Kompas.com - 01/11/2017, 14:37 WIB
Sejumlah kendaraan terjebak kemacetan di jalan HR Rasuna Said, Kuningan, Jakarta Selatan, Selasa (25/7/2017). Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya memberlakukan rekayasa lalu lintas untuk mempercepat pengerjaan proyek pembangunan underpass Mampang-Kuningan. KOMPAS.com/GARRY ANDREW LOTULUNGSejumlah kendaraan terjebak kemacetan di jalan HR Rasuna Said, Kuningan, Jakarta Selatan, Selasa (25/7/2017). Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya memberlakukan rekayasa lalu lintas untuk mempercepat pengerjaan proyek pembangunan underpass Mampang-Kuningan.
|
EditorEgidius Patnistik

JAKARTA, KOMPAS.com — Perusahaan transportasi berbasis aplikasi daring Uber merilis riset kemacetan di Jakarta, Rabu (1/11/2017). Menurut data dari hasil survei konsumen Uber terungkap kemacetan Jakarta memakan waktu 22 hari setahun bagi setiap pengendara, terutama mobil.

"Rata-rata pemilik mobil di Jakarta menghabiskan 68 menit terjebak macet dan 21 menit mencari tempat parkir setiap hari, setara 22 hari per tahun," kata John Colombo, Head of Public Policy and Government Affairs Uber Indonesia di Jakarta Pusat, Rabu siang.

Baca juga: Kehadiran Transportasi Daring Belum Dipastikan Bisa Mengurai Kemacetan

Angka itu tak berbeda jauh dengan rata-rata kemacetan kota lain di Asia yang rata-rata warganya setiap hari terjebak macet 52 menit dan menghabiskan 26 menit untuk mencari parkir atau setara 19 hari per tahun.

Kemacetan di jalur arah Kemang, Jakarta Selatan. Kamis (19/10/2017) malam.Sandro Gatra Kemacetan di jalur arah Kemang, Jakarta Selatan. Kamis (19/10/2017) malam.
Akibat kesulitan mencari tempat parkir, 72 persen warga di Asia dan 74 persen di Jakarta pernah melewatkan atau terlambat datang ke momen-momen penting, seperti pernikahan, kontrol kesehatan dengan dokter, wawancara kerja, acara kedukaan, dan konser musik.

Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno yang menghadiri rilis survei tersebut menyayangkan betapa banyak waktu yang terbuang sia-sia.

"Bayangkan, 22 hari itu sama dengan cuti dua tahun," kata Sandiaga.

Sandi merespon positif kampanye #UnlockJakarta yang digagas Uber. Kampanye itu mendorong aplikasi ridesharing (berbagi tumpangan) seperti Uber lebih banyak dimanfaatkan warga dengan harapan dapat berkontribusi mengurangi macet.

Baca juga: Anies: Proyek Underpass Mampang Menyebabkan Kemacetan Ekstrem

Analisa Uber menunjukkan, orang yang menggunakan transportasi online lebih mungkin beralih dari kendaraan pribadi dan mengombinasikan perjalanan pribadinya dengan transportasi massal, seperti bus dan kereta.

Sandiaga mengatakan, terobosan semacam itu bisa jadi solusi permanen kemacetan.

"Bayangkan 22 hari ini sangat berharga kalau kita bisa lakukan kegiatan dengan orang yang kita cintai. Hal itu menurut saya sangat krusial bagi kita untuk menghadirkan sebuah sistem transportasi massal sebagai solusi permanen," ujarnya.

Survei Uber dilakukan pada Juli hingga Agustus 2017 terhadap 9.000 responden, berumur 18 hingga 65 tahun di Singapura, Kuala Lumpur, Jakarta, Manila, Hongkong, Taiwan, Hanoi, Ho Chi Minh, dan Bangkok.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Jembatan yang Jadi Akses Pemuda Tawuran di Johar Baru...

Jembatan yang Jadi Akses Pemuda Tawuran di Johar Baru...

Megapolitan
Aparat dan Kementerian Turun Tangan, Babak Baru Dugaan Korupsi Damkar yang Diungkap Sandi

Aparat dan Kementerian Turun Tangan, Babak Baru Dugaan Korupsi Damkar yang Diungkap Sandi

Megapolitan
Penyerangan di Jagakarsa, Satu Warga Derita Luka Bacok pada Bagian Lengan

Penyerangan di Jagakarsa, Satu Warga Derita Luka Bacok pada Bagian Lengan

Megapolitan
Kepala Korlantas Persilakan Mudik di Waktu Berikut: 'Kita Perlancar!'

Kepala Korlantas Persilakan Mudik di Waktu Berikut: "Kita Perlancar!"

Megapolitan
Avanza Tabrak Ambulans di Gunung Sahari Jakpus, Pesepeda Jadi Korban

Avanza Tabrak Ambulans di Gunung Sahari Jakpus, Pesepeda Jadi Korban

Megapolitan
UPDATE 15 April: Depok Catat 324 Kasus Baru Covid-19, Tertinggi dalam Sebulan Terakhir

UPDATE 15 April: Depok Catat 324 Kasus Baru Covid-19, Tertinggi dalam Sebulan Terakhir

Megapolitan
UPDATE 15 April: 109 Kasus Baru Covid-19 di Kabupaten Bekasi, Jumlah Pasien 536 Orang

UPDATE 15 April: 109 Kasus Baru Covid-19 di Kabupaten Bekasi, Jumlah Pasien 536 Orang

Megapolitan
Prakiraan Cuaca BMKG: Jakarta dan Bodebek Hujan hingga Malam

Prakiraan Cuaca BMKG: Jakarta dan Bodebek Hujan hingga Malam

Megapolitan
[POPULER JABODETABEK] Rizieq Shihab Sesalkan Sikap Bima Arya | Prada Ilham Dituntut 1,5 Tahun Penjara dan Dipecat dari TNI

[POPULER JABODETABEK] Rizieq Shihab Sesalkan Sikap Bima Arya | Prada Ilham Dituntut 1,5 Tahun Penjara dan Dipecat dari TNI

Megapolitan
Jadwal Imsak dan Buka Puasa di Kota Bogor Hari Ini, 16 April 2021

Jadwal Imsak dan Buka Puasa di Kota Bogor Hari Ini, 16 April 2021

Megapolitan
Catat, Cara Dapat Jasa Derek Mobil Resmi di Jalan Tol Gratis dan Berbayar Berikut Tarifnya

Catat, Cara Dapat Jasa Derek Mobil Resmi di Jalan Tol Gratis dan Berbayar Berikut Tarifnya

Megapolitan
Jadwal Imsak dan Buka Puasa di Bekasi Hari Ini, 16 April 2021

Jadwal Imsak dan Buka Puasa di Bekasi Hari Ini, 16 April 2021

Megapolitan
Jadwal Imsak dan Buka Puasa di Jakarta Hari Ini, 16 April 2021

Jadwal Imsak dan Buka Puasa di Jakarta Hari Ini, 16 April 2021

Megapolitan
Jadwal Imsak dan Buka Puasa di Tangerang Raya Hari Ini, 16 April 2020

Jadwal Imsak dan Buka Puasa di Tangerang Raya Hari Ini, 16 April 2020

Megapolitan
Jadwal Imsak dan Buka Puasa Kota Depok, 16 April 2021

Jadwal Imsak dan Buka Puasa Kota Depok, 16 April 2021

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X