Walhi Minta Pemrov DKI Jelaskan Asal Usul Batu Gamping Material Instalasi Gabion

Kompas.com - 26/08/2019, 17:03 WIB
Instalasi gabion yang dibuat dari batu bronjong di Bundaran HI, Jakarta Pusat, Kamis (22/8/2019) KOMPAS.COM/RYANA ARYADITA UMASUGIInstalasi gabion yang dibuat dari batu bronjong di Bundaran HI, Jakarta Pusat, Kamis (22/8/2019)
Penulis Cynthia Lova
|


JAKARTA, KOMPAS.com - Koordinator Kampanye Wahana Lingkungan Hidup (Walhi) Nasional, Edo Rahman meminta agar Pemerintah Provinsi DKI Jakarta segera menjelaskan dari mana asal material batu gamping yang digunakan untuk instalasi gabion di Bundaran HI Jakarta Pusat.

"Pemerintah DKI saya kira harus membuka kepada publik dari mana barang (batu gamping) itu diperoleh sumbernya, dari mana diambilnya," ujar Edo saat dihubungi, Senin (26/8/2019).

Ia juga meminta pihak Pemrov menelusuri apakah penggunaan batu gamping ini boleh digunakan atau tidak.

"Artinya ini harus segera dilakukan pengusutan lebih lanjut dari sumber barang itu diperoleh dan kemudian harus ditegaskan oleh bagian penegakan hukum nantinya bahwa apakah dilindungi atau tidak," kata Edo.

Sebab, meskipun Dinas Kehutanan DKI Jakarta membeli bebatuan itu dari penjual batu, menurut Edo memang diperlukan crosscheck dari dinas terkait darimana asal bebatuan itu dijual.

Baca juga: Kritik Riyanni Jangkaru soal Material Instalasi Gabion dan Bantahan Pemprov DKI

"Itu dia makanya saya bilang penting juga untuk mendudukkan lagi kasus ini dan harus betul-betul mengecek dari mana sumbernya," kata Edo.

"Meskipun sampai sekarang misalnya di beberapa wilayah di Indonesia memanfaatkan karang-karang mati itu kan untuk mengambil batu karangnya dan kemudian menjadiaknnya bahan untuk membuat pondasi atau bangunan rumah tapi ini kan harus dicek lagi kebenarannya dan juga keberadaannya," tambah Edo.

Sementara ahli Geologi Universitas Indonesia Reza Syahputra membenarkan bahwa batu yang dipasang menjadi instalasi gabion merupakan batu gamping.

Meski diperbolehkan menggunakan batu gamping untuk instalasi gabion, Reza mengatakan, pihak Pemrov DKI juga harus mengecek.

"Tidak masalah batuan tersebut dijadikan hiasan apalagi batuan yang udah lama dan rusak. Tapi harus dipastikan apakah diambil dari daerah konservasi atau tidak," katanya.

Baca juga: Material Instalasi Gabion di Bundaran HI dari Batu Gamping

Daerah konservasi yang dimaksud Reza adalah cagar alam geologi atau geopark. Sebab bebatuan tersebut hanya diperbolehkan diambil untuk tujuan penelitian.

Halaman:
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Seorang Pria Babak Belur Dipukuli Preman Saat Antar Kekasih Pulang

Seorang Pria Babak Belur Dipukuli Preman Saat Antar Kekasih Pulang

Megapolitan
Nasib 12 Anggota Satpol PP yang Bobol ATM Ditentukan Setelah Pemeriksaan

Nasib 12 Anggota Satpol PP yang Bobol ATM Ditentukan Setelah Pemeriksaan

Megapolitan
Gaji PNS DKI Capai 28 Juta, Lulusan IPDN Berbondong-bondong Incar Posisi di Jakarta

Gaji PNS DKI Capai 28 Juta, Lulusan IPDN Berbondong-bondong Incar Posisi di Jakarta

Megapolitan
54 Raperda Diusulkan pada 2020, Ketua DPRD DKI Minta Dipangkas

54 Raperda Diusulkan pada 2020, Ketua DPRD DKI Minta Dipangkas

Megapolitan
228 Mobil Mewah di Jakarta Barat Tunggak Pajak

228 Mobil Mewah di Jakarta Barat Tunggak Pajak

Megapolitan
Gudang Kayu di Bekasi Ludes Dilalap Api Pembakaran Sampah

Gudang Kayu di Bekasi Ludes Dilalap Api Pembakaran Sampah

Megapolitan
Detik-detik Api Kepung SMK Yadika 6: Siswa Terjebak, Dievakuasi Pakai Gorden hingga Ring Basket

Detik-detik Api Kepung SMK Yadika 6: Siswa Terjebak, Dievakuasi Pakai Gorden hingga Ring Basket

Megapolitan
BKD Benarkan Gaji PNS Baru DKI Bisa Mencapai Rp 28 Juta

BKD Benarkan Gaji PNS Baru DKI Bisa Mencapai Rp 28 Juta

Megapolitan
Ditanya soal Penggusuran Kawasan Sunter, Anies Hanya Tersenyum Tanpa Berkomentar

Ditanya soal Penggusuran Kawasan Sunter, Anies Hanya Tersenyum Tanpa Berkomentar

Megapolitan
Kurangi Pemakaian Botol Kemasan, Keran Air Siap Minum Kini Dipasang di RSCM

Kurangi Pemakaian Botol Kemasan, Keran Air Siap Minum Kini Dipasang di RSCM

Megapolitan
Dishub DKI Awalnya Minta Jalur Sepeda di Cikini Tak Dibongkar, Tapi...

Dishub DKI Awalnya Minta Jalur Sepeda di Cikini Tak Dibongkar, Tapi...

Megapolitan
Cerita Jubir Keluarga yang Nyaris Kena Selongsong Gas Saat Jenguk 6 Tersangka Pengibaran Bendera Bintang Kejora

Cerita Jubir Keluarga yang Nyaris Kena Selongsong Gas Saat Jenguk 6 Tersangka Pengibaran Bendera Bintang Kejora

Megapolitan
Ada Pendarahan di Otak, Siswa yang Lompat Saat Kebakaran di SMK Yadika 6 Dioperasi

Ada Pendarahan di Otak, Siswa yang Lompat Saat Kebakaran di SMK Yadika 6 Dioperasi

Megapolitan
Daftar Korban Kebakaran SMK Yadika 6 Pondok Gede yang Dirawat di Rumah Sakit

Daftar Korban Kebakaran SMK Yadika 6 Pondok Gede yang Dirawat di Rumah Sakit

Megapolitan
Korban Penggusuran Sunter Agung Harap Anies Menemui Mereka

Korban Penggusuran Sunter Agung Harap Anies Menemui Mereka

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X