Izinkan Becak, Sandiaga Belum Ajukan Revisi Perda - Kompas.com

Izinkan Becak, Sandiaga Belum Ajukan Revisi Perda

Kompas.com - 15/03/2018, 11:03 WIB
Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno mengendarai alat angkut sampah motor roda tiga di Kantor Wali Kota Jakarta Utara, Rabu (14/3/2018).KOMPAS.COM/Ardito Ramadhan D Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno mengendarai alat angkut sampah motor roda tiga di Kantor Wali Kota Jakarta Utara, Rabu (14/3/2018).

JAKARTA, KOMPAS.com — Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno mengaku belum mengajukan revisi Perda Nomor 8 Tahun 2007 tentang Ketertiban Umum yang melarang becak. Menurut dia, revisi perda masih jadi pembahasan internal pihaknya.

"Belum kami proses karena banyak masukan dari beberapa pihak dan kami ingin ada kesamaan perspektif terhadap isu ini. Sebab, ini kan bukan hanya aspek ketertiban umum saja, melainkan aspek ekonomi, sosial, dan teknologi," kata Sandiaga di Balai Kota DKI Jakarta, Kamis (15/3/2018).

Selain mengumpulkan masukan dari berbagai pihak, Pemprov DKI masih mengumpulkan dan menganalisis data kebijakan becak. Sandiaga mengatakan, jika sudah cukup, pihaknya baru siap mengusulkan ke DPRD.

"Karena teman-teman (DPRD) juga sibuk agenda perdanya banyak yang sangat urgent, sangat penting, dan kami ingin dorong, kami lihat dari tingkat urgensinya dan bagaimana inovasi regulasinya supaya kami enggak nabrak regulasi," kata Sandiaga.

Baca juga: "Ngobrol" dengan Anies, Lulung Minta Revisi Perda untuk Becak Segera Diajukan

Tukang becak masih bisa ditemui di kawasan Telukgong, Jakarta Utara, Senin (12/3/2018).KOMPAS.COM/Ardito Ramadhan D Tukang becak masih bisa ditemui di kawasan Telukgong, Jakarta Utara, Senin (12/3/2018).
Sebelumnya, Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta Abraham "Lulung" Lunggana meminta Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan segera mengajukan revisi Peraturan Daerah Nomor 8 Tahun 2007 tentang Ketertiban Umum. Revisi tersebut untuk mengatur operasional becak di DKI Jakarta.

"Soal revisi perda becak tolong ingatkan Pak Gubernur segera diajukan," ujar Lulung di Gedung DPRD DKI Jakarta, Jalan Kebon Sirih, Rabu (14/3/2018).

Baca juga: Saya Memilih Menarik Becak sampai Mati, Hidup Saya dari Becak...

Lulung mengatakan, Anies bertanya kepadanya mengenai kemungkinan merevisi perda tersebut. Lulung menyambut baik niat Anies tersebut.

Di DPRD DKI Jakarta, Lulung juga menjabat Ketua Badan Pembentukan Peraturan Daerah.

Anggota Komisi I DPR yang juga merupakan   anak tertua dari mantan Ketua MPR–RI, Amien Rais, Hanafi Rais membawa sebuah becak listrik ke Balai Kota DKI Jakarta, Minggu (11/3/2018).Kompas.com/Sherly Puspita Anggota Komisi I DPR yang juga merupakan anak tertua dari mantan Ketua MPR–RI, Amien Rais, Hanafi Rais membawa sebuah becak listrik ke Balai Kota DKI Jakarta, Minggu (11/3/2018).
Lulung mengatakan, dirinya akan membantu membahas revisi perda tersebut secepatnya. Menurut dia, revisi perda itu tidak akan membutuhkan waktu yang lama.

Baca juga: Sertani Puluhan Tahun Tinggal di Atas Becak di Jakarta

"Kami akan buat zonanya, ini daerah yang boleh, ini enggak boleh karena itu kan buat angling (angkutan lingkungan) saja," katanya.

Lulung mengakui, Perda Ketertiban Umum ini tidak masuk dalam Program Legislasi Daerah (Prolegda) 2018. Meski demikian, revisi perda ini tetap dibahas setelah diajukan. Kata Lulung, hal ini dimungkinkan karena sifatnya darurat.

Hasyim (kanan) dan Ino (kiri) pengayuh becak di Pasae Pejagalan, Pekajon, Tambora, Jakarta Barat pada Selasa (13/3/2018).RIMA WAHYUNINGRUM Hasyim (kanan) dan Ino (kiri) pengayuh becak di Pasae Pejagalan, Pekajon, Tambora, Jakarta Barat pada Selasa (13/3/2018).
Sebelumnya, Anies-Sandiaga mengupayakan agar becak ditata operasionalnya di Jakarta. Kebijakan ini menimbulkan pertanyaan dari Polda Metro Jaya.

Kepolisian meminta Pemprov DKI memperhatikan peraturan daerah sebelum kembali memperbolehkan becak beroperasi di Ibu Kota. Perda Ketertiban Umum melarang becak beroperasi di Jakarta.

Baca juga: Kata Tukang Becak soal Wacana Becak Listrik


Terkini Lainnya

Kisah Risma saat Menerima Guangzhou Awards 2018, Cerita Tentang Sampah hingga Pentingnya Waduk

Kisah Risma saat Menerima Guangzhou Awards 2018, Cerita Tentang Sampah hingga Pentingnya Waduk

Regional
2 Anggota TNI yang Ditembak KKB Belum Dievakuasi dari Nduga Papua karena Cuaca Buruk

2 Anggota TNI yang Ditembak KKB Belum Dievakuasi dari Nduga Papua karena Cuaca Buruk

Regional
Wapres Kalla Minta Menag Pangkas Daftar Tunggu Haji

Wapres Kalla Minta Menag Pangkas Daftar Tunggu Haji

Nasional
Ma'ruf Amin Yakin Suara NU Solid hingga Akar Rumput

Ma'ruf Amin Yakin Suara NU Solid hingga Akar Rumput

Nasional
Kemendikbud Umumkan Jadwal SKB CPNS, Ini Informasi Lengkapnya

Kemendikbud Umumkan Jadwal SKB CPNS, Ini Informasi Lengkapnya

Nasional
Puluhan Keluarga Korban JT 610 Tolak Pemberian Santunan dari Lion Air

Puluhan Keluarga Korban JT 610 Tolak Pemberian Santunan dari Lion Air

Megapolitan
Pesan Makanan Pakai Uber Eats, Pria Ini Malah Dapat Celana Dalam Kotor

Pesan Makanan Pakai Uber Eats, Pria Ini Malah Dapat Celana Dalam Kotor

Internasional
Buntut Penangkapan Petinggi Huawei, Eks Diplomat Kanada Ditahan China

Buntut Penangkapan Petinggi Huawei, Eks Diplomat Kanada Ditahan China

Internasional
Sekolah Gratis Berlaku bagi Siswa SD dan SMP Swasta Tidak Mampu di Depok

Sekolah Gratis Berlaku bagi Siswa SD dan SMP Swasta Tidak Mampu di Depok

Megapolitan
Pohon Tumbang Timpa Mobil di Kebayoran Baru

Pohon Tumbang Timpa Mobil di Kebayoran Baru

Megapolitan
1.096 Pekerja dI DKI akan Dapatkan Kartu Pekerja

1.096 Pekerja dI DKI akan Dapatkan Kartu Pekerja

Megapolitan
Tak Dapat Emas, Peserta Nikah Massal Tahun Ini Dapat Mahar Rp 500.000

Tak Dapat Emas, Peserta Nikah Massal Tahun Ini Dapat Mahar Rp 500.000

Megapolitan
Menurut Deddy Mizwar, Izin Tata Ruang Meikarta Libatkan Pemerintah di Jabar dan Pusat

Menurut Deddy Mizwar, Izin Tata Ruang Meikarta Libatkan Pemerintah di Jabar dan Pusat

Nasional
Malam Tahun Baru 2019, Pemprov DKI Kembali Gelar Nikah Massal

Malam Tahun Baru 2019, Pemprov DKI Kembali Gelar Nikah Massal

Megapolitan
Sudah 2 Minggu, Suara Dentuman Misterius Muncul dari Bawah Tanah Rumah Warga Sumarorong

Sudah 2 Minggu, Suara Dentuman Misterius Muncul dari Bawah Tanah Rumah Warga Sumarorong

Regional

Close Ads X