Terminal Manggarai Sepi Penumpang, Omzet Pengemudi Kopaja Tak Lagi Tembus Rp 2 Juta

Kompas.com - 22/07/2019, 10:51 WIB
Metro Mini 62 melintasi Terminal Manggarai. Gambar diambil Kamis (19/1/2017). KOMPAS.com/SRI NOVIYANTIMetro Mini 62 melintasi Terminal Manggarai. Gambar diambil Kamis (19/1/2017).

JAKARTA, KOMPAS.COM - Sepinya Terminal Manggarai terlihat dengan jelas. Hanya ada beberapa orang saja yang berlalu lalang. Jumlah penumpang yang menaiki kopaja bahkan bisa dihitung dengan jari.

Kepala Satuan Layanan Terminal Manggarai pun mengungkap penyebab kondisi sepi penumpang di terminal ini.

"Karena sudah ada beberapa trayek yang berhenti beroperasi. Ditambah sudah ada transjakarta yang berada tepat di stasiun Manggarai" ujar Kepala Satuan Layanan Terminal Manggarai Ramadhoni ketika ditemui Kompas.com, Senin (22/7/2019).

Baca juga: Ternyata Feeder Transjakarta Banyak dari Bus Rekondisi yang Ditambah AC

Berdasarkan keterangan Ramadhoni, ada beberapa rute yang sudah tidak diperbolehkan lagi melewati Terminal Manggarai, yakni metromini 49 dan metromini P 17.

Penyebabnya, izin operasi metromini rute tersebut pun sudah tidak diperpanjang lagi oleh Kementrian Perhubungan.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Dulu rute paling gemuk itu kopaja S 66. Cuma kan karena ada transjakarta juga, orang enggak perlu jauh-jauh lagi ke sini," ungkap Ramadhoni.

Salah satu sopir kopaja S 66, Irno (34) yang ditemui Kompas.com juga memberikan keterangan senada. Kata dia, kondisi sepi penumpang membuat omzet mereka sebagai sopir turun drastis.

"Dulu (omzet) bisa sampai Rp 2 juta per hari, belum dikurangi setoran ya. Tapi sekarang boro-boro 500 ribu," ujar Irno.

Baca juga: Penjelasan soal Eskalator Nyetrum, AC Mati, hingga Toilet Rusak di Terminal Manggarai

Irno menjelaskan, selain kehadiran transjakarta yang memiliki rute mirip dengan trayeknya, transportasi online juga memberikan dampak besar terhadap turunnya jumlah penumpang yang menggunakan jasa kopaja S 66.

Pantauan Kompas.com pada Senin (22/7/2019) pagi, Terminal Manggarai terlihat bersih dan teratur. Hanya eskalator saja yang tidak beroperasi karena dalam tahap proses perbaikan.

Sementara untuk setiap jalur terminal telah dipasangi portal berwarna kuning agar tidak ada kendaraan pribadi atau kendaraan umum yang bukan trayek Terminal Manggarai bisa melintas.

Tidak tampak ada trayek lain di Teminal Manggarai, hanya ada kopaja S 66 saja yang selalu bergantian mengisi terminal ini.

Baca juga: Nasib Terminal Manggarai yang Modern Itu...



Video Rekomendasi

Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Cerita Tenaga Kesehatan Tangani Para Pasien Covid-19 Muda Separah Lansia

Cerita Tenaga Kesehatan Tangani Para Pasien Covid-19 Muda Separah Lansia

Megapolitan
UPDATE 25 Juni: Depok Kembali Catat Rekor, Ada 657 Kasus Baru Covid-19 Hari Ini

UPDATE 25 Juni: Depok Kembali Catat Rekor, Ada 657 Kasus Baru Covid-19 Hari Ini

Megapolitan
UPDATE 25 Juni: Tambah 6.934, Total Kasus Covid-19 di Jakarta Tembus Setengah Juta

UPDATE 25 Juni: Tambah 6.934, Total Kasus Covid-19 di Jakarta Tembus Setengah Juta

Megapolitan
Asrama Haji Pondok Gede Disiapkan Jadi Tempat Isolasi Pasien Covid-19

Asrama Haji Pondok Gede Disiapkan Jadi Tempat Isolasi Pasien Covid-19

Megapolitan
Efektif Tekan Mobilitas, Ganjil Genap di Kota Bogor Diberlakukan Lagi Akhir Pekan Ini

Efektif Tekan Mobilitas, Ganjil Genap di Kota Bogor Diberlakukan Lagi Akhir Pekan Ini

Megapolitan
Penyesuaian Operasional Transportasi Publik: MRT, LRT dan Transjakarta hingga Pukul 21.00

Penyesuaian Operasional Transportasi Publik: MRT, LRT dan Transjakarta hingga Pukul 21.00

Megapolitan
Menangis Tak Mampu Tolong Warga Kritis Covid-19, Wakapolres: Maaf Bu, Tadi Saya Janji Bawa Bapak Selamat

Menangis Tak Mampu Tolong Warga Kritis Covid-19, Wakapolres: Maaf Bu, Tadi Saya Janji Bawa Bapak Selamat

Megapolitan
Jenazah Pasien Covid-19 di Tangsel Mulai Dimakamkan Tanpa Peti Mati karena Stok Habis

Jenazah Pasien Covid-19 di Tangsel Mulai Dimakamkan Tanpa Peti Mati karena Stok Habis

Megapolitan
Pasien Kritis Terbaring di Tikar dan Pikap, Dirut RSUD Kota Bekasi: Covid-19 Itu Nyata

Pasien Kritis Terbaring di Tikar dan Pikap, Dirut RSUD Kota Bekasi: Covid-19 Itu Nyata

Megapolitan
Kasus Covid-19 Meningkat, Pemprov DKI Batasi Kunjungan ke TPU

Kasus Covid-19 Meningkat, Pemprov DKI Batasi Kunjungan ke TPU

Megapolitan
Warga Tangerang Meninggal Usai Divaksinasi Covid-19, IDI Minta Keluarganya Laporkan Kronologi Lengkap

Warga Tangerang Meninggal Usai Divaksinasi Covid-19, IDI Minta Keluarganya Laporkan Kronologi Lengkap

Megapolitan
Dirikan Tenda Darurat, RSUD Tarakan Pinjam Lahan SDN 02 Cideng

Dirikan Tenda Darurat, RSUD Tarakan Pinjam Lahan SDN 02 Cideng

Megapolitan
Pemakaman dengan Protap Covid-19 Tembus 1.001, TPU Jombang Siapkan Lahan Baru

Pemakaman dengan Protap Covid-19 Tembus 1.001, TPU Jombang Siapkan Lahan Baru

Megapolitan
Nakes Kewalahan, RSUD Bekasi Minta Tambahan Relawan untuk Tangani Pasien Covid-19

Nakes Kewalahan, RSUD Bekasi Minta Tambahan Relawan untuk Tangani Pasien Covid-19

Megapolitan
Link untuk Mengecek Ketersediaan RS Rujukan Covid-19 di Jakarta

Link untuk Mengecek Ketersediaan RS Rujukan Covid-19 di Jakarta

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X