Aman Abdurrahman Disebut Pimpinan Tertinggi ISIS di Indonesia - Kompas.com

Aman Abdurrahman Disebut Pimpinan Tertinggi ISIS di Indonesia

Kompas.com - 03/04/2018, 12:50 WIB
Mantan narapidana terorisme Kurnia Widodo saat bersaksi dalam persidangan kasus peledakan bom di Jalan MH Thamrin dengan terdakwa Aman Abdurrahman di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Selasa (3/4/2018).KOMPAS.com/NURSITA SARI Mantan narapidana terorisme Kurnia Widodo saat bersaksi dalam persidangan kasus peledakan bom di Jalan MH Thamrin dengan terdakwa Aman Abdurrahman di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Selasa (3/4/2018).

JAKARTA, KOMPAS.com — Kurnia Widodo, mantan narapidana kasus terorisme, mengatakan, Aman Abdurrahman merupakan pimpinan tertinggi Negara Islam di Irak dan Suriah (ISIS) di Indonesia. Aman kini merupakan terdakwa kasus peledakan bom di Jalan MH Thamrin pada Januari 2016.

"Dia (Aman) dikenal di kalangan kami aktivis, dia ulama paling tinggi dari ISIS di Indonesia. Pusatnya di Irak dan Suriah," kata Kurnia saat bersaksi dalam persidangan Aman di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Selasa (3/4/2018).

Menurut Kurnia, ia mengetahui informasi tersebut dari ikhwan-ikhwan saat masih bergabung di kelompoknya dulu di Masjid As Sunah, Bandung, Jawa Barat. Dia juga mengaku tahu informasi tersebut dari berbagai media jihadis.

Baca juga: Pengikut Aman Abdurrahman Akan Dihadirkan Menjadi Saksi Kasus Bom Thamrin

Kurnia mengatakan, Aman dikenal sebagai pimpinan tertinggi ISIS di Indonesia karena ajarannya selalu menjadi rujukan kelompok-kelompok yang memiliki pemahaman sama dengan Aman.

"Apa yang dikatakan beliau (Aman) jadi rujukan," kata Kurnia.

Meskipun begitu, Kurnia tidak mengetahui apakah ada pengakuan langsung dari pemimpin ISIS Abu Bakr al-Baghdadi bahwa Aman merupakan pimpinan tertinggi ISIS di Indonesia.

"Itu saya enggak tahu (ada pengakuan atau tidak)," ucapnya.

Baca juga: Penyerang Mapolda Sumut Baca Tulisan Aman Abdurrahman di Telegram soal Jihad

Kurnia mengatakan, ia pertama kali mengenal Aman tahun 2006. Aman sering memberikan ceramah dan pernah satu lapas dengan Kurnia saat keduanya ditahan di Lapas Cipinang, Jakarta Timur.

Kurnia Widodo adalah seorang mantan narapidana teroris. Spesialisasinya membuat dan merakit bom. Polisi membekuk dia di daerah Cibiru, Bandung, pada akhir 2010. Akibat perbuatannya, Kurnia divonis 6 tahun penjara.

Aman Abdurrahman didakwa karena menggerakkan orang untuk melakukan berbagai aksi terorisme, termasuk bom di Jalan MH Thamrin itu.


Komentar

Close Ads X