Pembuatan SKCK untuk CPNS di Polres Jakbar Naik Tiga Kali Lipat

Kompas.com - 13/11/2019, 09:55 WIB
Suasana pemohon SKCK di Polres Jakarta Barat, Selasa (12/11/2019) KOMPAS.com/ BONFILIO MAHENDRA WAHANAPUTRA LADJARSuasana pemohon SKCK di Polres Jakarta Barat, Selasa (12/11/2019)

JAKARTA, KOMPAS.com - Pembukaan pendaftaran calon pegawai negeri sipil ( CPNS) berdampak pada pembuatan surat keterangan catatan kepolisian ( SKCK) yang naik tiga kali lipat di Polres Metro Jakarta Barat.

"Sehari antara 250 sampai 300 orang dua hari ini. Kalau kemarin masih 200-an. biasanya 150-an, sekarang tiga kali lipatnya," ucap Kepala Urusan Administrasi dan Ketatausahaan Polres Metro Jakarta Barat Ipda Kartiman di Polres Jakarta Barat, Selasa (12/11/2019).

Meski meningkat tiga kali lipat, Kartiman mengatakan bahwa mayoritas pemohon masih menggunakan cara manual untuk mengurus SKCK.

Para pemohon manual membawa berkas, mulai dari akte kelahiran, kartu keluarga, KTP dan pas foto ukuran 4x6.

Baca juga: Jumlah Pemohon SKCK Membludak, Polres Jakbar Layani Hingga Pukul 20.00

"Masih banyak manual, yang online ngisinya di rumah. Ini agak mendingan karena pemohon kebanyakan anak-anak muda, perempuan. Jadi online masih bisa, ini agak mendingan kalau dari keseleruhan 10 persenan lah ada," kata Kartiman.

Meski pendaftaran secara online membuat pemohon menjadi lebih mudah, kata Kartiman, banyaknya pemohon membuat jajaran SPK menambah jumlah pegawai serta menyesuaikan jam kerja.

Umumnya layanan pembuatan SKCK hanya sampai pukul 15.00 WIB, maka untuk saat ini pihaknya memastikan tetap melayani sampai seluruh SKCK yang diurus selesai dikeluarkan pada hari itu juga.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

2 Rumah Ambruk di Matraman, Warga Khawatir Ada Kejadian Serupa

2 Rumah Ambruk di Matraman, Warga Khawatir Ada Kejadian Serupa

Megapolitan
Rute LRT Pulo Gadung-Kebayoran Lama yang Berimpitan dengan MRT Diminta Dievaluasi

Rute LRT Pulo Gadung-Kebayoran Lama yang Berimpitan dengan MRT Diminta Dievaluasi

Megapolitan
Mobil Tabrak Pagar Gereja Immanuel di Gambir, Sopir Diduga Mengantuk

Mobil Tabrak Pagar Gereja Immanuel di Gambir, Sopir Diduga Mengantuk

Megapolitan
Pemilik Rumah yang Ambruk di Matraman Berharap Dijenguk Anies

Pemilik Rumah yang Ambruk di Matraman Berharap Dijenguk Anies

Megapolitan
Besok, Jalan Tol Layang Jakarta-Cikampek II Dibuka, Tarif Masih Gratis

Besok, Jalan Tol Layang Jakarta-Cikampek II Dibuka, Tarif Masih Gratis

Megapolitan
Rumah Ambruk karena Galian Saluran, Pemilik Berharap Pemkot Bertanggung Jawab

Rumah Ambruk karena Galian Saluran, Pemilik Berharap Pemkot Bertanggung Jawab

Megapolitan
Polisi Serahkan Secara Simbolis Jenazah Warga Pakistan Tersangka Kasus Narkoba

Polisi Serahkan Secara Simbolis Jenazah Warga Pakistan Tersangka Kasus Narkoba

Megapolitan
2 Rumah di Matraman Ambruk, Diduga karena Pengerjaan Saluran Air

2 Rumah di Matraman Ambruk, Diduga karena Pengerjaan Saluran Air

Megapolitan
Cerita Bowo Dirikan Bilik Pintar buat Anak-anak Pemulung di Menteng Atas

Cerita Bowo Dirikan Bilik Pintar buat Anak-anak Pemulung di Menteng Atas

Megapolitan
Kota Bogor Rentan Bencana Tanah Longsor Saat Musim Hujan

Kota Bogor Rentan Bencana Tanah Longsor Saat Musim Hujan

Megapolitan
Bangun Bilik Pintar untuk Anak-anak Pemulung, Ini Alasan Bowo

Bangun Bilik Pintar untuk Anak-anak Pemulung, Ini Alasan Bowo

Megapolitan
Alasan Pembeli Sepatu Compass Rela Antre Semalaman: Kayaknya Gaul Gitu...

Alasan Pembeli Sepatu Compass Rela Antre Semalaman: Kayaknya Gaul Gitu...

Megapolitan
7 Fakta Kelihaian Azura Luna, Mengaku Sosialita Indonesia dan Menipu di Hong Kong

7 Fakta Kelihaian Azura Luna, Mengaku Sosialita Indonesia dan Menipu di Hong Kong

Megapolitan
Mengenal Bilik Pintar, Tempat Belajar di Antara Gunungan Sampah

Mengenal Bilik Pintar, Tempat Belajar di Antara Gunungan Sampah

Megapolitan
Penjualan Sepatu Compass di Grand Indonesia Dibatalkan, Pembeli Kecewa

Penjualan Sepatu Compass di Grand Indonesia Dibatalkan, Pembeli Kecewa

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X