Cegah Prostitusi, Penghuni Apartemen Center Point Bekasi Perketat Pengawasan

Kompas.com - 12/10/2018, 14:54 WIB
Tiga muncikari prostitusi online di Apartemen Center Point, Kota Bekasi dibekuk Polisi, Senin (8/10/2018).KOMPAS.com/-DEAN PAHREVI Tiga muncikari prostitusi online di Apartemen Center Point, Kota Bekasi dibekuk Polisi, Senin (8/10/2018).

BEKASI, KOMPAS.com - Setelah kasus prostitusi online di Apartemen Center Point, Bekasi Selatan, Kota Bekasi, terungkap Sabtu (6/10/2018) lalu, para penghuni tetap apartemen itu kini memperketat pengamanan dan pengawasan terhadap tamu atau penyewa apartemen.

Humas P3SRS (Perhimpunan Pemiliki dan Penghuni Satuan Rumah Susun) Grand Center Point Bekasi Aji Ali Syabana mengatakan, pengamanan yang dilakukan antara lain meminta kartu tanda penduduk (KTP) tamu atau penyewa apartemen.

"Security kami juga patroli dari unit ke unit, kalau ada tempat yang dirasa mencurigakan, itu segera ditindak. Kami sudah meminta data-data agen, pengelola juga sudah kami minta, siapa sih dia, punya badan usaha atau tidak. Kami sudah minta data-data itu," kata Aji di Marga Jaya, Bekasi Selatan, Jumat (12/10/2018).

Aji mengatakan, maraknya prostitusi online di lingkungan apartemen sudah lama membuat risih para penghuni tetap. Sebab, praktik tersebut berefek buruk pada psikologis anak-anak yang melihat pelaku prostitusi yang berkeliaran di lingkungan apartemen.


Tiga muncikari prostitusi online di Apartemen Center Point dibekuk polisi pada Sabtu lalu. Mereka adalah Mustakim, Saputra, dan Jenio. Polisi juga mengamankan 20 orang pekerja seks komersial serta satu orang saksi.

Baca juga: 3 Muncikari Prostitusi Online di Apartemen Center Point Bekasi Ditangkap

Punya opini tentang artikel yang baru Kamu baca? Tulis pendapat Kamu di Bagian Komentar!


Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Terkini Lainnya

Sebuah Gudang Daging di Pulogadung Terbakar

Sebuah Gudang Daging di Pulogadung Terbakar

Megapolitan
DKI Akan Larang Plastik Sekali Pakai, kecuali Jenis Rol Pembungkus

DKI Akan Larang Plastik Sekali Pakai, kecuali Jenis Rol Pembungkus

Megapolitan
Warga Keluhkan Pengolahan Semen, PT Adhimix Precast Indonesia Klaim Punya Amdal

Warga Keluhkan Pengolahan Semen, PT Adhimix Precast Indonesia Klaim Punya Amdal

Megapolitan
Hari Anak Nasional, Anies Ingin Wujudkan Jakarta sebagai Kota Ramah Anak

Hari Anak Nasional, Anies Ingin Wujudkan Jakarta sebagai Kota Ramah Anak

Megapolitan
Gantikan Pak Ogah, Pemkot Bekasi Tarik Retribusi Parkir Minimarket Rp 2.000

Gantikan Pak Ogah, Pemkot Bekasi Tarik Retribusi Parkir Minimarket Rp 2.000

Megapolitan
Larang Plastik Sekali Pakai, DKI Bisa Kurangi 3 Juta Lembar Sampah Per Tahun

Larang Plastik Sekali Pakai, DKI Bisa Kurangi 3 Juta Lembar Sampah Per Tahun

Megapolitan
Camat Fauzi Sebut Warga Tidak Perlu Khawatir soal Pengolahan Semen di Gambir

Camat Fauzi Sebut Warga Tidak Perlu Khawatir soal Pengolahan Semen di Gambir

Megapolitan
Pengelola Islamic Centre Bekasi Sepakat 4.986 Meter Lahannya untuk Tol Becakayu

Pengelola Islamic Centre Bekasi Sepakat 4.986 Meter Lahannya untuk Tol Becakayu

Megapolitan
Ini Kiat Kopral Jaga Perlintasan Kereta di Bekasi Selain Pakai Jurus Silat

Ini Kiat Kopral Jaga Perlintasan Kereta di Bekasi Selain Pakai Jurus Silat

Megapolitan
DKI Belum Atur Penggunaan Plastik Sekali Pakai di Warung-warung Kecil

DKI Belum Atur Penggunaan Plastik Sekali Pakai di Warung-warung Kecil

Megapolitan
Jefri Nichol Ditangkap dengan Barang Bukti 6 Gram Ganja

Jefri Nichol Ditangkap dengan Barang Bukti 6 Gram Ganja

Megapolitan
Dengan Kereta Cepat, Waktu Jakarta-Karawang Kurang dari 15 Menit

Dengan Kereta Cepat, Waktu Jakarta-Karawang Kurang dari 15 Menit

Megapolitan
Mengapa Kopral Jaga Pelintasan Kereta Sambil Bergaya Silat?

Mengapa Kopral Jaga Pelintasan Kereta Sambil Bergaya Silat?

Megapolitan
DKI Siapkan Insentif bagi Pusat Perbelanjaan yang Tak Sediakan Plastik Sekali Pakai

DKI Siapkan Insentif bagi Pusat Perbelanjaan yang Tak Sediakan Plastik Sekali Pakai

Megapolitan
Tolak Ganti Rugi Korban Salah Tangkap, Kemenkeu Sebut Pengamen Dilarang di Jakarta

Tolak Ganti Rugi Korban Salah Tangkap, Kemenkeu Sebut Pengamen Dilarang di Jakarta

Megapolitan
Close Ads X