Pelaku Pelecehan Siswi SMA di Pulau Tidung Ketahuan karena Ada Bekas Gigitan di Tangannya

Kompas.com - 05/11/2019, 17:43 WIB
Press release kasus pelecehan anak SMA oleh Polres Kepulauan Seribu, Selasa (5/11/2019) KOMPAS.COM/JIMMY RAMADHAN AZHARIPress release kasus pelecehan anak SMA oleh Polres Kepulauan Seribu, Selasa (5/11/2019)

JAKARTA, KOMPAS.com - Polsek Kepulauan Seribu Selatan menangkap S (26), tersangka yang mencabuli seorang siswi SMA di Pulau Tidung, Kepulauan Seribu. S ditangkap sejam setelah kasus itu dilaporkan oleh korban.

Kapolres Kepulauan Seribu AKBP Sandy Hermawan mengatakan, polisi menangkap S dari bekas gigitan korban di tangan tersangka.

Sandy menjelaskan, saat korban berinisial NA (15) melapor ke polisi ia mengaku dilecehkan oleh seseorang yang mengaku sebagai kakak kelasnya.

Kepada polisi NA juga menyebutkan bahwa ia sempat mengigit tersangka hingga giginya tanggal.

"Polsek melakukan penyelidikan diawali dengan kata kunci awal yakni 'kakak kelas'. Kakak kelasnya dikumpulin semua oleh Unit Reskrim Polsek Kepulauan Seribu Selatan dibantu Satreskrim Polres Kepulauan Seribu," kata Sandy di Mapolres Kepulauan Seribu, Ancol, Pademangan, Jakarta Utara Selasa (5/11/2019).

Baca juga: Ikut Jurit Malam, Siswa SMA di Pulau Tidung Dilecehkan

Polisi memeriksa satu per satu tangan kakak kelas korban, tetapi tidak menemukan bekas gigitan.

Petugas kemudian menyisir tempat NA dilecehkan oleh tersangka. Di sana sedang ada pembangunan penampungan bak air.

"Kemudian pekerja di sana, dicek satu-satu, terakhir dicek di tangannya ada gigitan, sampai giginya lepas. Ditemukan satu tersangka atas nama S, ada bekas gigitan," kata Sandy.

Polisi langsung mengamankan S ke Polsek Kepuluan Seribu Selatan.

Adapun S melecehkan korbannya saat NA mengikuti jurit malam di Pulau Tidung. Saat melakukan aksinya, S menyamar sebagai kakak kelas korban.

Terhadap pelaku dikenakan Pasal 82 jo Pasal 76 E Undang-Undang Nomor 35 tahun 2015 Tentang Perlindungan Anak dan Pasal 289 KUHP.

Pelaku terancam pidana maksimal 15 tahun penjara.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Rute LRT Pulo Gadung-Kebayoran Lama yang Berimpitan dengan MRT Diminta Dievaluasi

Rute LRT Pulo Gadung-Kebayoran Lama yang Berimpitan dengan MRT Diminta Dievaluasi

Megapolitan
Mobil Tabrak Pagar Gereja Immanuel di Gambir, Sopir Diduga Mengantuk

Mobil Tabrak Pagar Gereja Immanuel di Gambir, Sopir Diduga Mengantuk

Megapolitan
Pemilik Rumah yang Ambruk di Matraman Berharap Dijenguk Anies

Pemilik Rumah yang Ambruk di Matraman Berharap Dijenguk Anies

Megapolitan
Besok, Jalan Tol Layang Jakarta-Cikampek II Dibuka, Tarif Masih Gratis

Besok, Jalan Tol Layang Jakarta-Cikampek II Dibuka, Tarif Masih Gratis

Megapolitan
Rumah Ambruk karena Galian Saluran, Pemilik Berharap Pemkot Bertanggung Jawab

Rumah Ambruk karena Galian Saluran, Pemilik Berharap Pemkot Bertanggung Jawab

Megapolitan
Polisi Serahkan Secara Simbolis Jenazah Warga Pakistan Tersangka Kasus Narkoba

Polisi Serahkan Secara Simbolis Jenazah Warga Pakistan Tersangka Kasus Narkoba

Megapolitan
2 Rumah di Matraman Ambruk, Diduga karena Pengerjaan Saluran Air

2 Rumah di Matraman Ambruk, Diduga karena Pengerjaan Saluran Air

Megapolitan
Cerita Bowo Dirikan Bilik Pintar buat Anak-anak Pemulung di Menteng Atas

Cerita Bowo Dirikan Bilik Pintar buat Anak-anak Pemulung di Menteng Atas

Megapolitan
Kota Bogor Rentan Bencana Tanah Longsor Saat Musim Hujan

Kota Bogor Rentan Bencana Tanah Longsor Saat Musim Hujan

Megapolitan
Bangun Bilik Pintar untuk Anak-anak Pemulung, Ini Alasan Bowo

Bangun Bilik Pintar untuk Anak-anak Pemulung, Ini Alasan Bowo

Megapolitan
Alasan Pembeli Sepatu Compass Rela Antre Semalaman: Kayaknya Gaul Gitu...

Alasan Pembeli Sepatu Compass Rela Antre Semalaman: Kayaknya Gaul Gitu...

Megapolitan
7 Fakta Kelihaian Azura Luna, Mengaku Sosialita Indonesia dan Menipu di Hong Kong

7 Fakta Kelihaian Azura Luna, Mengaku Sosialita Indonesia dan Menipu di Hong Kong

Megapolitan
Mengenal Bilik Pintar, Tempat Belajar di Antara Gunungan Sampah

Mengenal Bilik Pintar, Tempat Belajar di Antara Gunungan Sampah

Megapolitan
Penjualan Sepatu Compass di Grand Indonesia Dibatalkan, Pembeli Kecewa

Penjualan Sepatu Compass di Grand Indonesia Dibatalkan, Pembeli Kecewa

Megapolitan
Calon Pembeli Sepatu Compass, Rela Antre dari Malam hingga Sisihkan Uang Jajan...

Calon Pembeli Sepatu Compass, Rela Antre dari Malam hingga Sisihkan Uang Jajan...

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X