Mereka yang Berduka atas Terbakarnya Bangunan Ratusan Tahun Museum Bahari...

Kompas.com - 17/01/2018, 07:24 WIB
Petugas pemadam kebakaran memadamkan sisa api di Gedung Museum Bahari, Jalan Pasar Ikan, Penjaringan, Jakarta Utara, Selasa (16/1/2018). Kebakaran yang terjadi di Museum Bahari mengakibatkan koleksi miniatur model dan alat-alat navigasi bersejarah hangus terbakar dan sebanyak 16 unit mobil pemadam kebakaran yang berasal dari Damkar Jakarta Utara dan Jakarta Barat tiba untuk memadamkan api. KOMPAS.com/GARRY ANDREW LOTULUNGPetugas pemadam kebakaran memadamkan sisa api di Gedung Museum Bahari, Jalan Pasar Ikan, Penjaringan, Jakarta Utara, Selasa (16/1/2018). Kebakaran yang terjadi di Museum Bahari mengakibatkan koleksi miniatur model dan alat-alat navigasi bersejarah hangus terbakar dan sebanyak 16 unit mobil pemadam kebakaran yang berasal dari Damkar Jakarta Utara dan Jakarta Barat tiba untuk memadamkan api.
Penulis Jessi Carina
|
EditorDian Maharani

JAKARTA, KOMPAS.com - Terbakarnya Museum Bahari menimbulkan duka pada hati para pencinta sejarah.

Pendiri Komunitas Historia Indonesia, Asep Kambali bercerita, kesedihan itu semakin menjadi karena Museum Bahari baru selesai direnovasi. 

"Kami bersedih, kami berduka, para pencinta sejarah, penggemar museum, pencinta museum, bersedih karena Museum Bahari ini kan sedang bersolek, baru saja direnovasi dan sudah sangat cantik," ujar Asep ketika dihubungi Kompas.com, Selasa (15/1/2018). 

Terlepas dari koleksi yang ada di museum, kehilangan terbesar atas musibah kebakaran ini justru pada bangunan gedung itu sendiri.

Baca juga : Butuh Waktu 6 Bulan Lebih untuk Renovasi Museum Bahari yang Terbakar

Asep mengatakan bangunan Museum Bahari merupakan bangunan bersejarah peninggalan VOC dulu. Umurnya sudah lebih dari 300 tahun. Api melalap bangunan berusia ratusan tahun itu. 

Asep mengatakan bangunan yang terbakar itu sebenarnya baru saja direnovasi agar semakin cantik.

Komunitasnya sendiri sudah sempat membuat tour "Bandar Termegah se-Asia" yang meliputi kawasan Museum Bahari dan akan menggelar kembali dalam waktu dekat. 

"Tapi kalau sudah ada kejadian seperti ini, rasanya terpukul, aduh," kata dia. 

Petugas pemadam kebakaran memadamkan sisa api di Gedung Museum Bahari, Jalan Pasar Ikan, Penjaringan, Jakarta Utara, Selasa (16/1/2018). Kebakaran yang terjadi di Museum Bahari mengakibatkan koleksi miniatur model dan alat-alat navigasi bersejarah hangus terbakar dan sebanyak 16 unit mobil pemadam kebakaran yang berasal dari Damkar Jakarta Utara dan Jakarta Barat tiba untuk memadamkan api.KOMPAS.com/GARRY ANDREW LOTULUNG Petugas pemadam kebakaran memadamkan sisa api di Gedung Museum Bahari, Jalan Pasar Ikan, Penjaringan, Jakarta Utara, Selasa (16/1/2018). Kebakaran yang terjadi di Museum Bahari mengakibatkan koleksi miniatur model dan alat-alat navigasi bersejarah hangus terbakar dan sebanyak 16 unit mobil pemadam kebakaran yang berasal dari Damkar Jakarta Utara dan Jakarta Barat tiba untuk memadamkan api.

Meski demikian, masih ada hal-hal yang patut disyukuri. Asep sudah melihat langsung kondisi museum setelah kebakaran.

Baca juga : Koleksi Museum Bahari Sumbangan Berbagai Kedutaan Besar Ikut Terbakar

Kebakaran itu tidak melalap seluruh kawasan museum melainkan hanya 30-35 persen kawasan.

Kemudian, koleksi yang ada di ruangan yang terbakar kebanyakan adalah replika. Artinya, masih bisa dibuat kembali. Meskipun hal ini harus dipastikan lagi dan menunggu hasil inventarisasi pengelola museum. 

"Saya kira kita masih beruntung karena beberapa koleksi-koleksi yang asli seperti kapal perahu Papua, itu masih ada dan masih bertahan, masih terselamatkan. Tidak semua gedung terbakar, hanya bagian atasnya," ujar Asep. 

Petugas pemadam kebakaran memadamkan sisa api di Gedung Museum Bahari, Jalan Pasar Ikan, Penjaringan, Jakarta Utara, Selasa (16/1/2018). Kebakaran yang terjadi di Museum Bahari mengakibatkan koleksi miniatur model dan alat-alat navigasi bersejarah hangus terbakar dan sebanyak 16 unit mobil pemadam kebakaran yang berasal dari Damkar Jakarta Utara dan Jakarta Barat tiba untuk memadamkan api.KOMPAS.com/GARRY ANDREW LOTULUNG Petugas pemadam kebakaran memadamkan sisa api di Gedung Museum Bahari, Jalan Pasar Ikan, Penjaringan, Jakarta Utara, Selasa (16/1/2018). Kebakaran yang terjadi di Museum Bahari mengakibatkan koleksi miniatur model dan alat-alat navigasi bersejarah hangus terbakar dan sebanyak 16 unit mobil pemadam kebakaran yang berasal dari Damkar Jakarta Utara dan Jakarta Barat tiba untuk memadamkan api.

Dugaan penyebab

Asep memang belum mengetahui secara pasti penyebab kebakaran itu. Namun, berdasarkan pengalamannya sebagai Ketua Tim Penilai untuk Standarisasi Museum di Indonesia, dia mengatakan bangunan Museum Bahari didominasi dengan kayu. Instalasi listrik yang korslet membakar kayu museum. 

"Museum Bahari kan kebanyakan kayu, mestinya instalasi kabel, tidak sembaragan dipasang, mesti ada jalur khusus sehingga tidak lewat plafon dan kayu-kayu itu. Prediksi awal kelihatannya dari konsleting listrik, tapi saya tidak berani menyimpulkan karena itu wewenang kepolisian," ujar Asep. 

Baca juga : 7 Fakta Museum Bahari Jakarta yang Terbakar

Asep hanya berharap ke depannya museum di Indonesia dilengkapi dengan sistem keamanan yang baik. Di Museum Bahari sendiri sebenarnya baru akan dipasang sistem pengamanan seperti sprinkle pemadam pada tahun ini. Namun, musibah terlanjur terjadi sebelum sistem itu terpasang.

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan meninjau langsung kebakaran yang terjadi di Museum Bahari, Jakarta Utara, Selasa (16/1/2018).KOMPAS.com/NURSITA SARI Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan meninjau langsung kebakaran yang terjadi di Museum Bahari, Jakarta Utara, Selasa (16/1/2018).

Kronologi

Kebakaran dilaporkan pukul 08.55. Puluhan pemadam kebakaran pun langsung mendatangi lokasi setelah mendapat laporan tersebut.

Kemarin, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mendatangi langsung lokasi kebakaran itu. Anies mengatakan museum sebenarnya punya alat pemadam yang cukup.

"Tapi apinya sudah terlanjur besar," ujar Anies.

Titik awal munculnya api pun tidak bisa dipastikan. Kepala Musrum Bahari Husnison Nizar hanya mengatakan bahwa api dan asap berasa dari sisi utara Gedung C.

Baca juga : Museum Bahari yang Terbakar Baru Selesai Direnovasi pada November

Petugas pemadam kebakaran memadamkan sisa api di Gedung Museum Bahari, Jalan Pasar Ikan, Penjaringan, Jakarta Utara, Selasa (16/1/2018). Kebakaran yang terjadi di Museum Bahari mengakibatkan koleksi miniatur model dan alat-alat navigasi bersejarah hangus terbakar dan sebanyak 16 unit mobil pemadam kebakaran yang berasal dari Damkar Jakarta Utara dan Jakarta Barat tiba untuk memadamkan api.KOMPAS.com/GARRY ANDREW LOTULUNG Petugas pemadam kebakaran memadamkan sisa api di Gedung Museum Bahari, Jalan Pasar Ikan, Penjaringan, Jakarta Utara, Selasa (16/1/2018). Kebakaran yang terjadi di Museum Bahari mengakibatkan koleksi miniatur model dan alat-alat navigasi bersejarah hangus terbakar dan sebanyak 16 unit mobil pemadam kebakaran yang berasal dari Damkar Jakarta Utara dan Jakarta Barat tiba untuk memadamkan api.

Api akhirnya bisa dijinakkan pada sekitar pukul 11.00 WIB. Setelah itu, petugas Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan DKI Jakarta melakukan pendinginan agar api tidak kembali berkobar.

"Alhamdulillah jam 11.00 secara umum api sudah bisa dikendalikan, kondisinya stabil, tinggal pemadaman secara tuntas," ucap Anies.

Kebakaran menghanguskan koleksi miniatur model dan alat-alat navigasi laut. Koleksi museum yang merupakan sumbangan dari beberapa kedutaan besar juga ikut hangus terbakar.

Baca juga : Kebakaran, Museum Bahari Dibuka untuk Wisatawan Besok



Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Sepekan Operasi Yustisi, Pelanggar Protokol Kesehatan Terbanyak Ada di Jakarta Pusat

Sepekan Operasi Yustisi, Pelanggar Protokol Kesehatan Terbanyak Ada di Jakarta Pusat

Megapolitan
Imam Budi Minta Kepastian Nasib Pilkada Depok di Tengah Pandemi Covid-19

Imam Budi Minta Kepastian Nasib Pilkada Depok di Tengah Pandemi Covid-19

Megapolitan
Angkot Hanya Bisa Angkut 5 Penumpang Saat PSBB Jakarta, Melanggar Kena Sanksi hingga Rp 150 Juta

Angkot Hanya Bisa Angkut 5 Penumpang Saat PSBB Jakarta, Melanggar Kena Sanksi hingga Rp 150 Juta

Megapolitan
Polisi Periksa Rekaman CCTV Bandara Soetta Berkait Pelecehan Seksual Saat Rapid Test

Polisi Periksa Rekaman CCTV Bandara Soetta Berkait Pelecehan Seksual Saat Rapid Test

Megapolitan
Polda Metro Bentuk Tim Khusus Buru Bandar Narkoba yang Kabur dari Lapas Tangerang

Polda Metro Bentuk Tim Khusus Buru Bandar Narkoba yang Kabur dari Lapas Tangerang

Megapolitan
Pemprov DKI Kian Masif Gerebek Lumpur Jelang Musim Hujan

Pemprov DKI Kian Masif Gerebek Lumpur Jelang Musim Hujan

Megapolitan
Pasien Covid-19 yang Isolasi Mandiri di Tempat Tak Memadai Akan Dijemput ke Stadion Patriot Chandrabaga

Pasien Covid-19 yang Isolasi Mandiri di Tempat Tak Memadai Akan Dijemput ke Stadion Patriot Chandrabaga

Megapolitan
Polisi Tangkap Pelaku Penusukan yang Viral di Media Sosial

Polisi Tangkap Pelaku Penusukan yang Viral di Media Sosial

Megapolitan
Siap Terapkan Protokol Kesehatan, Benyamin Davnie Tak Setuju Pilkada Tangsel Ditunda

Siap Terapkan Protokol Kesehatan, Benyamin Davnie Tak Setuju Pilkada Tangsel Ditunda

Megapolitan
Belum Bayar Uang Kos, Motif Pasangan Kekasih Fajri dan Laeli Mutilasi Rinaldi

Belum Bayar Uang Kos, Motif Pasangan Kekasih Fajri dan Laeli Mutilasi Rinaldi

Megapolitan
369 Karyawan Pabrik Epson Cikarang Terpapar Covid-19

369 Karyawan Pabrik Epson Cikarang Terpapar Covid-19

Megapolitan
Siti Nur Azizah Tak Masalah jika Pilkada Tangsel Ditunda demi Keselamatan Rakyat

Siti Nur Azizah Tak Masalah jika Pilkada Tangsel Ditunda demi Keselamatan Rakyat

Megapolitan
RSD Wisma Atlet Dikabarkan Penuh Pasien Covid-19, Begini Faktanya

RSD Wisma Atlet Dikabarkan Penuh Pasien Covid-19, Begini Faktanya

Megapolitan
Napi Bandar Narkoba Lapas Tangerang Rencanakan Pelarian Sejak 6 Bulan Lalu

Napi Bandar Narkoba Lapas Tangerang Rencanakan Pelarian Sejak 6 Bulan Lalu

Megapolitan
Tak Gunakan Masker Medis dan Kain, Penumpang KRL di Stasiun Bogor Dilarang Masuk

Tak Gunakan Masker Medis dan Kain, Penumpang KRL di Stasiun Bogor Dilarang Masuk

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X