Sudin Perhubungan Minta Ojek "Online" Dibimbing agar Tak "Mangkal" Seenaknya

Kompas.com - 16/11/2017, 12:47 WIB
Ojek Online mangkal di bawah flyover Teber arah Jatinegara stanlyOjek Online mangkal di bawah flyover Teber arah Jatinegara
Penulis Stanly Ravel
|
EditorDian Maharani

JAKARTA, KOMPAS.com - Menanggapi ojek online yang sering mangkal sembarangan di kawasan Stasiun Tebet dan daerah Selatan lainnya, Suku Dinas Perhubungan Jakarta Selatan mengatakan tidak memiliki hak untuk melakukan penindakan.

"Kami sudah cukup sering dan intens mengatur di sana, tapi ya itu, kami tidak punya hak melakukan penindakan tegas seperti menilang," ucap Kepala Suku Dinas Perhubungan Jakarta Selatan Christianto kepada Kompas.com, Kamis (16/11/2017).

Menurut Christianto, untuk penilangan terhadap roda dua atau pelat nomor polisi hitam, Dinas Perhubungan tidak memiliki hak. Karena itu, pihaknya hanya bisa melakukan kerja sama dengan kepolisian saat melakukan pengaturan.

"Sebenarnya kita serba salah, kita hanya bisa mengatur, tidak punya hak menilang. Lagian harusnya menurut undang-undang, roda dua itu bukan untuk angkutan umum," kata Christianto.

Baca : "Mangkal" Seenaknya, Ojek "Online" Jadi Penyebab Kemacetan

"Jadi selama ini kami lebih ke arahan, kalau peneguran keras untuk yang ngetem sembarangan saja seperti parkir di trotoar atau bahu jalan. Biasanya kita kempisin bannya. Kita minta pihak penyedia layanan (Grab, Uber, Gojek) untuk memberikan bimbingan bagi para mitranya lah, jangan sampai menggangu ketertiban," ucap Christianto.

Separuh jalan di depan Stasiun Tebet jadi tempat parkir ojek online, Senin (18/9/2017).KOMPAS.com/NIBRAS NADA NAILUFAR Separuh jalan di depan Stasiun Tebet jadi tempat parkir ojek online, Senin (18/9/2017).

Sebelumnya dari pantauan Kompas.com di Kawasan Stasiun Tebet cukup banyak para ojek daring yang mangkal, mulai dari di bahu jalan, trotoar, sampai ada yang di bawah kolong flyover menuju arah Jatinegara.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Kondisi ini membuat perjalanan sejumlah pengguna jalan lain menjadi lebih lambat akibat bottleneck atau penyempitan ruas jalan.

Kompas TV Meski sudah resmi berlaku, pemerintah memberi kelonggaran sampai tiga bulan ke depan bagi taksi online.
Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Warga Pasang Tali Pegangan di Jalan Lodan agar Tak Terseret Arus Banjir Rob Saat Berjalan

Warga Pasang Tali Pegangan di Jalan Lodan agar Tak Terseret Arus Banjir Rob Saat Berjalan

Megapolitan
Tembak 2 Orang di Exit Tol Bintaro, Ipda OS Ditetapkan Jadi Tersangka

Tembak 2 Orang di Exit Tol Bintaro, Ipda OS Ditetapkan Jadi Tersangka

Megapolitan
Banjir Rob Kembali Meluap, Warga Kampung Kerapu Ancol: Kulkas Rusak, Tembok Rumah Hancur...

Banjir Rob Kembali Meluap, Warga Kampung Kerapu Ancol: Kulkas Rusak, Tembok Rumah Hancur...

Megapolitan
Kronologi Sejumlah Pria Berpakaian Wanita Joget di Kafe Wow Pancoran yang Digeruduk Warga

Kronologi Sejumlah Pria Berpakaian Wanita Joget di Kafe Wow Pancoran yang Digeruduk Warga

Megapolitan
Polisi Tetapkan Satu Tersangka dalam Kasus Tewasnya Anggota FBR Joglo

Polisi Tetapkan Satu Tersangka dalam Kasus Tewasnya Anggota FBR Joglo

Megapolitan
Sopir Bus Transjakarta yang Tabrak Pos Polisi Simpang PGC Jadi Tersangka

Sopir Bus Transjakarta yang Tabrak Pos Polisi Simpang PGC Jadi Tersangka

Megapolitan
3 Bus Transjakarta Kecelakaan dalam Sehari, 1 Orang Tewas

3 Bus Transjakarta Kecelakaan dalam Sehari, 1 Orang Tewas

Megapolitan
Waduk Rambutan 3 Seluas Dua Hektar Dibangun di Kelurahan Rambutan

Waduk Rambutan 3 Seluas Dua Hektar Dibangun di Kelurahan Rambutan

Megapolitan
Lalin di Jalan Lodan Raya Terputus akibat Banjir Rob, Pengendara Diarahkan ke Jalur Alternatif

Lalin di Jalan Lodan Raya Terputus akibat Banjir Rob, Pengendara Diarahkan ke Jalur Alternatif

Megapolitan
Data BPBD Jumat Siang, 39 RT di Jakarta Terendam Banjir Rob hingga 80 Sentimeter

Data BPBD Jumat Siang, 39 RT di Jakarta Terendam Banjir Rob hingga 80 Sentimeter

Megapolitan
Anggota Babinsa Gendong Lansia Korban Banjir Rob di Ancol

Anggota Babinsa Gendong Lansia Korban Banjir Rob di Ancol

Megapolitan
Kronologi Bus Transjakarta Tabrak Pejalan Kaki hingga Tewas di Jatipadang

Kronologi Bus Transjakarta Tabrak Pejalan Kaki hingga Tewas di Jatipadang

Megapolitan
PPKM Level 3 Batal Diterapkan Saat Nataru, Ini Syarat Naik Pesawat yang Berlaku

PPKM Level 3 Batal Diterapkan Saat Nataru, Ini Syarat Naik Pesawat yang Berlaku

Megapolitan
Tak Ada Libur Panjang pada Periode Natal dan Tahun Baru, Siswa di Jakbar Wajib Ikut Kegiatan Sekolah lewat Zoom

Tak Ada Libur Panjang pada Periode Natal dan Tahun Baru, Siswa di Jakbar Wajib Ikut Kegiatan Sekolah lewat Zoom

Megapolitan
Anies Telanjur Putuskan PPKM Level 3 pada Libur Natal dan Tahun Baru, Wagub Bilang Akan Disesuaikan

Anies Telanjur Putuskan PPKM Level 3 pada Libur Natal dan Tahun Baru, Wagub Bilang Akan Disesuaikan

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.