beragam dari berbagai pengusaha angkutan kota. Karena mau tidak mau, para pengusaha angkot akan mengeluarkan biaya lebih untuk mengubah angkotnya menjadi lebih nyaman.

"Perubahan jok dan AC, tentu menimbulkan biaya yang sangat berarti dan dirasa berat bagi pelaku industri," tutur Ateng.

Sekjen DPP Organda Ateng Haryono saat menghadiri acara simbolis pemasangan AC gratis di angkot se-Jabotabek oleh Go-Car dan Uber di Silang Barat Monas, Sabtu (1/7/2017).KOMPAS.com / ANDRI DONNAL PUTERA Sekjen DPP Organda Ateng Haryono saat menghadiri acara simbolis pemasangan AC gratis di angkot se-Jabotabek oleh Go-Car dan Uber di Silang Barat Monas, Sabtu (1/7/2017).

Meski demikian, perubahan untuk menuju arah yang lebih baik memang harus segera dilakukan, dan harus terlebih dahulu dilakukan sosialisasi agar para pengusaha bisa menerima adanya aturan kebijakan tersebut.

"Namun begitu, meskipun aturan sudah ada, tetap butuh sosialisasi guna penerapannya," ucapnya.

Baca juga : Jok Angkot di Jakarta Wajib Menghadap Depan

Terkait penerapannya, pihaknya meminta pemerintah untuk melakukannya secara bertahap. Hal itu agar tidak menimbulkan kesalahpahaman antara pemerintah sebagai penentu kebijakan dan pengusaha angkot sebagai pelaku industri.

"Bertahap, tentu dimulai dari yang tertua dan bergerak sampai yang masuk batas umur peremajaan," kata Ateng.

Kompas TV Mulai 1 November kemarin siswa SMP di Klungkung Bali mendapat layanan antar jemput sekolah secara gratis dari pemerintah daerah setempat.


EditorDian Maharani
Komentar

Terkini Lainnya

Alasan Penggalangan Dana Kampanye Ridwan Kamil Diadakan di Jakarta

Alasan Penggalangan Dana Kampanye Ridwan Kamil Diadakan di Jakarta

Megapolitan
Andro Si K9 Milik Bea Cukai Kelelahan Mengendus Kapal  Win Long BH 2998

Andro Si K9 Milik Bea Cukai Kelelahan Mengendus Kapal Win Long BH 2998

Regional
Diduga Terima Suap dari Calon Bupati, Ketua Panwaslu dan Anggota KPU Ditangkap

Diduga Terima Suap dari Calon Bupati, Ketua Panwaslu dan Anggota KPU Ditangkap

Regional
'Megawati Rombak Tradisi Ketum Partai Otomatis Capres'

"Megawati Rombak Tradisi Ketum Partai Otomatis Capres"

Nasional
India Wacanakan Layanan Bedah Plastik Gratis bagi Warga Miskin

India Wacanakan Layanan Bedah Plastik Gratis bagi Warga Miskin

Internasional
Indonesia Mini di 'Kampus Toleransi' Salatiga

Indonesia Mini di "Kampus Toleransi" Salatiga

Regional
Buka Festival Shalawat, Jokowi Ajak Umat Jaga Kedamaian di Tahun Politik

Buka Festival Shalawat, Jokowi Ajak Umat Jaga Kedamaian di Tahun Politik

Regional
Berdagang di Atas Trotoar Tanah Abang, PKL Kesal Ditertibkan Satpol PP

Berdagang di Atas Trotoar Tanah Abang, PKL Kesal Ditertibkan Satpol PP

Megapolitan
Lebih dari 1.000 Perempuan ISIS Berpotensi Kembali ke Eropa

Lebih dari 1.000 Perempuan ISIS Berpotensi Kembali ke Eropa

Internasional
Pengendara Moge yang Terobos Pintu Tol Diduga Idap Skizofrenia

Pengendara Moge yang Terobos Pintu Tol Diduga Idap Skizofrenia

Regional
Gelar 'Gala Dinner' di Kemayoran, Ridwan Kamil Kumpulkan Rp 1,2 Miliar

Gelar "Gala Dinner" di Kemayoran, Ridwan Kamil Kumpulkan Rp 1,2 Miliar

Megapolitan
Aparat Gabungan Belum Temukan Bukti Narkotika di Kapal Win Long BH 2988

Aparat Gabungan Belum Temukan Bukti Narkotika di Kapal Win Long BH 2988

Regional
Penyebar Ujaran Kebencian Antar-suku di Medsos Ditangkap Bersama Ponsel dan SIM Card

Penyebar Ujaran Kebencian Antar-suku di Medsos Ditangkap Bersama Ponsel dan SIM Card

Regional
Kapolri Perintahkan Jajarannya untuk Silaturahmi dengan Persatuan Islam.

Kapolri Perintahkan Jajarannya untuk Silaturahmi dengan Persatuan Islam.

Regional
Mabes Polri Kirim Helikopter untuk Pengamanan Pilkada Sulawesi Selatan

Mabes Polri Kirim Helikopter untuk Pengamanan Pilkada Sulawesi Selatan

Regional

Close Ads X