Pulang Ngopi di Warung, Warga Depok Tewas Dikeroyok Remaja Tawuran

Kompas.com - 03/05/2019, 07:44 WIB
Pengeroyokan. Tribunnews.comPengeroyokan.
Penulis Cynthia Lova
|

DEPOK, KOMPAS.com - Polresta Depok menangkap lima anak di bawah umur karena terlibat pengeroyokan seorang warga berinisial RAS hingga tewas pada Rabu (1/5/2019) sekitar pukul 01.00 WIB.

Lima orang yang ditangkap tersebut yakni, AR (16), MGA (16), YS (17), FL (16), dan RA (17).

Kasatreskrim Polresta Depok, Kompol Deddy Kurniawan, mengatakan lima orang tersebut ditangkap di rumahnya masing-masing di kawasan Jalan Baru Proklamasi Kecamatan Sukmajaya, Depok.

Deddy mengatakan, peristiwa pengeroyokan itu berawal saat korban tengah ngopi di warung bersama satu temannya.

Saat tengah asyik ngopi, korban melihat ada sekelompok remaja tawuran di dekat pos polisi Proklamasi.

Baca juga: Pemprov DKI Klaim Kasus Tawuran di Manggarai Menurun

“Korban keluar dari warung kopi untuk sekedar melihat ternyata yang tawuran berlari ke arah Jalan proklamasi di mana kawasan tersebut merupakan lintas jalan pulangnya korban,” ucap Deddy saat dikonfirmasi, Kamis (2/5/2019).

Di tengah perjalanan ke rumahnya, korban dikira salah satu lawan tawuran sekelompok pelaku tersebut.

“Karena dikira lawannya, si korban ini dikejar pelaku. Ternyata pas mau lari korban sudah langsung dibacok menggunakan celurit oleh para pelaku,” ucap Deddy.

Akibat bacokan dari sekelompok remaja tersebut, RAS mengalami luka di bagian perut dan punggung sehingga menyebabkan meninggal dunia.

Baca juga: 5 Fakta Seorang Pemuda Tewas Dikeroyok 9 Orang di Marunda

Deddy mengatakan, saat ini pihaknya tengah lakukan penyelidikan terkait kasus ini baik mengumpulkan barang bukti hingga meminta keterangan sejumlah saksi.

“Saat ini pelaku tengah jalani pemeriksaan mendalam terkait kasus ini kalau ada pengembangan kita akan kabari,” tuturnya.



Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Ledakan di Tempat Laundry Bintaro, Diduga akibat Tabung Gas Bocor

Ledakan di Tempat Laundry Bintaro, Diduga akibat Tabung Gas Bocor

Megapolitan
Jasa Marga Targetkan Tol Kunciran-Bandara Soetta Beroperasi Akhir 2020

Jasa Marga Targetkan Tol Kunciran-Bandara Soetta Beroperasi Akhir 2020

Megapolitan
Bangunan Liar di Sekitar Danau Sunter Dibongkar untuk Bikin Jogging Track

Bangunan Liar di Sekitar Danau Sunter Dibongkar untuk Bikin Jogging Track

Megapolitan
Kasus Covid-19 di Sunter Agung Tinggi, Lurah: Beberapa Tertular dari Lingkungan Kerja

Kasus Covid-19 di Sunter Agung Tinggi, Lurah: Beberapa Tertular dari Lingkungan Kerja

Megapolitan
Masa Pandemi, Siswa SD dan SMP di Kota Tangerang Dapat Pelajaran Bercocok Tanam dan Wirausaha

Masa Pandemi, Siswa SD dan SMP di Kota Tangerang Dapat Pelajaran Bercocok Tanam dan Wirausaha

Megapolitan
Struktur Bata Berbentuk Lorong yang Diduga Bangunan Kuno Ditemukan di Proyek DDT Stasiun Bekasi

Struktur Bata Berbentuk Lorong yang Diduga Bangunan Kuno Ditemukan di Proyek DDT Stasiun Bekasi

Megapolitan
3 Tersangka Pelaku Penembakan yang Incar Pengendara di Tangsel Ditangkap

3 Tersangka Pelaku Penembakan yang Incar Pengendara di Tangsel Ditangkap

Megapolitan
Tangerang Raya, Bekasi, dan Bogor Masuk Zona Oranye, Apa Artinya?

Tangerang Raya, Bekasi, dan Bogor Masuk Zona Oranye, Apa Artinya?

Megapolitan
Polisi Tunggu Kajian Pemprov DKI soal Wacana Ganjil Genap 24 Jam

Polisi Tunggu Kajian Pemprov DKI soal Wacana Ganjil Genap 24 Jam

Megapolitan
JPU Akan Hadirkan 3 Saksi Memberatkan untuk Putra Siregar

JPU Akan Hadirkan 3 Saksi Memberatkan untuk Putra Siregar

Megapolitan
Polisi Akan Panggil Selegram Berinisial HB dan GD yang Bantu Promosikan Klinik Dokter Gigi Gadungan

Polisi Akan Panggil Selegram Berinisial HB dan GD yang Bantu Promosikan Klinik Dokter Gigi Gadungan

Megapolitan
Pemerkosa di Bintaro Akui Batalkan Niat Mencuri karena Tak Tahan Nafsu dengan Korban

Pemerkosa di Bintaro Akui Batalkan Niat Mencuri karena Tak Tahan Nafsu dengan Korban

Megapolitan
Margo City: Giant Sudah Lapor Satgas soal Pegawai Terindikasi Positif Covid-19

Margo City: Giant Sudah Lapor Satgas soal Pegawai Terindikasi Positif Covid-19

Megapolitan
UPDATE 10 Agustus: Bertambah 479, Pasien Covid-19 Jakarta Mencapai 26.193

UPDATE 10 Agustus: Bertambah 479, Pasien Covid-19 Jakarta Mencapai 26.193

Megapolitan
Pemeran Anak dalam Konten Pornografi Dibayar Rp 50.000, KPAI: Tak Sebanding dengan Risikonya

Pemeran Anak dalam Konten Pornografi Dibayar Rp 50.000, KPAI: Tak Sebanding dengan Risikonya

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X