Kompas.com - 22/07/2016, 18:18 WIB
Warga Bukit Duri gelar kongres rakyat, Bukit Duri, Jakarta Selatan, Jumat (22/7/2016). Kongres digelar lantaran Pemprov DKI Jakarta bersikukuh untuk melakukan penggusuran di kawasan tersebut. Kahfi Dirga CahyaWarga Bukit Duri gelar kongres rakyat, Bukit Duri, Jakarta Selatan, Jumat (22/7/2016). Kongres digelar lantaran Pemprov DKI Jakarta bersikukuh untuk melakukan penggusuran di kawasan tersebut.
|
EditorFidel Ali

JAKARTA, KOMPAS.com - Warga Bukit Duri gelar "kongres rakyat", Jumat (22/7/2016). Bertempat di depan Pos RT 08/12, Bukit Duri, Jakarta Selatan, kongres tersebut dihadiri sebagian warga.

Sandyawan Sumardi, perwakilan warga Bukit Duri mengungkapkan kongres ini diadakan untuk merespon rencana penggusuran oleh Pemprov DKI Jakarta.

Menurutnya, keadaan saat ini sudah mendesak.

"Kami kan terancam akan digusur. Meskipun sidang masih berlangsung, Pemprov tidak akan peduli," kata Sandy kepada Kompas.com di Bukit Duri, Jakarta Selatan, Jumat.

Dalam kongres tersebut, rencananya akan mengumpulkan masukan dari warga perihal langkah selanjutnya. Kongres tersebut akan dipandu dan diharapkan menghasilkan kesepakatan terbaik bagi warga.

Sandy menambahkan, hingga saat ini warga Bukit Duri konsisten untuk menuntut keadilan. Warga, kata Sandy tidak menolak pembangunan.

"Kalau pembangunan hanya infrastruktur fisik, tapi sosial ekonomi dan budaya dihancurkan dengan peggusuran. Modal sosial dibangun puluhan tahun dihancurkan begitu saja, kami lawan," tegas Sandy.

Pantauan Kompas.com, sudah puluhan warga Bukit Duri hadir dalam kongres rakyat. Mereka berkumpul dan bersiap untuk menggelar kongres.

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta akan segera menggusur bangunan dan permukiman di kawasan Bukit Duri, Jakarta Selatan, yang berbatasan langsung dengan Sungai Ciliwung.

Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok menegaskan tak akan menunda waktu penggusuran tersebut. (Baca: Ahok Akan Gugat Warga Bukit Duri jika Tolak Direlokasi)

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Sopir Taksi Tewas Gantung Diri di Kalideres, Diduga akibat Masalah Rumah Tangga

Sopir Taksi Tewas Gantung Diri di Kalideres, Diduga akibat Masalah Rumah Tangga

Megapolitan
14 Komunitas Akan Ikut 'Street Race' di Kabupaten Bekasi

14 Komunitas Akan Ikut "Street Race" di Kabupaten Bekasi

Megapolitan
Polda Metro Bentuk Tim Khusus Usut Kasus Pengeroyokan Kakek 89 Tahun di Cakung

Polda Metro Bentuk Tim Khusus Usut Kasus Pengeroyokan Kakek 89 Tahun di Cakung

Megapolitan
Vaksinasi Covid-19 Dosis Ketiga di Kota Tangerang Mencapai 3,1 Persen

Vaksinasi Covid-19 Dosis Ketiga di Kota Tangerang Mencapai 3,1 Persen

Megapolitan
Gudang Terbakar di Kembangan Jakbar, 13 Unit Damkar Dikerahkan

Gudang Terbakar di Kembangan Jakbar, 13 Unit Damkar Dikerahkan

Megapolitan
Polisi Cari Tersangka Lain Kasus Pengeroyokan Kakek hingga Tewas di Cakung

Polisi Cari Tersangka Lain Kasus Pengeroyokan Kakek hingga Tewas di Cakung

Megapolitan
Dua Wanita di Cakung Terseret 1 Meter karena Pertahankan Motor yang Hendak Dibegal

Dua Wanita di Cakung Terseret 1 Meter karena Pertahankan Motor yang Hendak Dibegal

Megapolitan
Sudah Divaksin 2 Dosis, Warga Jakarta yang Terpapar Omicron Meninggal karena Komplikasi

Sudah Divaksin 2 Dosis, Warga Jakarta yang Terpapar Omicron Meninggal karena Komplikasi

Megapolitan
72 Pasien Dirawat di Rumah Lawan Covid-19 Tangerang Selatan

72 Pasien Dirawat di Rumah Lawan Covid-19 Tangerang Selatan

Megapolitan
130 Hari Menuju Formula E, Jakpro Sebut Belum Ada Sponsor yang Resmi Bergabung

130 Hari Menuju Formula E, Jakpro Sebut Belum Ada Sponsor yang Resmi Bergabung

Megapolitan
Tender Pembangunan Sirkuit Formula E Tertulis 'Gagal', Jakpro: Yaudah

Tender Pembangunan Sirkuit Formula E Tertulis "Gagal", Jakpro: Yaudah

Megapolitan
Kasus Covid-19 Naik, Pemkot Tangerang Rencanakan Seluruh Siswa SD Belajar Daring

Kasus Covid-19 Naik, Pemkot Tangerang Rencanakan Seluruh Siswa SD Belajar Daring

Megapolitan
Sopir Sedang Cuti, Kakek 89 Tahun yang Tewas Dikeroyok Pergi Sendiri Tanpa Diketahui Tujuannya

Sopir Sedang Cuti, Kakek 89 Tahun yang Tewas Dikeroyok Pergi Sendiri Tanpa Diketahui Tujuannya

Megapolitan
Kasus Kakek 89 Tahun Tewas Dikeroyok, Tersangka Teriaki Korban Maling karena Motornya Tersenggol

Kasus Kakek 89 Tahun Tewas Dikeroyok, Tersangka Teriaki Korban Maling karena Motornya Tersenggol

Megapolitan
Dari 63 Kelurahan di Depok, Hanya Leuwinanggung yang Nihil Kasus Covid-19

Dari 63 Kelurahan di Depok, Hanya Leuwinanggung yang Nihil Kasus Covid-19

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.