Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Jadi Pedagang Barang Bekas Dadakan, Pencuri di Bekasi Diringkus Polisi

Kompas.com - 08/07/2019, 12:30 WIB
Vitorio Mantalean,
Egidius Patnistik

Tim Redaksi

BEKASI, KOMPAS.com - Seorang pria 55 tahun berinisial B diringkus aparat kepolisian Sektor Cibarusah, Bekasi, karena mencuri berbagai perabot rumah tangga di sebuah rumah kosong. Aksi tersangka pelaku ketahuan oleh sejumlah warga yang ia tawari perabot hasil curian.

"Pelaku menawarkan barang-barang rumah tangga kepada warga Perumahan Puri Persada, Cibarusah. Namun, justru warga tidak percaya, karena latar belakang pekerjaan pelaku terakhir sebagai tukang uruk kubangan," kata Kapolsek Cibarusah AKP Sukarman saat dikonfirmasi, Senin (8/7/2019).

Warga yang curiga akhirnya melapor ke polisi pada 27 Juni lalu. B akhirnya ditangkap setelah polisi menggeledah rumahnya Kamis lalu.

Berbagai barang hasil curian yang diamankan antara lain TV, mesin cuci, speaker, kipas angin, rice cooker, sprei, bantal, dan bak plastik.

Baca juga: Lakukan Perlawanan dengan Senjata Api, Residivis Pencurian Motor di Depok Ditembak Mati

Dari hasil interogasi, diketahui tersangka sering melewati rumah korban (JM) saat membawa gerobak berisi tanah hasil urukan. Saat melihat rumah itu gelap lantaran ditinggal penghuninya berhari-hari, tersangka kemudian melancarkan aksinya.

"Pelaku mendatangi rumah korban, mencongkel jendela dan pintu rumah korban dengan obeng. Barang-barang milik korban diangkut dengan gerobak dan disimpan di rumah pelaku untuk dijual," kata Sukarman.

Sukarman mengatakan, pencurian itu bukan yang pertama kali dilakukan B.

"Pelaku pernah dihukum 4 bulan di Pengadilan Negeri Bekasi karena kasus pencurian pada tahun 2008," kata dia.

Tersangka kini dijerat dengan Pasal 363 KUHP tentang pencurian dengan pemberatan. Ancamannya maksimal kurungan selama 7 tahun.

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Video rekomendasi
Video lainnya


Terkini Lainnya

Harga Bawang Merah Melonjak, Pemprov DKI Bakal Gelar Pangan Murah

Harga Bawang Merah Melonjak, Pemprov DKI Bakal Gelar Pangan Murah

Megapolitan
Pemprov DKI Diminta Lindungi Pengusaha Warung Madura Terkait Adanya Permintaan Pembatasan Jam Operasional

Pemprov DKI Diminta Lindungi Pengusaha Warung Madura Terkait Adanya Permintaan Pembatasan Jam Operasional

Megapolitan
Kronologi Brigadir RAT Bunuh Diri Pakai Pistol di Dalam Alphard

Kronologi Brigadir RAT Bunuh Diri Pakai Pistol di Dalam Alphard

Megapolitan
Polisi Pastikan Kasus Dugaan Pemerasan Firli Bahuri Masih Terus Berjalan

Polisi Pastikan Kasus Dugaan Pemerasan Firli Bahuri Masih Terus Berjalan

Megapolitan
Brigadir RAT Diduga Pakai Pistol HS-9 untuk Akhiri Hidupnya di Dalam Mobil

Brigadir RAT Diduga Pakai Pistol HS-9 untuk Akhiri Hidupnya di Dalam Mobil

Megapolitan
Korban: Guling yang Dicuri Maling Peninggalan Almarhum Ayah Saya

Korban: Guling yang Dicuri Maling Peninggalan Almarhum Ayah Saya

Megapolitan
Guling yang Dicuri Maling di Cinere Usianya Sudah Belasan Tahun

Guling yang Dicuri Maling di Cinere Usianya Sudah Belasan Tahun

Megapolitan
Khawatir Rumahnya Diambil Pemerintah, Banyak Warga Tanah Tinggi Tak Ikut Program 'Bebenah Kampung'

Khawatir Rumahnya Diambil Pemerintah, Banyak Warga Tanah Tinggi Tak Ikut Program "Bebenah Kampung"

Megapolitan
Anggota Polresta Manado Tembak Kepalanya Pakai Senpi, Peluru Tembus dari Pelipis Kanan ke Kiri

Anggota Polresta Manado Tembak Kepalanya Pakai Senpi, Peluru Tembus dari Pelipis Kanan ke Kiri

Megapolitan
Maling Guling Beraksi di Cinere, Korban: Lucu, Kenapa Enggak Sekalian Kasurnya!

Maling Guling Beraksi di Cinere, Korban: Lucu, Kenapa Enggak Sekalian Kasurnya!

Megapolitan
Kronologi Pengendara Moge Tewas Terlindas Truk Trailer di Plumpang

Kronologi Pengendara Moge Tewas Terlindas Truk Trailer di Plumpang

Megapolitan
Mayat Bayi di Tanah Abang, Diduga Dibuang Ayah Kandungnya

Mayat Bayi di Tanah Abang, Diduga Dibuang Ayah Kandungnya

Megapolitan
2 Pria Rampok Taksi 'Online' di Kembangan untuk Bayar Pinjol

2 Pria Rampok Taksi "Online" di Kembangan untuk Bayar Pinjol

Megapolitan
Heru Budi: Jakarta Bisa Benahi Tata Kota jika Pemerintahan Pindah ke IKN

Heru Budi: Jakarta Bisa Benahi Tata Kota jika Pemerintahan Pindah ke IKN

Megapolitan
Polda Metro Jadwalkan Pemeriksaan Pendeta Gilbert Lumoindong Terkait Dugaan Penistaan Agama

Polda Metro Jadwalkan Pemeriksaan Pendeta Gilbert Lumoindong Terkait Dugaan Penistaan Agama

Megapolitan
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com