Korban Kebakaran di Tebet Bisa Urus Dokumen Kependudukan di Lokasi Pengunsian

Kompas.com - 12/07/2019, 20:47 WIB
Suasana di tempat pengungsian di Kampung Bali Matraman, Tebet, Jakarta Selatan, Jumat (12/7/2019). Kebakaran yang melanda 150 rumah di permukiman padat di kawasan kampung Bali Matraman mengakibatkan 1.400 orang kehilangan tempat tinggal dan terpaksa mengungsi. KOMPAS.com/GARRY LOTULUNGSuasana di tempat pengungsian di Kampung Bali Matraman, Tebet, Jakarta Selatan, Jumat (12/7/2019). Kebakaran yang melanda 150 rumah di permukiman padat di kawasan kampung Bali Matraman mengakibatkan 1.400 orang kehilangan tempat tinggal dan terpaksa mengungsi.

JAKARTA, KOMPAS.com - Suku Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Sudin Dukcapil) Jakarta Selatan membuka pelayanan mobile untuk 180 warga korban kebakaran di Tebet untuk mengurus surat - surat kependudukan.

Program Bina Kependudukan (Biduk) itu diselenggarakan di SD 05 Jakarta Kelurahan Manggarai, tempat korban kebakaran mengungsi.

Kepala Sudin Dukcapil Jakarta Selatan Abdul Haris mengatakan, layanan tersebut diberikan untuk warga yang kehilangan dokumen kependudukan seperti kartu keluarga (KK), kartu tanda penduduk elektronik (KTP-el), hingga akta kelahiran dalam peristiwa kebakaran pada Rabu lalu.

Baca juga: Kebakaran di Tebet Sebabkan 1.400 Orang Kehilangan Tempat Tinggal

“Ini sebagai respon cepat kami untuk membantu warga korban kebakaran. Dalam layanan biduk ini kami mengerahkan 15 petugas dan satu unit mobil layanan keliling," kata Abdul, Jumat (12/3/2019).

Mereka yang kehilangan kartu atau data kependudukan hanya diminta menulis nama, identitas lahir, dan nama orang tua untuk mencari data menggunakan arsip KK di kelurahan. Selanjutnya, kebutuhan pembuatan berkas lainnya dapat di selesaikan di kelurahan.

"Pelayanan biduk hari ini meliputi pembuatan 60 kartu keluarga, 59 KTP, dan 61 akte kelahiran. Setelah kami cetak KK dan KTP-nya langsung didistribusikan ke lokasi melalui kasatpel kelurahan. Layanan di lokasi hanya dua hari. Hari ini dan Sabtu, dari pukul 8 pagi hingga 2 siang ,” ujar dia.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Pemkot Tangsel Kirim Bantuan 200 Paket Sembako untuk Korban Gempa Sumur Banten

Pemkot Tangsel Kirim Bantuan 200 Paket Sembako untuk Korban Gempa Sumur Banten

Megapolitan
Alarm Bahaya dari Jakarta, Kasus Covid-19 Meningkat Signifikan dan Jadi Medan Perang Pertama Hadapi Omicron

Alarm Bahaya dari Jakarta, Kasus Covid-19 Meningkat Signifikan dan Jadi Medan Perang Pertama Hadapi Omicron

Megapolitan
Acungkan Sajam ke Arah Warga Cimanggis, Pelaku Disebut Masih Berkaitan dengan Geng Tipar dan KM29

Acungkan Sajam ke Arah Warga Cimanggis, Pelaku Disebut Masih Berkaitan dengan Geng Tipar dan KM29

Megapolitan
Lanjutan Sidang Kasus Terorisme Munarman Hari Ini, JPU Hadirkan Saksi

Lanjutan Sidang Kasus Terorisme Munarman Hari Ini, JPU Hadirkan Saksi

Megapolitan
Prakiraan Cuaca BMKG: Jabodebek Hujan Siang hingga Sore

Prakiraan Cuaca BMKG: Jabodebek Hujan Siang hingga Sore

Megapolitan
[POPULER JABODETABEK] Pengendara Motor Tewas usai Terobos Lampu Merah dan Tabrak Mobil | Pedagang di Tangsel Diancam Dirusak Lapaknya oleh Ormas

[POPULER JABODETABEK] Pengendara Motor Tewas usai Terobos Lampu Merah dan Tabrak Mobil | Pedagang di Tangsel Diancam Dirusak Lapaknya oleh Ormas

Megapolitan
Street Race Polda Metro Jaya Tak Akan Terapkan Sistem Kejuaraan, Ini Alasannya...

Street Race Polda Metro Jaya Tak Akan Terapkan Sistem Kejuaraan, Ini Alasannya...

Megapolitan
Minta Polda Metro Perbesar Pit Stop Ajang Street Race, Pebalap: Sekarang Dempet-dempetan

Minta Polda Metro Perbesar Pit Stop Ajang Street Race, Pebalap: Sekarang Dempet-dempetan

Megapolitan
Street Race di Ancol Rampung, Polda Metro Jaya Soroti Masalah Ketertiban Penonton

Street Race di Ancol Rampung, Polda Metro Jaya Soroti Masalah Ketertiban Penonton

Megapolitan
Wagub DKI: BOR RS untuk Pasien Covid-19 di Jakarta Semakin Bertambah

Wagub DKI: BOR RS untuk Pasien Covid-19 di Jakarta Semakin Bertambah

Megapolitan
UPDATE 16 Januari: Pasien Covid-19 di Jakarta Bertambah 566, Kasus Aktif Kini 3.816

UPDATE 16 Januari: Pasien Covid-19 di Jakarta Bertambah 566, Kasus Aktif Kini 3.816

Megapolitan
Polda Metro Jaya Harap Sirkuit Formula E Bisa Dipakai untuk Street Race

Polda Metro Jaya Harap Sirkuit Formula E Bisa Dipakai untuk Street Race

Megapolitan
Sindir Halus Ketua DPRD di Acara Street Race, Bamsoet: Mudah-mudahan Pak Pras Tak keberatan Formula E di Ancol...

Sindir Halus Ketua DPRD di Acara Street Race, Bamsoet: Mudah-mudahan Pak Pras Tak keberatan Formula E di Ancol...

Megapolitan
PTM Lanjut meski Kasus Covid-19 Ada di 15 Sekolah, Wagub: Jumlah Sekolah di Jakarta 10.429

PTM Lanjut meski Kasus Covid-19 Ada di 15 Sekolah, Wagub: Jumlah Sekolah di Jakarta 10.429

Megapolitan
Dini Hari, Petugas Damkar Depok Berburu Ular Sanca yang Lepas di Permukiman Warga

Dini Hari, Petugas Damkar Depok Berburu Ular Sanca yang Lepas di Permukiman Warga

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.