Jika Membahayakan, Dinas KPKP DKI Akan Minta Anies-Sandi Pertimbangkan Kembali soal Delman di Monas

Kompas.com - 22/11/2017, 09:00 WIB
Sejumlah pengunjung memanfaatkan musim libur akhir tahun 2015 dengan menaikki delman sambil berkeliling Monumen Nasional (Monas), Jakarta Pusat pada Kamis (24/12/2015) Dian Ardiahanni/Kompas.comSejumlah pengunjung memanfaatkan musim libur akhir tahun 2015 dengan menaikki delman sambil berkeliling Monumen Nasional (Monas), Jakarta Pusat pada Kamis (24/12/2015)
|
EditorDian Maharani

JAKARTA, KOMPAS.com- Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan dan Pertanian (KPKP) DKI Jakarta Darjamuni mengatakan, aktivitas delman di kawasan Monas sebelumnya dilarang karena ditemukan penyakit dari kotoran kuda.

Darjamuni mengatakan, jika delman kembali diperbolehkan beroperasi di Monas, maka pengawasan terhadap tempat pembuangan kotoran kuda harus diperketat. Selain itu, kesehatan kuda delman juga harus terus dikontrol. 

"Yang pasti kotorannya enggak boleh ke mana-mana karena itu sumber pencemarannya. Kalau kotoran dalam arti fesesnya tadi gampang ditangani, tapi untuk urinenya kan harus ada penanganan khusus, selain bau tapi penyebaran penyakit," ujar Darjamuni saat ditemui Kompas.com di Gedung DPRD DKI Jakarta, Selasa (21/11/2017).

Namun, jika kehadiran delman kembali ke Monas lebih banyak mendatangkan kerugian atau membahayakan, Dinas KPKP akan meminta Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan untuk menimbang lagi rencana tersebut.

Baca juga : Akhir Hidup Kuda Delman yang Patah Tulang Kaki di Sarinah...

"Tapi ini kan baru wacana dan kita akan kaji bersama. Lihat untung ruginya, kalau memang bisa kita atasi semua kenapa tidak. Kalau misalnya banyak bahayanya kita akan minta pertimbangan," ujar Darjamuni.

Suasana di pintu Monumen Nasional (Monas) sekitar Stasiun Gambir, Jakarta Pusat, Minggu (10/4/2016). Sejak Sabtu (9/4/2016) lalu, delman dilarang beroperasi di seluruh kawasan Monas.Dian Ardiahanni/Kompas.com Suasana di pintu Monumen Nasional (Monas) sekitar Stasiun Gambir, Jakarta Pusat, Minggu (10/4/2016). Sejak Sabtu (9/4/2016) lalu, delman dilarang beroperasi di seluruh kawasan Monas.

Terima kasih telah membaca Kompas.com.
Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno ingin menghadirkan kembali wisata delman di Ibu Kota. Sandiaga ingin menata delman sehingga menjadi salah satu daya tarik wisata di Jakarta. Oleh karena itu, dia berencana mengizinkan kembali delman beroperasi di kawasan Monas, Jakarta Pusat.

"Kami ingin (delman) ditata dengan baik sebagai salah satu daya tarik wisata. Kalau di New York atau kota-kota besar, di Kansas City juga saya pernah lihat, justru delman ini dipercantik dan dijadikan sarana sebagai kemudahan para turis," ujar Sandiaga di Balai Kota DKI Jakarta, Senin (20/11/2017).

Baca juga : Mekanisme Pemanfaatan Kembali Delman Tunggu Hasil Rapat SKPD

Hal ini berbanding terbalik dengan kebijakan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta semasa kepemimpinan Gubernur Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok.

Kala itu, Ahok melarang delman beroperasi di Monas lantaran ditemukan banyak kuda yang menderita penyakit. Apabila dibiarkan, hal itu bisa membahayakan warga.

"Dari 30 ekor (kuda) lebih, 28 ekor (kuda) mengandung penyakit yang bisa mematikan manusia. Ya, takut dong saya karena ada virus," kata Ahok, medio Maret 2016.

Kuda delman terluka di Sarinah, Jakarta Pusat, Minggu (19/11/2017).Instagram @jktinfo Kuda delman terluka di Sarinah, Jakarta Pusat, Minggu (19/11/2017).

Selain itu, wacana kembalinya delman di Monas juga ditolak oleh Jakarta Animal Aid Network (JAAN). Pendiri JAAN Femke den Haas mengatakan, jalanan di Jakarta sudah tak ramah untuk kuda delman.

Sebelum sampai di Monas, kuda biasanya menempuh perjalanan jauh di antara kendaraan bermotor, serta melewati jalan aspal yang rusak. JAAN khawatir, para pemilik delman selama ini juga tidak memerhatikan kesejahteraan kudanya yang dipaksa bekerja.

 



Video Rekomendasi

Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Anji Akan Lakukan Asesmen untuk Rehabilitasi di BNN Pusat, Besok

Anji Akan Lakukan Asesmen untuk Rehabilitasi di BNN Pusat, Besok

Megapolitan
Pungli Sopir Truk Kontainer: dari Uang Kopi, Rokok, hingga Bongkar Muat, Minimal Habiskan Rp 100.000

Pungli Sopir Truk Kontainer: dari Uang Kopi, Rokok, hingga Bongkar Muat, Minimal Habiskan Rp 100.000

Megapolitan
Polisi Akan Periksa Lucky Alamsyah Terkait Laporan Roy Suryo

Polisi Akan Periksa Lucky Alamsyah Terkait Laporan Roy Suryo

Megapolitan
Juru Parkir Minimarket, Dibutuhkan atau Tidak?

Juru Parkir Minimarket, Dibutuhkan atau Tidak?

Megapolitan
Polda Metro Usut Kepemilikan Mobil Polisi Gadungan yang Pakai Pelat Nomor Palsu

Polda Metro Usut Kepemilikan Mobil Polisi Gadungan yang Pakai Pelat Nomor Palsu

Megapolitan
Istri Mengaku Tak Tahu Anji Gunakan Narkotika

Istri Mengaku Tak Tahu Anji Gunakan Narkotika

Megapolitan
Sudinkes Jakpus Targetkan Vaksinasi 16.000 Orang Per Hari

Sudinkes Jakpus Targetkan Vaksinasi 16.000 Orang Per Hari

Megapolitan
Kebakaran di Pademangan Timur Diduga akibat Korsleting Listrik

Kebakaran di Pademangan Timur Diduga akibat Korsleting Listrik

Megapolitan
JICT Jamin Sopir Truk Dilayani di Pelabuhan Tanjung Priok dan Minta Mereka Jangan Lagi Bayar Pungli

JICT Jamin Sopir Truk Dilayani di Pelabuhan Tanjung Priok dan Minta Mereka Jangan Lagi Bayar Pungli

Megapolitan
Pohon Setinggi 20 Meter Tumbang dan Menimpa Dua Warung di Serpong

Pohon Setinggi 20 Meter Tumbang dan Menimpa Dua Warung di Serpong

Megapolitan
JICT Tegur Vendor Outsourcing yang Pekerjakan Koordinator Pungli di Pelabuhan Tanjung Priok

JICT Tegur Vendor Outsourcing yang Pekerjakan Koordinator Pungli di Pelabuhan Tanjung Priok

Megapolitan
Pengamat: Jalur Sepeda Jangan Dibongkar Hanya karena Road Bike

Pengamat: Jalur Sepeda Jangan Dibongkar Hanya karena Road Bike

Megapolitan
Alasan Polisi Gadungan Beli Kartu Anggota Polri Rp 2 Juta: Agar Aman di Jalan

Alasan Polisi Gadungan Beli Kartu Anggota Polri Rp 2 Juta: Agar Aman di Jalan

Megapolitan
Anies Baswedan Pantau Proses Pemasangan Atap JIS Seberat 3.900 Ton

Anies Baswedan Pantau Proses Pemasangan Atap JIS Seberat 3.900 Ton

Megapolitan
PPDB Jenjang SMA di Kota Tangerang Dibuka 21 Juni 2021, Simak Persyaratannya

PPDB Jenjang SMA di Kota Tangerang Dibuka 21 Juni 2021, Simak Persyaratannya

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X