Pembobol Kartu Kredit Gunakan Ratusan Nomor untuk Hubungi Korban

Kompas.com - 18/04/2018, 10:54 WIB
Milah Karmilah, wanita yang ditangkap polisi dalam kasus pembobolan uang nasabah bank, di Mapolda Metro Jaya, Sabtu (17/3/2018). Dia mengaku tidak mengetahui bahwa warga negara asing (WNA) yang dikenalnya adalah pembobol uang nasabah Bank Rakyat Indonesia (BRI) dan bank-bank lainnya. KOMPAS.com/NURSITA SARIMilah Karmilah, wanita yang ditangkap polisi dalam kasus pembobolan uang nasabah bank, di Mapolda Metro Jaya, Sabtu (17/3/2018). Dia mengaku tidak mengetahui bahwa warga negara asing (WNA) yang dikenalnya adalah pembobol uang nasabah Bank Rakyat Indonesia (BRI) dan bank-bank lainnya.

JAKARTA, KOMPAS.com — Panit 2 Unit 2 Jatanras Ditreskrimum Polda Metro Jaya AKP Abdul Rohim mengatakan, pelaku pembobolan kartu kredit menggunakan puluhan sampai ratusan nomor telepon untuk menghubungi korbannya.

Dia mengimbau para nasabah tidak mudah percaya dengan informasi perbankan yang diterima dari penelepon dengan nomor telepon pribadi.

"Mereka pakai nomor telepon pribadi biasanya. Para pembobol juga menggunakan 80 sampai 100 nomor telepon berbeda untuk menghubungi korbannya," ujar Abdul saat ditemui Kompas.com, Selasa (16/4/2018) malam.

Baca juga: Polisi Minta Warga Waspadai Pembobolan ATM dengan Modus Ganjal ATM

Cara itu salah satunya digunakan jaringan pembobol kartu kredit dengan tersangka berinisial NM, AN, dan TA, yang baru saja diringkus polisi pada Minggu (15/4/2018).

Langkah pertama yang dilakukan para pembobol kartu kredit ini adalah memastikan status nasabah bank masih aktif. Mereka menyortir data nasabah tersebut dengan cara mengecek keaktifan nomor telepon nasabah.

"Awalnya mereka miss call dulu targetnya. Kalau aktif nomornya, mereka telepon dengan nomor lain dan mengaku sebagai pihak bank," ujar Abdul.

Terima kasih telah membaca Kompas.com.
Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Baca juga: Spesialis Pengganjal Kartu ATM Total Gasak Rp 1,1 Miliar Uang Nasabah

Abdul menyarankan, nasabah tidak langsung percaya dengan informasi semacam ini. Ia menyarankan nasabah mengonfirmasi langsung ke pihak bank jika mendapatkan informasi mencurigakan.

"Apalagi kalau diminta memberikan kode-kode khusus. Lebih baik menelpon call center resmi bank," katanya.

Salah satu modus kasus bobol kartu kredit ini adalah pelaku berpura-pura sebagai petugas bank. Mereka menghubungi korban dengan mengaku sebagai pihak bank dan memberitahukan bahwa kartu kredit milik korban sedang mengalami kerusakan.

“Lalu, korban diminta menyebutkan ATP tiga digit angka yang ada di belakang kartu dan tanggal kedaluwarsa kartu kredit milik korban,” ucap Abdul.

Baca juga: Polisi Tangkap 2 Anggota Sindikat Pembobol ATM

Setelah tersangka menguasai data kartu kredit milik korban, tersangka menggunakan data kartu kredit tersebut untuk transaksi tunai ataupun online.

Kepada polisi, NM dan kedua rekannya mengaku telah melakukan pembobolan sebanyak 20 kali. Jumlah keuntungan yang dia raup sudah mencapai lebih dari Rp 500 juta.



Video Rekomendasi

Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Polisi Tangkap 5 Pemuda yang Keroyok Sopir dan Rusak Truk Trailer di Cilincing

Polisi Tangkap 5 Pemuda yang Keroyok Sopir dan Rusak Truk Trailer di Cilincing

Megapolitan
Ketika Kasus Covid-19 Melonjak di Jakbar, Pasar Ditutup dan PKL Dilarang Berjualan

Ketika Kasus Covid-19 Melonjak di Jakbar, Pasar Ditutup dan PKL Dilarang Berjualan

Megapolitan
Mayat Bocah Ditemukan di Aliran Kanal Banjir Barat Tambora

Mayat Bocah Ditemukan di Aliran Kanal Banjir Barat Tambora

Megapolitan
Enam Pasien Akan Masuk Hari Ini, Ruang Isoman di Graha TMII Terisi Penuh

Enam Pasien Akan Masuk Hari Ini, Ruang Isoman di Graha TMII Terisi Penuh

Megapolitan
Lokalisasi Kramat Tunggak: Dibuat Ali Sadikin, Diruntuhkan Sutiyoso

Lokalisasi Kramat Tunggak: Dibuat Ali Sadikin, Diruntuhkan Sutiyoso

Megapolitan
Adik yang Bunuh dan Kubur Kakaknya di Bawah Ubin Kontrakan di Depok Dituntut Mati

Adik yang Bunuh dan Kubur Kakaknya di Bawah Ubin Kontrakan di Depok Dituntut Mati

Megapolitan
Polisi Buka Kemungkinan Percepat Penyekatan 10 Jalan Mulai Pukul 20.00 WIB

Polisi Buka Kemungkinan Percepat Penyekatan 10 Jalan Mulai Pukul 20.00 WIB

Megapolitan
Update Klaster Covid-19 dalam Satu RT di Kayu Putih Jaktim, Seluruh Warga Dinyatakan Sembuh

Update Klaster Covid-19 dalam Satu RT di Kayu Putih Jaktim, Seluruh Warga Dinyatakan Sembuh

Megapolitan
Hari Pertama Tes Acak di 4 Stasiun KRL, 5 Orang Reaktif Covid-19

Hari Pertama Tes Acak di 4 Stasiun KRL, 5 Orang Reaktif Covid-19

Megapolitan
Kapasitas Rumah Sakit Menipis, Anies: Lonjakan Covid-19 Terlalu Cepat

Kapasitas Rumah Sakit Menipis, Anies: Lonjakan Covid-19 Terlalu Cepat

Megapolitan
Seorang ASN Sudin Perumahan Jakpus Meninggal karena Covid-19

Seorang ASN Sudin Perumahan Jakpus Meninggal karena Covid-19

Megapolitan
Kontroversi Pajak Judi Ali Sadikin dan Manfaatnya bagi Pembangunan Kota

Kontroversi Pajak Judi Ali Sadikin dan Manfaatnya bagi Pembangunan Kota

Megapolitan
Bertambah Lagi, Total Pasien di RS Wisma Atlet Jadi 7.797 Orang

Bertambah Lagi, Total Pasien di RS Wisma Atlet Jadi 7.797 Orang

Megapolitan
Kasus Covid-19 Melonjak, Anies: Jangan Tempatkan Persoalan Sekadar Statistik

Kasus Covid-19 Melonjak, Anies: Jangan Tempatkan Persoalan Sekadar Statistik

Megapolitan
Menyeberang di Jalan Latumenten, Seorang Bocah Tewas Tertabrak Truk Trailer

Menyeberang di Jalan Latumenten, Seorang Bocah Tewas Tertabrak Truk Trailer

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X