"Banyak yang Mau Bayar Pajak, Jadi Susah Cari Parkiran di Polda Metro"

Kompas.com - 13/12/2018, 12:54 WIB
Kondisi area parkir di Polda Metro Jaya, Kamis (13/12/2018). Lahan parkir penuh jelang berakhirnya masa pemutihan denda pajak kendaraan pada Sabtu mendatang. Kompas.com/SHERLY PUSPITAKondisi area parkir di Polda Metro Jaya, Kamis (13/12/2018). Lahan parkir penuh jelang berakhirnya masa pemutihan denda pajak kendaraan pada Sabtu mendatang.

JAKARTA, KOMPAS.com -  Antusiasme warga membayar pajak jelang berakhirnya program pemutihan denda pajak terlihat di Samsat Jakarta Selatan yang berada di dalam kawasan Polda Metro Jaya, Kamis (13/12/2018). Kebijakan penghapusan denda pajak di DKI akan berakhir pada 15 Desember 2018.

Dari pantauan Kompas.com, kendaraan roda dua dan roda empat antre untuk memasuki Polda Metro Jaya. Saat memasuki area parkir yang dikelola oleh Primkoppol (Primer Koperasi Polisi), kondisinya penuh sesak.

Kendaraan-kendaraan roda dua parkir melewati garis yang telah dipasang petugas. Sebelumnya, hal semacam itu tak boleh dilakukan.

Baca juga: Denda Pajak Kendaraan Dihapus, Antrean Wajib Pajak di Samsat Jaktim Masih Normal

Sejumlah pengendara tampak kebingungan mencari area parkir.

"Banyak yang mau bayar pajak sih, jadi susah ya cari parkiran di Polda (Metro)," kata seorang pengendara Kamis, sambil terus mencari lahan kosong untuk memarkirkan kendaraanya.

Seorang pengendara bernama Ilham memarkirkan kendaraannya di luar garis parkir yang telah terpasang.

"Petugas pahamlah ya (memarkirkan kendaraan di luar garis), kan memang sudah enggak ada parkiran lagi. Kalau saya mutar terus cari parkir yang benar ya waktu saya habis. Habis bayar pajak kan saya mau kembali kerja," kata dia.

Antrean panjang juga terjadi di pintu masuk menuju kantor Samsat Jakarta Selatan. Pada pukul 08.30, antrean panjang terjadi dari lantai dasar menuju ke lantai tiga.

Pemprov DKI Jakarta telah mengeluarkan kebijakan pemutihan denda pajak untuk menekan tunggakan pajak warga Jakarta. Tercatat 4,7 juta kendaraan bermotor belum bayar pajak dengan nilai pajak sekitar Rp 1,8 triliun.

Program itu dilakukan untuk mengoptimalkan target pendapatan pajak di tahun 2018 sebesar Rp 38,12 triliun.

Baca juga: Pemprov DKI Sosialisasi Pemutihan Denda Pajak Lewat RT, RW hingga Door to Door

Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kaum Miskin Kota Sekarat, Mati karena Corona atau Mati Kelaparan

Kaum Miskin Kota Sekarat, Mati karena Corona atau Mati Kelaparan

Megapolitan
Sektor Usaha yang Dikecualikan Selama PSBB Wajib Batasi Aktivitas Kerja Pegawainya

Sektor Usaha yang Dikecualikan Selama PSBB Wajib Batasi Aktivitas Kerja Pegawainya

Megapolitan
[UPDATE] 10 April, Pasien Positif Covid-19 di Jakarta Tembus 1.719 Orang

[UPDATE] 10 April, Pasien Positif Covid-19 di Jakarta Tembus 1.719 Orang

Megapolitan
PSBB Jakarta, Barang Nonkebutuhan Pokok Tetap Dapat Diakses di Marketplace

PSBB Jakarta, Barang Nonkebutuhan Pokok Tetap Dapat Diakses di Marketplace

Megapolitan
Anies Terbitkan Pergub soal PSBB, Dua Kegiatan Ini Masih Diperbolehkan

Anies Terbitkan Pergub soal PSBB, Dua Kegiatan Ini Masih Diperbolehkan

Megapolitan
Ingat, Perusahaan yang Masih Diizinkan Beroperasi Harus Selalu Bersih hingga Dekat dengan Fasilitas Kesehatan

Ingat, Perusahaan yang Masih Diizinkan Beroperasi Harus Selalu Bersih hingga Dekat dengan Fasilitas Kesehatan

Megapolitan
Diizinkan Tetap Buka, Beberapa Poin Harus Diperhatikan Pengelola Penyedia Makan di Masa PSBB

Diizinkan Tetap Buka, Beberapa Poin Harus Diperhatikan Pengelola Penyedia Makan di Masa PSBB

Megapolitan
Jumlah Tempat Tidur Pasien Covid-19 dan PDP di Depok Tak Memadai

Jumlah Tempat Tidur Pasien Covid-19 dan PDP di Depok Tak Memadai

Megapolitan
Denda Rp 100 Juta atau 1 Tahun Penjara bagi Pelanggar PSBB DKI Jakarta

Denda Rp 100 Juta atau 1 Tahun Penjara bagi Pelanggar PSBB DKI Jakarta

Megapolitan
Depok di Ambang Kewalahan Tangani Covid-19?

Depok di Ambang Kewalahan Tangani Covid-19?

Megapolitan
Tiga Kegiatan Ini Diperbolehkan Selama PSBB di DKI, Simak Syaratnya...

Tiga Kegiatan Ini Diperbolehkan Selama PSBB di DKI, Simak Syaratnya...

Megapolitan
Begini Pembatasan Operasional Kendaraan Pribadi Selama PSBB di Jakarta

Begini Pembatasan Operasional Kendaraan Pribadi Selama PSBB di Jakarta

Megapolitan
Pemprov DKI Jakarta Buka Peluang Kucurkan Insentif bagi Pelaku Usaha Terdampak PSBB

Pemprov DKI Jakarta Buka Peluang Kucurkan Insentif bagi Pelaku Usaha Terdampak PSBB

Megapolitan
PT KAI Akan Kembalikan Penuh Biaya Tiket Penumpang Kereta yang Kena Dampak PSBB Jakarta

PT KAI Akan Kembalikan Penuh Biaya Tiket Penumpang Kereta yang Kena Dampak PSBB Jakarta

Megapolitan
Selama PSBB, Penggunaan Kendaraan Pribadi Hanya untuk Beli Kebutuhan Pokok

Selama PSBB, Penggunaan Kendaraan Pribadi Hanya untuk Beli Kebutuhan Pokok

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X