Tentukan Subsidi MRT, DPRD DKI Berencana ke Hongkong

Kompas.com - 10/07/2017, 17:27 WIB
Tampak sebagian area pengerjaan proyek MRT dari atas jalan layang Koridor 13 bus transjakarta (Tendean-Ciledug) pada Minggu (9/7/2017). Salah satu halte, yaitu Halte CSW, akan terintegrasi dengan layanan MRT. KOMPAS.com / ANDRI DONNAL PUTERA Tampak sebagian area pengerjaan proyek MRT dari atas jalan layang Koridor 13 bus transjakarta (Tendean-Ciledug) pada Minggu (9/7/2017). Salah satu halte, yaitu Halte CSW, akan terintegrasi dengan layanan MRT.
|
EditorFidel Ali

JAKARTA, KOMPAS.com - Dalam tinjauan ke proyek mass rapid transit ( MRT) di Lebak Bulus, para pimpinan dewan mengungkapkan keinginannya untuk pergi ke Hongkong dalam rangka mengkaji operasional MRT di sana.

Hal ini disampaikan para pimpinan dewan setelah Direktur Keuangan PT MRT Jakarta Tuhiyat memaparkan konsep transit oriented development (TOD) MRT Jakarta akan mengacu pada TOD di LOHAS Park Hongkong.

"TOD-nya di Hongkong, kita bisa lihat enggak ke Hongkong, nanti diitung-itung di situ dari segi tarif kemahalan atau tidak, sayang kalau nanti enggak ada yang naik," kata Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta Mohamad Taufik kepada Tuhiyat, Senin sore.

Taufik meminta proyeksi dari konsultan PT MRT Jakarta untuk menentukan subsidi serta rekomendasi tambahan dana. Saat dioperasikan pada 1 Maret 2019 nanti, MRT diperkirakan akan memiliki 173.000 penumpang per hari.

Baca: Sistem Tiket MRT Jakarta Akan Mirip di Singapura

Sepanjang Lebak Bulus hingga Bundaran HI, akan ada 96 kereta yang beroperasi, masing-masing dapat menampung hingga 1.500 penumpang. Kereta akan lewat tiap lima menit sekali di jam sibuk, dan 10 menit sekali di luar jam sibuk dari pukul 05.00 hingga 00.00 WIB.

"Bapak (Tuhiyat) ajukan ke kita, supaya saya bisa menentukan subsidinya, biar kami bisa ke Hongkong, pakai uang kami nanti, enggak pakai uang MRT," ujar Taufik.

Ketua DPRD DKI Jakarta Prasetyo Edi Marsudi dan Sekretaris Daerah DKI Jakarta Saefullah saat mengunjung proyek mass rapid transit (MRT) di Lebak Bulus, Senin (10/7/2017).KOMPAS.com/NIBRAS NADA NAILUFAR Ketua DPRD DKI Jakarta Prasetyo Edi Marsudi dan Sekretaris Daerah DKI Jakarta Saefullah saat mengunjung proyek mass rapid transit (MRT) di Lebak Bulus, Senin (10/7/2017).
Sementara itu, Ketua DPRD DKI Jakarta Prasetio Edi Marsudi tak menutup kemungkinan pihaknya akan merencanakan kunjungan kerja ke Hongkong. Ia menyebut kunjungan itu dapat berarti penting untuk pembangunan MRT.

"Ya kalau memang perlu kita lihat, kenapa tidak gitu lho? Ini kan masalah bukan proyek kecil, ini proyek besar," kata Prasetio.

Baca tentang
Menangkan Samsung A71 dan Voucher Belanja. Ikuti Kuis Hoaks / Fakta dan kumpulkan poinnya. *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X