PNS DKI Ini Anggap Keterlambatan Gaji Terus Berulang Setiap Tahun

Kompas.com - 08/01/2015, 17:05 WIB
Ilustrasi: Pegawai Negeri Sipil (PNS) di lingkungan Pemprov DKI Jakarta berjalan menuju bus jemputan di Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Jumat (19/4/2013). KOMPAS/WISNU WIDIANTOROIlustrasi: Pegawai Negeri Sipil (PNS) di lingkungan Pemprov DKI Jakarta berjalan menuju bus jemputan di Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Jumat (19/4/2013).
Penulis Nur Azizah
|
EditorDesy Afrianti
JAKARTA, KOMPAS.com - Pembayaran gaji pegawai negeri sipil (PNS) di lingkungan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta mengalami keterlambatan. Sekitar 72.000 PNS DKI baru menerima gaji hari ini, Kamis (8/1/2015). Seharusnya gaji itu dibayarkan pada 1 Januari.

Keterlambatan ini rupanya tak mengagetkan beberapa PNS DKI. Sebab, mereka menganggap keterlambatan itu sudah sering terjadi, bahkan terus berulang setiap tahun.

Salah satu PNS DKI yang mengaku selalu terjadi keterlambatan gaji setiap tahun adalah Setiyanto Setiyanto. Ia menilai, hal tersebut lantaran pergantian tahun dan tutup buku.

"Setiap tahun memang terlambat. Kalau tahun ini mungkin karena ada lelang jabatan yang dilakukan Pak Ahok (Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama)," ucap Sekertaris Kelurahan Gelora Bung Karno itu, Kamis (8/1/2015).

Sama halnya dengan Setiyanto, Dian Permata Sari juga tak terlalu kaget dengan kabar telatnya pembayaran gaji PNS DKI Jakarta. Dian mengaku, keterlambatan pembayaran gaji sudah menjadi hal yang lumrah. [Baca: Kepala BPKD: Terlambat Tiga atau Empat Hari Saja, PNS DKI Itu Manja]

Meski demikian, Dian berharap gaji bisa 'cair' sesuai dengan waktunya. Gaji tersebut bisanya digunakan Dian untuk membayar keperluan sekolah anak dan memenuhi kebutuhan hidupnya. "Jangan telat melulu lah. Kami (para PNS) ingin gaji turun tepat waktu," kata wanita yang sudah lima tahun menjabat PNS DKI.

Keterlambatan pembayaran gaji PNS juga berdampak pada kehidupan Suradi. Pria yang sudah Sembilan tahun menjabat sebagai staf di Kecamatan Kebayoran Baru. Suradi mengaku sangat bergantung pada gaji tersebut.

"Ya, kalau yang punya simpanan sih enggak pusing. Kalau yang tidak punya tabungan lagi bagaimana?" ujarnya saat ditemui di Kantor Kecamatan Kebayoran Baru.Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Sajam yang Dipakai untuk Menusuk Anggota TNI AD di Jakarta Utara Sudah Ditemukan

Sajam yang Dipakai untuk Menusuk Anggota TNI AD di Jakarta Utara Sudah Ditemukan

Megapolitan
Giring-Anies Saling Sindir, Pengamat: Hanya untuk Menyenangkan Masing-masing Pendukungnya

Giring-Anies Saling Sindir, Pengamat: Hanya untuk Menyenangkan Masing-masing Pendukungnya

Megapolitan
Apresiasi Kinerja KPK Tetapkan Rahmat Effendi Tersangka, Warga Bekasi Utara Cukur Gundul

Apresiasi Kinerja KPK Tetapkan Rahmat Effendi Tersangka, Warga Bekasi Utara Cukur Gundul

Megapolitan
Pemprov DKI Jakarta Disarankan Terus Gencarkan Vaksinasi Booster Covid-19

Pemprov DKI Jakarta Disarankan Terus Gencarkan Vaksinasi Booster Covid-19

Megapolitan
Antusiasnya Warga Kunjungi Alun-alun Depok dan Nasib Skatepark yang Dijadikan Perosotan

Antusiasnya Warga Kunjungi Alun-alun Depok dan Nasib Skatepark yang Dijadikan Perosotan

Megapolitan
Mayat Pria Tanpa Identitas Ditemukan Membusuk di Saluran Air Kampung Tambun Bekasi

Mayat Pria Tanpa Identitas Ditemukan Membusuk di Saluran Air Kampung Tambun Bekasi

Megapolitan
Pengendara Mobil Diteriaki Maling dan Dipukuli hingga Tewas di Cakung, padahal Bukan Pencuri

Pengendara Mobil Diteriaki Maling dan Dipukuli hingga Tewas di Cakung, padahal Bukan Pencuri

Megapolitan
Konvoi Mobil Mewah yang Berhenti di Tol untuk Berfoto Tidak Ditilang, Hanya Ditegur Polisi

Konvoi Mobil Mewah yang Berhenti di Tol untuk Berfoto Tidak Ditilang, Hanya Ditegur Polisi

Megapolitan
2 Pasien Omicron Meninggal Dunia, Dinkes DKI: Kita Tidak Boleh Anggap Enteng

2 Pasien Omicron Meninggal Dunia, Dinkes DKI: Kita Tidak Boleh Anggap Enteng

Megapolitan
Wagub DKI Sebut Penularan Covid-19 di Sekolah Sedikit, Ahli: Pelacakannya Harus Cermat

Wagub DKI Sebut Penularan Covid-19 di Sekolah Sedikit, Ahli: Pelacakannya Harus Cermat

Megapolitan
Resmi, Street Race Kabupaten Bekasi di Meikarta Akan Digelar Februari

Resmi, Street Race Kabupaten Bekasi di Meikarta Akan Digelar Februari

Megapolitan
Konvoi Mobil Mewah Berhenti di Tol untuk Sesi Dokumentasi, Langsung Ditegur Polisi

Konvoi Mobil Mewah Berhenti di Tol untuk Sesi Dokumentasi, Langsung Ditegur Polisi

Megapolitan
Kronologi Kecelakaan 2 Truk di Depan Balai Kartini yang Tewaskan 1 Sopir...

Kronologi Kecelakaan 2 Truk di Depan Balai Kartini yang Tewaskan 1 Sopir...

Megapolitan
Dua Orang Awak Angkut Bandara Asal China Diperiksa Usai Bawa Kargo Tanpa Pemberitahuan

Dua Orang Awak Angkut Bandara Asal China Diperiksa Usai Bawa Kargo Tanpa Pemberitahuan

Megapolitan
Daftar Lokasi Vaksinasi Covid-19 Dosis Booster di DKI Jakarta

Daftar Lokasi Vaksinasi Covid-19 Dosis Booster di DKI Jakarta

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.