Cerita Kurir Sepeda, Bertarung Lawan Ojek Online, Macet hingga Kotornya Udara Jakarta

Kompas.com - 18/07/2019, 09:44 WIB
Dua pebalap dari komunitas kurir sepeda Westbike Messenger Service (WMS), Arga Budirahman dan Arvy Kheren Laurence untuk berlaga pada balap Saigon Criterium di Ho Chi Minh City, Vietnam, Minggu (12/8/2018). Dok. Westbike Messenger Service (WMS)Dua pebalap dari komunitas kurir sepeda Westbike Messenger Service (WMS), Arga Budirahman dan Arvy Kheren Laurence untuk berlaga pada balap Saigon Criterium di Ho Chi Minh City, Vietnam, Minggu (12/8/2018).

JAKARTA, KOMPAS.com - Bagi yang pernah menonton film "Premium Rush" besutan rumah produksi Colombia Pictures pasti bisa merasakan bagaimana serunya mengayuh sepeda di tengah kemacetan jalanan ibu kota oleh kendaraan bermotor.

Film berdurasi satu jam tiga menit ini mengisahkan tentang kurir sepeda terbaik di New York bernama Wilee yang terlibat konflik dengan polisi jahat ketika mengantarkan paket berisi uang.

Profesi ala Wilee yang diperankan aktor Josep Gordon Levitt ini nyata adanya, bukan sekadar adegan film.

Puluhan bahkan ratusan kurir sepeda tersebar di sejumlah negara di dunia, tidak ketinggalan juga di Indonesia.

Tak semua orang tahu di Kota Jakarta sudah banyak kurir sepeda ala Wille berkeliling Ibu Kota menggunakan sepeda.

Mereka mengantarkan paket dan dokumen dari gedung ke gedung lainnya, dari satu lokasi ke lokasi lainnya.

Berbeda dengan Wilee yang harus berhadapan dengan polisi jahat, para kurir sepeda di Tanah Air harus berjibaku dengan jahatnya kemacetan dan kotornya udara jalanan Ibu Kota.

"Kami kurir sepeda membawa misi pekerjaan yang ramah lingkungan," ujar Hendi Rachmat (42) ketika mengenalkan usaha rintisannya, saat ditemui Senin (15/7/2019), seperti dikutip Antara.  

Hendi Rachmat, pendiri sekaligus COO Westbike Messenger Service (WMS) memelopori berdirinya layanan kurir sepeda kekinian pada 2013 bersama rekannya, Duenno Ludissa.

Layanan jasa logistik bukan barang baru di Indonesia. Tempo dulu, mengantar surat atau paket menggunakan sepeda juga sudah dilakoni petugas PT Pos Indonesia, pada era 50-an.

Seiring dengan perjalanan waktu, sepeda kayuh mulai ditinggalkan dengan hadirnya sepeda motor.

Para kurir, termasuk pak pos, juga beralih menaiki motor tanpa perlu letih berkeringat.

Waktu terus bergulir, populasi manusia kian bertambah beriringan dengan meningkatnya jumlah pemilik kendaraan bermotor.

Ruas jalanan Ibu Kota tak mampu lagi menampung luapan kendaraan, hingga kemacetan menjadi drama rutin hari-hari warga kota.

Berangkat dari problematika kemacetan Ibu Kota, Hendi memutar otak untuk mempertahankan keberadaan komunitas sepeda "Fixed gear" yang kian meredup ditinggal penggemarnya.

Begitu pula usaha toko sepeda Fixie yang dibangunnya sejak 2010 sepi peminat.

"Saya berpikir bagaimana caranya komunitas 'fixie' ini tidak bubar," kata ayah satu anak ini.

Berbekal mesin pencarian, Google, Hendi menemukan kultur kurir sepeda yang banyak dilakoni para peggiat sepeda "fixie" di luar negeri, khususnya Eropa.

Ia lantas mempelajari profesi tersebut, karena sangat cocok untuk dijalankan di Jakarta.

Sebagai pegiat sepeda "fixie" yang hari-harinya berangkat kerja menggunakan sepeda, Hendi merasakan betul manfaat bersepeda dapat terhindar dari kemacetan Ibu Kota.

Riset 

Sebelum menjalankan usaha layanan logistik kurir sepeda, Hendi melakukan riset kecil-kecilan untuk mengukur seberapa efektifnya profesi tersebut guna memastikan pangsa pasarnya.

Halaman:
Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Sumber Antara
Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Pedagang Pasar Kemiri Kembangan Utara Diminta Patuhi Imbauan Kurangi Aktivitas

Pedagang Pasar Kemiri Kembangan Utara Diminta Patuhi Imbauan Kurangi Aktivitas

Megapolitan
Mulai 12 April, Penumpang Transjakarta, MRT, LRT Wajib Pakai Masker

Mulai 12 April, Penumpang Transjakarta, MRT, LRT Wajib Pakai Masker

Megapolitan
18 Orang Ditangkap karena Berkerumun Saat Ada Wabah Covid-19

18 Orang Ditangkap karena Berkerumun Saat Ada Wabah Covid-19

Megapolitan
Dampak Covid-19, Sebanyak 139.288 Pekerja di Jakarta Kena PHK dan Dirumahkan

Dampak Covid-19, Sebanyak 139.288 Pekerja di Jakarta Kena PHK dan Dirumahkan

Megapolitan
Abaikan Imbauan Pemerintah, Warga Padati Pasar Kemiri Kembangan Utara

Abaikan Imbauan Pemerintah, Warga Padati Pasar Kemiri Kembangan Utara

Megapolitan
[UPDATE]: Sebaran 1.071 Pasien Positif Covid-19 di 191 Kelurahan Jakarta

[UPDATE]: Sebaran 1.071 Pasien Positif Covid-19 di 191 Kelurahan Jakarta

Megapolitan
Dapat Hak Asimilasi Dampak Covid-19, 130 Warga Binaan Lapas Salemba Bebas

Dapat Hak Asimilasi Dampak Covid-19, 130 Warga Binaan Lapas Salemba Bebas

Megapolitan
Ombudsman Jakarta Dukung Gubernur DKI Ajukan PSBB

Ombudsman Jakarta Dukung Gubernur DKI Ajukan PSBB

Megapolitan
Jasa Marga: Kecelakaan yang Menewaskan Wakil Jaksa Agung merupakan Kecelakaan Tunggal

Jasa Marga: Kecelakaan yang Menewaskan Wakil Jaksa Agung merupakan Kecelakaan Tunggal

Megapolitan
Setelah Didata Pemprov DKI, Pendaftar Kartu Pekerja Akan Diverifikasi Pemerintah Pusat

Setelah Didata Pemprov DKI, Pendaftar Kartu Pekerja Akan Diverifikasi Pemerintah Pusat

Megapolitan
Dampak Covid-19, Pemprov DKI Sebut 88.835 Pekerja Kena PHK dan Dirumahkan

Dampak Covid-19, Pemprov DKI Sebut 88.835 Pekerja Kena PHK dan Dirumahkan

Megapolitan
Polres Jakbar Buat 'Warteg Peduli', Salurkan Makanan Gratis untuk Warga Kurang Mampu

Polres Jakbar Buat "Warteg Peduli", Salurkan Makanan Gratis untuk Warga Kurang Mampu

Megapolitan
1.500 Hotel Tutup karena Covid-19, Pengusaha Minta Keringanan Pajak

1.500 Hotel Tutup karena Covid-19, Pengusaha Minta Keringanan Pajak

Megapolitan
Anies Minta Masyarakat Tak Beli Masker Medis, Bisa Gunakan Masker Kain

Anies Minta Masyarakat Tak Beli Masker Medis, Bisa Gunakan Masker Kain

Megapolitan
Besok, Jenazah Wakil Jaksa Agung Arminsyah Dimakamkan di TPU Pedongkelan

Besok, Jenazah Wakil Jaksa Agung Arminsyah Dimakamkan di TPU Pedongkelan

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X