Kompas.com - 28/11/2016, 17:56 WIB
Kepala Dinas Tata Air DKI Jakarta Teguh Hendrawan di Balai Kota, Senin (25/1/2016). Kompas.com/Alsadad RudiKepala Dinas Tata Air DKI Jakarta Teguh Hendrawan di Balai Kota, Senin (25/1/2016).
|
EditorFidel Ali

JAKARTA, KOMPAS.com - Dinas Tata Air DKI Jakarta baru dapat menyerap sekitar 44 persen dari total anggaran 2016 sebesar Rp 2,7 triliun. Kepala Dinas Tata Air DKI Jakarta Teguh Hendarwan menargetkan, instansinya dapat menyerap anggaran hingga 80 persen pada akhir tahun.

"Sekarang sudah proses penagihan lelang konsolidasi dan pembayaran pengadaan belanja barang," kata Teguh, di Balai Kota DKI Jakarta, Senin (28/11/2016).

Dia menjelaskan, Dinas Tata Air DKI Jakarta tak akan dapat menyerap anggaran hingga 100 persen. Hal itu disebabkan karena tidak terlaksananya berbagai program unggulan. Contohnya seperti program National Capital Integrated Coastal Development (NCICD) di Kamal Muara dan Kali Blencong.

Hingga kini, lanjut dia, belum ada kesepakatan bersama warga terkait pelaksanaan program tersebut.

"Termasuk pembangunan pengolahan air bersih di 9 pulau di Kabupaten Pulau Seribu yang kami putus kontrak," kata Teguh. (Baca: Bupati Yoyok Sarankan Warga Jakarta Pertanyakan Serapan Anggaran DKI)

Sedangkan program yang dapat berjalan adalah pembebasan lahan untuk normalisasi. Menurut dia, pembebasan lahan mencapai 98 persen dari total anggaran Rp 330 miliar.

"Untuk tahun 2017, kami ajukan anggaran Rp 2,6 triliun. Salah satunya untuk lahan yang belum dibebaskan, termasuk lanjutan NCICD, JEDI (Jakarta Emergency Dredging Initiatives), penataan waduk, dan pengamanan aset," kata Teguh.

Kompas TV Ahok Tanggapi Pernyataan Jokowi Tentang Serapan Anggaran
Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Jenazah Pria Diduga ODGJ Ditemukan di Muaragembong Bekasi

Jenazah Pria Diduga ODGJ Ditemukan di Muaragembong Bekasi

Megapolitan
Kasus Kekerasan Anak di Serpong, Orangtua Sebut Pelaku Rekam Video Pakai Ponsel Korban

Kasus Kekerasan Anak di Serpong, Orangtua Sebut Pelaku Rekam Video Pakai Ponsel Korban

Megapolitan
Update 18 Mei: Tambah 12 Kasus Covid-19 di Kota Tangerang, 60 Pasien Masih Dirawat

Update 18 Mei: Tambah 12 Kasus Covid-19 di Kota Tangerang, 60 Pasien Masih Dirawat

Megapolitan
Update 18 Mei: Bertambah 17, Total Kasus Covid-19 di Tangsel Kini 84.232

Update 18 Mei: Bertambah 17, Total Kasus Covid-19 di Tangsel Kini 84.232

Megapolitan
Kisah Tragis Eno Farihah Diperkosa dan Dibunuh dengan Pacul, Salah Satu Pelakunya Masih Remaja (1)

Kisah Tragis Eno Farihah Diperkosa dan Dibunuh dengan Pacul, Salah Satu Pelakunya Masih Remaja (1)

Megapolitan
Peringatan Dini BMKG: Potensi Hujan Disertai Angin Kencang di Jaksel, Jaktim, dan Bodebek

Peringatan Dini BMKG: Potensi Hujan Disertai Angin Kencang di Jaksel, Jaktim, dan Bodebek

Megapolitan
Pemkot Tangsel Gencarkan Sosialisasi Pencegahan Hepatitis Akut

Pemkot Tangsel Gencarkan Sosialisasi Pencegahan Hepatitis Akut

Megapolitan
Ocean Park BSD: Harga Tiket dan Cara ke Sana

Ocean Park BSD: Harga Tiket dan Cara ke Sana

Megapolitan
Cara Ke Tebet Eco Park Naik KRL, Transjakarta, dan Mikrotrans

Cara Ke Tebet Eco Park Naik KRL, Transjakarta, dan Mikrotrans

Megapolitan
Branchsto BSD: Harga Tiket dan Cara ke Sana

Branchsto BSD: Harga Tiket dan Cara ke Sana

Megapolitan
Kasus Kekerasan Anak di Serpong, Orangtua Sebut Awalnya Korban Tutupi Kejadian yang Dialaminya

Kasus Kekerasan Anak di Serpong, Orangtua Sebut Awalnya Korban Tutupi Kejadian yang Dialaminya

Megapolitan
Cegah Pohon Lain Tumbang, Camat Larangan Akan Pangkas Daun di Pohon Berdaun Lebat

Cegah Pohon Lain Tumbang, Camat Larangan Akan Pangkas Daun di Pohon Berdaun Lebat

Megapolitan
Cerita Peserta UTBK di UI, Kaget Soal Berbeda dengan Materi yang Dipelajari

Cerita Peserta UTBK di UI, Kaget Soal Berbeda dengan Materi yang Dipelajari

Megapolitan
Syarat dan Cara Daftar Kartu Prakerja Gelombang 29

Syarat dan Cara Daftar Kartu Prakerja Gelombang 29

Megapolitan
Pemprov DKI Diminta Aktif Sosialisasikan PPDB 2022 agar Orangtua Calon Siswa Tak Bingung

Pemprov DKI Diminta Aktif Sosialisasikan PPDB 2022 agar Orangtua Calon Siswa Tak Bingung

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.