Fakta-fakta Predator Seksual 305 Anak Asal Perancis Meninggal karena Percobaan Bunuh Diri

Kompas.com - 14/07/2020, 07:24 WIB
Polda Metro Jaya menangkap pria warga negara Perancis berinisial FAC alias Frans (65) yang melakukan eksploitasi secara ekonomi dan seksual terhadap 305 anak dibawah umur di beberapa hotel kawasan Jakarta. Pelaku ditangkap saat melakukan aksinya di Hotel PP kawasan Taman Sari, Jakarta Barat, belum lama ini. KOMPAS.com/Muhamad Isa BustomiPolda Metro Jaya menangkap pria warga negara Perancis berinisial FAC alias Frans (65) yang melakukan eksploitasi secara ekonomi dan seksual terhadap 305 anak dibawah umur di beberapa hotel kawasan Jakarta. Pelaku ditangkap saat melakukan aksinya di Hotel PP kawasan Taman Sari, Jakarta Barat, belum lama ini.

JAKARTA, KOMPAS.com - Warga negara Perancis, FAC alias Frans (65), tersangka kasus eksploitasi seksual terhadap 305 anak, meninggal dunia pada Minggu (12/7/2020) malam.

Frans meninggal dunia setelah melakukan percobaan bunuh diri dengan melilitkan seutas kabel pada leher.

Aksi nekat itu dilakukan Frans saat berada di dalam rutan Polda Metro Jaya.

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Yusri Yunus mengatakan, peristiwa itu diketahui setelah petugas tahanan Polda Metro Jaya sedang melakukan patroli pada Kamis (9/7/2020) malam.

Seketika itu petugas melihat kondisi Frans terkulai lemas dengan leher yang terlilit kabel.

"Kondisi terikat lehernya dengan seutas kabel. (Pelaku). Ada percobaan bunuh diri yang dilakukan oleh tersangka dengan menggunakan kabel itu," kata Yusri kepada wartawan, Senin (13/7/2020).

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Baca juga: WN Perancis Tersangka Predator Anak Tewas, Diduga Coba Bunuh Diri di Tahanan

Saat itu, kondisi Frans yang lemas langsung dilarikan ke Rumah Sakit Kramat Jati, Jakarta Timur.

Frans sempat mendapatkan perawatan dan tindakan medis. Namun, ia meninggal dunia pada Minggu malam.

"Lebih kurang tiga hari dilakukan perawatan, tadi malam sekitar pukul 20.00 WIB tersangka tersebut meninggal dunia," katanya.

Polisi rekonstruksi

Polisi pun telah melakukan pemeriksaan terhadap anggota rutan Polda Metro Jaya yang kala itu bertugas menjaga.

Hal tersebut untuk mengetahui kronologi kejadian yang dilakukan oleh Frans.

"Kemudian, melakukan rekonstruksi di tempat kejadian untuk mengetahui jalannya peristiwa," ujar Yusri.

Baca juga: WN Perancis Predator Anak Tewas, Ini Penjelasan Pihak Kedokteran Polda Metro Jaya

Pasalnya, kabel yang digunakan Frans untuk melakukan percobaan bunuh diri dinilai tak masuk akal karena posisinya yang tinggi.

"Setelah dilakukan rekonstruksi, diketahui memang betul bahwa memang kabel itu sangat tinggi. Tapi, karena dia tinggi, dia bisa ambil," ucapnya.

Penyebab kematian

Sementara itu, Kepala Bidang Kedokteran dan Kesehatan (Biddokes) Polda Metro Jaya Kombes Umar Shahab menjelaskan bahwa Frans sempat ditangani oleh tenaga medis Biddokes sebelum dilarikan ke RS Polri Kramat Jati, Jakarta Timur.

Namun, karena kondisinya terus memprihatinkan, Frans dibawa ke RS Polri Kramat Jati untuk mendapatkan penangan yang serius.

Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Diduga Kaget karena Letusan Ban, Seorang Pemuda Jatuh dan Tenggelam di Pelabuhan Sunda Kelapa

Diduga Kaget karena Letusan Ban, Seorang Pemuda Jatuh dan Tenggelam di Pelabuhan Sunda Kelapa

Megapolitan
Sopir Mercy yang Lawan Arah di Tol JORR Tak Ditahan Polisi

Sopir Mercy yang Lawan Arah di Tol JORR Tak Ditahan Polisi

Megapolitan
Gas Bocor, 4 Kios di Duren Sawit Hangus Terbakar

Gas Bocor, 4 Kios di Duren Sawit Hangus Terbakar

Megapolitan
Mercy Lawan Arah di Tol JORR, Sopir Diduga Alami Demensia

Mercy Lawan Arah di Tol JORR, Sopir Diduga Alami Demensia

Megapolitan
Diduga Lecehkan Agama, Pria di Bekasi Diamankan Polisi

Diduga Lecehkan Agama, Pria di Bekasi Diamankan Polisi

Megapolitan
Cakupan Vaksinasi Covid-19 Dosis Kedua di Tangsel Mencapai 64,3 Persen

Cakupan Vaksinasi Covid-19 Dosis Kedua di Tangsel Mencapai 64,3 Persen

Megapolitan
UPDATE 27 November: DKI Jakarta Catat Penambahan 54 Kasus Covid-19

UPDATE 27 November: DKI Jakarta Catat Penambahan 54 Kasus Covid-19

Megapolitan
Kampung Boncos Digerebek, 18 Pengguna Sabu Ditangkap

Kampung Boncos Digerebek, 18 Pengguna Sabu Ditangkap

Megapolitan
Tiga Pelaku Mutilasi di Kedungwaringin Bekasi Ditangkap Polisi

Tiga Pelaku Mutilasi di Kedungwaringin Bekasi Ditangkap Polisi

Megapolitan
Ditabrak Mercy yang Lawan Arah di Tol JORR, Korban Luka di Bagian Kepala

Ditabrak Mercy yang Lawan Arah di Tol JORR, Korban Luka di Bagian Kepala

Megapolitan
Lawan Arah di Tol JORR, Mobil Mercy Lalu Tabrak Dua Mobil

Lawan Arah di Tol JORR, Mobil Mercy Lalu Tabrak Dua Mobil

Megapolitan
Ada Penembakan di Tol Exit Bintaro, Polisi: Korban Selamat tapi Luka di Perut

Ada Penembakan di Tol Exit Bintaro, Polisi: Korban Selamat tapi Luka di Perut

Megapolitan
 Kinerja Tim Medsos Memuaskan, Pemprov DKI Jakarta Berhasil Raih Tiga Penghargaan di GSMS 2021

Kinerja Tim Medsos Memuaskan, Pemprov DKI Jakarta Berhasil Raih Tiga Penghargaan di GSMS 2021

Megapolitan
Polisi Kantongi Identitas Mobil Pelaku Penembakan di Exit Tol Bintaro

Polisi Kantongi Identitas Mobil Pelaku Penembakan di Exit Tol Bintaro

Megapolitan
Sebuah Kapal Terbakar di Pelabuhan Sunda Kelapa

Sebuah Kapal Terbakar di Pelabuhan Sunda Kelapa

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.