"Ada yang 'Ngebet' Jadi Wakil Gubernur DKI"

Kompas.com - 25/08/2014, 15:51 WIB
Ketua DPD DKI Jakarta Partai Gerindra Muhammad Taufik, di depan Gedung Mahkamah Konstitusi, Jakarta Pusat, Jumat (15/8/2014). KOMPAS.com/Abba GabrillinKetua DPD DKI Jakarta Partai Gerindra Muhammad Taufik, di depan Gedung Mahkamah Konstitusi, Jakarta Pusat, Jumat (15/8/2014).
Penulis Alsadad Rudi
|
EditorDesy Afrianti
JAKARTA, KOMPAS.com — Anggota DPRD DKI Jakarta dari Fraksi Partai Gerindra, Mohammad Taufik, mengatakan bahwa sampai saat ini partainya belum mengambil keputusan kader yang akan dimajukan sebagai calon wakil gubernur DKI Jakarta.

Ia bahkan menilai mulai bergulirnya isu seputar pemilihan cawagub DKI karena ada pihak yang sudah terlalu berkeinginan untuk menduduki jabatan tersebut. Meski demikian, Taufik menolak menyebutkan orang yang ia maksud itu.

"Masih jauh. Butuh waktu panjang sekitar satu sampai dua bulan. Masih panjang waktunya. Ini kan karena ada orang kegeeran saja mau duduk sebagai wagub. Ada yang ngebet jadi wakil gubernur," ujar Taufik seusai rapat paripurna istimewa pelantikan anggota DPRD periode 2014-2019, di Gedung DPRD, Jalan Kebon Sirih, Jakarta Pusat, Senin (25/8/2014).

Menurut Taufik, pembahasan mengenai cawagub baru akan dilakukan saat surat pengunduran diri Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo sudah diajukan ke DPRD DKI. Sampai saat ini, kata dia, DPRD DKI belum menerima surat permohonan pengunduran diri dari mantan Wali Kota Solo itu.

Ia menilai, idealnya cawagub DKI adalah orang yang berasal dari partai pengusung Jokowi-Ahok pada Pilkada DKI 2012, yakni PDI-P dan Gerindra.

"Partai pengusung kan ada dua, yakni PDI-P dan Gerindra. Bisa jadi masing-masing partai mempunyai nama. Itu akan kita sampaikan ke DPRD," kata Ketua DPD Gerindra DKI Jakarta itu.

Seperti diketahui, saat ini Jokowi sudah berstatus sebagai presiden terpilih. Rencananya, dia akan dilantik pada 20 Oktober mendatang. Dengan demikian, ia sudah harus mengundurkan diri dari jabatannya saat ini sebelum tanggal tersebut.

Apabila Jokowi mengundurkan diri, wakilnya, Basuki "Ahok" Tjahaja Purnama secara otomatis akan naik jabatan menjadi gubernur.

Untuk mengisi kekosongan jabatan yang ditinggalkan Ahok, PDI-P dan Gerindra akan diminta menyepakati dua nama untuk dimajukan sebagai cawagub DKI. Nantinya proses pemilihan akan dilakukan oleh seluruh anggota DPRD.

Baca tentang


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Hujan Deras, Tanah di Depan Rumah Warga Lenteng Agung Longsor

Hujan Deras, Tanah di Depan Rumah Warga Lenteng Agung Longsor

Megapolitan
UPDATE 13 Agustus: Bertambah 12, Kasus Covid-19 di Kota Tangerang Kini Ada 667

UPDATE 13 Agustus: Bertambah 12, Kasus Covid-19 di Kota Tangerang Kini Ada 667

Megapolitan
Antisipasi Penambahan Pasien Covid-19, RSPI Sulianti Saroso Tambah Jumlah Kasur

Antisipasi Penambahan Pasien Covid-19, RSPI Sulianti Saroso Tambah Jumlah Kasur

Megapolitan
Sebelum Meninggal, Korban Penembakan di Ruko Royal Gading Square Berusaha Selamatkan Diri

Sebelum Meninggal, Korban Penembakan di Ruko Royal Gading Square Berusaha Selamatkan Diri

Megapolitan
Data Kemendikbud, 9 Sekolah di Jakarta Gelar KBM Tatap Muka meski Masih Zona Merah

Data Kemendikbud, 9 Sekolah di Jakarta Gelar KBM Tatap Muka meski Masih Zona Merah

Megapolitan
Kasus Positif Covid-19 Terus Naik, Kapasitas Ruangan di RSPI Sulianti Saroso Masih Cukup

Kasus Positif Covid-19 Terus Naik, Kapasitas Ruangan di RSPI Sulianti Saroso Masih Cukup

Megapolitan
UPDATE 13 Agustus: Bertambah 1 Kasus Positif Covid-19 dan 9 Pasien Sembuh di Tangsel

UPDATE 13 Agustus: Bertambah 1 Kasus Positif Covid-19 dan 9 Pasien Sembuh di Tangsel

Megapolitan
Anies: Kapasitas Tempat Tidur Isolasi Pasien Covid-19 Terisi 65 Persen, Ruang ICU 67 Persen

Anies: Kapasitas Tempat Tidur Isolasi Pasien Covid-19 Terisi 65 Persen, Ruang ICU 67 Persen

Megapolitan
PSBB Transisi Diperpanjang, Perlombaan HUT Kemerdekaan RI Ditiadakan tetapi Upacara Diperbolehkan

PSBB Transisi Diperpanjang, Perlombaan HUT Kemerdekaan RI Ditiadakan tetapi Upacara Diperbolehkan

Megapolitan
Positivity Rate dalam Sepekan 8,7 Persen, Anies Sebut Secara Akumulasi Masih Aman

Positivity Rate dalam Sepekan 8,7 Persen, Anies Sebut Secara Akumulasi Masih Aman

Megapolitan
Anies Kembali Tiadakan Car Free Day di Jakarta untuk Sementara

Anies Kembali Tiadakan Car Free Day di Jakarta untuk Sementara

Megapolitan
Anies: Pasien Covid-19 Kelompok OTG Tak Perlu Tes Swab Berulang, Hanya Butuh Isolasi

Anies: Pasien Covid-19 Kelompok OTG Tak Perlu Tes Swab Berulang, Hanya Butuh Isolasi

Megapolitan
27 dari 29 Warga Wijaya Kusuma Klaster Tahlilan Dinyatakan Sembuh dari Covid-19

27 dari 29 Warga Wijaya Kusuma Klaster Tahlilan Dinyatakan Sembuh dari Covid-19

Megapolitan
Ganti Rugi Belum Dibayar, Warga Jatikarya Demo di Tol Cimanggis-Cibitung

Ganti Rugi Belum Dibayar, Warga Jatikarya Demo di Tol Cimanggis-Cibitung

Megapolitan
Polisi Masih Buru 3 Tersangka Pengganjal ATM Asal Lampung yang Beraksi di Tambora

Polisi Masih Buru 3 Tersangka Pengganjal ATM Asal Lampung yang Beraksi di Tambora

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X