Kompas.com - 14/08/2014, 12:01 WIB
Teman dan saudara Annisa Azwar (20), mahasiswa Ilmu Keperawatan Universitas Indonesia, melepas jenazah Annisa dari RSUD Koja, Jakarta Utara, menuju kampung halamannya di Agam, Sumatera Barat, Minggu (10/2/2013). Annisa diduga meloncat dari angkutan kota karena khawatir jadi sasaran kejahatan dalam perjalanan menuju Pademangan Rabu (6/2/2013) sore.

KOMPAS/MUKHAMAD KURNIAWANTeman dan saudara Annisa Azwar (20), mahasiswa Ilmu Keperawatan Universitas Indonesia, melepas jenazah Annisa dari RSUD Koja, Jakarta Utara, menuju kampung halamannya di Agam, Sumatera Barat, Minggu (10/2/2013). Annisa diduga meloncat dari angkutan kota karena khawatir jadi sasaran kejahatan dalam perjalanan menuju Pademangan Rabu (6/2/2013) sore.
|
EditorAna Shofiana Syatiri

JAKARTA, KOMPAS.com
 — Para penjenguk di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Koja mengeluhkan sistem tarif parkir yang diterapkan di rumah sakit tersebut. Menurut mereka, sistem tarif parkir per jam sangat mencekik mereka.

"Tarif di sini sangat tidak masuk akal. Sehari saja saya bisa Rp 12.000 buat parkir doang. Kalau begini terus, uangnya habis di parkir dong," ujar Kamto, warga Koja, kepada Kompas.com, Kamis (15/8/2014).

Kamto menuturkan, sudah lima hari ini ia menunggui istrinya yang sedang sakit. Menurut dia, tidak wajar jika seseorang menunggu keluarga yang sedang dirawat di rumah sakit tersebut dikenai tarif parkir. Sebab, rumah sakit bukan pusat perbelanjaan. Dia berharap pihak rumah sakit mengenakan tarif flat (rata), bukan berdasarkan lama parkir.

Hal senada juga diungkapkan oleh Yono (34). Dia sedang menunggui ibunya yang dirawat di RSUD Koja.

"Agak keberatan juga tarif parkir per jam. Soalnya, kalau jaga malam, otomatis di atas 5 jam kan ya, walaupun di sini gratis berobatnya, tapi bisa diringankan sedikit lagilah untuk parkirnya," ucapnya.

Per jamnya, tarif parkir di RSUD Koja dikenai Rp 2.000. Sesuai APBD 2013, retribusi parkir untuk mobil naik dari Rp 2.000 untuk satu jam pertama menjadi Rp 3.000, sementara untuk motor kenaikan tarif dari Rp 500 menjadi Rp 2.000.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

UPDATE 6 Mei: Kasus Covid-19 di Jakarta Bertambah 905, Pasien Meninggal 20 orang

UPDATE 6 Mei: Kasus Covid-19 di Jakarta Bertambah 905, Pasien Meninggal 20 orang

Megapolitan
Pemprov DKI: Pengusaha Wisata Ingin Tetap Buka Saat Libur Lebaran 2021

Pemprov DKI: Pengusaha Wisata Ingin Tetap Buka Saat Libur Lebaran 2021

Megapolitan
Larangan Mudik Lebaran Berlaku, Tiga Maskapai Masih Beroperasi dari Bandara Soekarno-Hatta

Larangan Mudik Lebaran Berlaku, Tiga Maskapai Masih Beroperasi dari Bandara Soekarno-Hatta

Megapolitan
Varian Virus Corona dari India Sudah Masuk Tangsel, Seperti Apa Bahayanya?

Varian Virus Corona dari India Sudah Masuk Tangsel, Seperti Apa Bahayanya?

Megapolitan
Bertemu Anies, AHY: Dulu Kami Berkompetisi, Sekarang Bersahabat

Bertemu Anies, AHY: Dulu Kami Berkompetisi, Sekarang Bersahabat

Megapolitan
Terminal Pulo Gebang Tak Batasi Keberangkatan Bus Berstiker Khusus Selama Periode Larangan Mudik

Terminal Pulo Gebang Tak Batasi Keberangkatan Bus Berstiker Khusus Selama Periode Larangan Mudik

Megapolitan
John Kei: Saya Minta Dibebaskan, Saya Tak Tahu Masalah Ini

John Kei: Saya Minta Dibebaskan, Saya Tak Tahu Masalah Ini

Megapolitan
Minta Warga Tak Mudik, Anies: Ini Untuk Melindungi Semua

Minta Warga Tak Mudik, Anies: Ini Untuk Melindungi Semua

Megapolitan
Larangan Mudik, Polisi Paksa Putar Balik 1.070 Kendaraan di Tol Cikupa dan Cikarang Barat

Larangan Mudik, Polisi Paksa Putar Balik 1.070 Kendaraan di Tol Cikupa dan Cikarang Barat

Megapolitan
Pohon Tumbang Menimpa Mobil di Jalan Pajajaran Pamulang

Pohon Tumbang Menimpa Mobil di Jalan Pajajaran Pamulang

Megapolitan
Larangan Mudik Lebaran Hari Pertama, Operasional AKAP di Terminal Poris Plawad Dihentikan

Larangan Mudik Lebaran Hari Pertama, Operasional AKAP di Terminal Poris Plawad Dihentikan

Megapolitan
John Kei: Saya Tandatangan BAP karena Anak Saya Ditendang, Ditahan 3 Hari

John Kei: Saya Tandatangan BAP karena Anak Saya Ditendang, Ditahan 3 Hari

Megapolitan
Hari Pertama Larangan Mudik, Ratusan Kendaraan yang Masuk Kota Bogor Diputar Balik

Hari Pertama Larangan Mudik, Ratusan Kendaraan yang Masuk Kota Bogor Diputar Balik

Megapolitan
Dishub DKI: Pergerakan Warga di Kawasan Jabodetabek Tak Perlu SIKM

Dishub DKI: Pergerakan Warga di Kawasan Jabodetabek Tak Perlu SIKM

Megapolitan
Anies ke AHY: Demokrat Melewati Ujian yang Tidak Sederhana

Anies ke AHY: Demokrat Melewati Ujian yang Tidak Sederhana

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X