Kemarin Kumpulkan Murid, SMAN 2 Depok Dipastikan Belajar Online Hari Ini

Kompas.com - 14/07/2020, 06:04 WIB
Ilustrasi siswa DOK. PIXABAYIlustrasi siswa

DEPOK, KOMPAS.com - Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kota Depok Dadang Wihana menyebutkan bahwa SMAN 2 Depok di Sukmajaya tak akan lagi mengumpulkan siswa-siswinya di tengah pandemi Covid-19.

Pernyataan ini dilontarkan sehubungan dengan pengumpulan siswa-siswi baru SMAN 2 Depok pada Senin (13/7/2020) pagi kemarin, untuk program masa pengenalan lingkungan sekolah ( MPLS) yang dilarang pemerintah dilakukan secara tatap muka.

"Masa pengenalan lingkungan sekolah SMAN 2 mulai besok akan dilaksanakan secara daring," kata Dadang melalui pesan singkat kepada wartawan, Senin malam.

Baca juga: SMAN 2 Depok Kumpulkan Murid Pagi Tadi, Pemkot Janji Besok Tak Ada Lagi

"Hal ini disampaikan Kepala SMA 2 yang baru," imbuhnya.

Tadinya, Pemerintah Kota Depok sudah siap mengerahkan aparat Satpol PP ke SMAN 2 Depok pagi ini untuk mencegah pengumpulan anak-anak lagi.

Namun, setelah insiden ini jadi sorotan media massa, pihak sekolah akhirnya memutuskan untuk patuh protokol pemerintah.

Pemerintah Kota Depok sudah menetapkan bahwa semester gasal tahun ajaran 2020/2021 akan diselenggarakan dengan metode pembelajaran jarak jauh, di mana para siswa-siswi belajar dari rumah.

Baca juga: Murid di Depok Belajar dari Rumah hingga Akhir 2020

Masalahnya, operasional SMA, juga SMK dan SLB di Jawa Barat merupakan kewenangan pemerintah provinsi.

Dadang memastikan, Pemerintah Kota Depok dan Pemerintah Provinsi Jawa Barat sudah satu suara mengenai kewajiban murid belajar dari rumah pada semester ini guna mencegah penularan Covid-19.

"Saya sudah telepon juga Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat (Dedi Supandi). Ternyata Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat juga sudah mengeluarkan petunjuk teknis, bahwa tidak diperkenankan untuk melakukan (pembelajaran dan MPLS) tatap muka," jelas Dadang.

"Dengan provinsi sudah nyambung dan di kita pun sudah mengeluarkan surat edaran wali kota, semua (sekolah) tidak boleh (menggelar pembelajaran) tatap muka. Yang jelas, sekolah sampai Desember itu secara daring," ungkapnya.



Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Nonton 'Layar Tancap' dari Dalam Mobil di Kota Tangerang

Nonton "Layar Tancap" dari Dalam Mobil di Kota Tangerang

Megapolitan
Pemkot Jakut Wajibkan PNS Ikuti Rangkaian Upacara Bendera dari TV

Pemkot Jakut Wajibkan PNS Ikuti Rangkaian Upacara Bendera dari TV

Megapolitan
Disdik Kota Tangerang Susun Tahap Pembukaan Sekolah di Masa Pandemi

Disdik Kota Tangerang Susun Tahap Pembukaan Sekolah di Masa Pandemi

Megapolitan
Disdik Kota Tangerang: Anak-anak Mulai Jenuh Belajar di Rumah

Disdik Kota Tangerang: Anak-anak Mulai Jenuh Belajar di Rumah

Megapolitan
Netizen Anteng Nonton Admin Grab Berbalas Pantun di Twitter

Netizen Anteng Nonton Admin Grab Berbalas Pantun di Twitter

Megapolitan
Pemprov DKI Minta Warga Tak Gelar Lomba Panjat Pinang Saat 17 Agustus

Pemprov DKI Minta Warga Tak Gelar Lomba Panjat Pinang Saat 17 Agustus

Megapolitan
Walkot Rahmat Effendy Perkirakan Alat Tes Covid-19 di Bekasi Cukup hingga Desember

Walkot Rahmat Effendy Perkirakan Alat Tes Covid-19 di Bekasi Cukup hingga Desember

Megapolitan
[UPDATE] Grafik 7 Agustus: Depok Zona Merah Nasional dengan 1.383 Kasus Covid-19

[UPDATE] Grafik 7 Agustus: Depok Zona Merah Nasional dengan 1.383 Kasus Covid-19

Megapolitan
Paskibra Upacara HUT Ke-75 RI di Jakarta Utara Hanya Tiga Orang

Paskibra Upacara HUT Ke-75 RI di Jakarta Utara Hanya Tiga Orang

Megapolitan
Ombudsman: Banyak Murid Titipan Setelah PPDB Depok Ditutup karena Kepsek Dapat Tekanan

Ombudsman: Banyak Murid Titipan Setelah PPDB Depok Ditutup karena Kepsek Dapat Tekanan

Megapolitan
Pandemi Covid-19, Penjual Bendera Merah Putih Keluhkan Omzet Turun 50 Persen

Pandemi Covid-19, Penjual Bendera Merah Putih Keluhkan Omzet Turun 50 Persen

Megapolitan
Kaget Pemprov DKI Tak Punya Alat Pengukur Hujan, Anies Minta Anak Buahnya Beli Banyak meski Murah

Kaget Pemprov DKI Tak Punya Alat Pengukur Hujan, Anies Minta Anak Buahnya Beli Banyak meski Murah

Megapolitan
Tetangga Terpapar Covid-19, Puluhan Warga Meruya Utara Swab Test

Tetangga Terpapar Covid-19, Puluhan Warga Meruya Utara Swab Test

Megapolitan
Pembakar Rumah di Ciputat Ditangkap, Motifnya karena Urusan Asmara

Pembakar Rumah di Ciputat Ditangkap, Motifnya karena Urusan Asmara

Megapolitan
Bekasi Deflasi 0,01 Persen, Walkot Gencarkan Program Hidroponik dan Ternak Lele

Bekasi Deflasi 0,01 Persen, Walkot Gencarkan Program Hidroponik dan Ternak Lele

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X