Polresta Tangerang Ringkus Dua Pelaku Curanmor yang Sudah Beraksi 2 Tahun

Kompas.com - 03/08/2020, 19:10 WIB
Kapolresta Tangerang Kombes Pol Ade Ary Syam Indradi memegang barang bukti kunci letter T yang digunakan pelaku pencurian sepeda motor di Polsek Cikupa Tangerang, Senin (3/8/2020) Dok Humas Polresta TangerangKapolresta Tangerang Kombes Pol Ade Ary Syam Indradi memegang barang bukti kunci letter T yang digunakan pelaku pencurian sepeda motor di Polsek Cikupa Tangerang, Senin (3/8/2020)

TANGERANG, KOMPAS.com - Polresta Tangerang berhasil meringkus J dan FH, dua pencuri motor di wilayah Cikupa Kabupaten Tangerang.

Kapolresta Tangerang Kombes Pol Ade Ary Syam Indradi mengatakan, kedua pelaku berhasil diringkus di kontrakannya di Kota Tangerang.

"J dan FH sudah beraksi selama dua tahun dan setiap hari bisa dapat dua sampai tiga motor," ujar Ade Ary dalam keterangan tertulis diterima Kompas.com, Senin (3/8/2020).

Baca juga: Pasutri Pelaku Curanmor di Tangerang Diringkus Polisi

Ade menjelaskan, kedua pelaku merupakan warga asal Lampung dan sudah menetap di Kota Tangerang.

Kedua pelaku sering melakukan aksinya di Cikupa Kabupaten Tangerang, Pasar Kemis dan Jatiuwung Kota Tangerang.

Kedua tersangka melakukan aksinya dengan berbagi peran dan menggunaka kunci letter T dan hanya membutuhkan waktu 3 detik untuk mencui sepeda motor.

"Satu mengawasi dan satu orang mencuri," kata Ade.

Baca juga: Kasus Curas hingga Curanmor di Jadetabek Naik 6 Persen Selama Pandemi Covid-19

Saat diringkus, kedua pelaku yang kini sudah berstatus tersangka tersebut diamankan beserta dengan barang bukti sembilan sepeda motor berbagai jenis, termasuk motor sport Kawasaki Ninja.

"Atas perbuatannya, para tersangka dijerat pasal 363 KUHP dengan ancaman hukuman di atas 5 tahun penjara," kata Ade.

Dia juga meminta kepada masyarakat untuk tidak membeli hasil curian dan sefera melapor apabila ada orang yang menjual motor dengan harga murah dan tidak dilengkapi dengan surat kepemilikan.

"Cegah curanmor dengan tidak membeli motor curian, karena membeli termasuk sindikat curanmor juga. Oleh karenanya bisa dipindana sebagai penagah," tutur Ade.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Pemilik Akun Instagram yang Hina Brimob Kacung China Jadi Tersangka

Pemilik Akun Instagram yang Hina Brimob Kacung China Jadi Tersangka

Megapolitan
Pemasukan Pajak Tempat Hiburan di Kota Bekasi Tahun 2020 Hanya Rp 22 Miliar

Pemasukan Pajak Tempat Hiburan di Kota Bekasi Tahun 2020 Hanya Rp 22 Miliar

Megapolitan
Anies Klaim Pemprov DKI Terbitkan 105.000 Izin bagi UMKM dalam 4 Bulan

Anies Klaim Pemprov DKI Terbitkan 105.000 Izin bagi UMKM dalam 4 Bulan

Megapolitan
Hina Brimob dengan Sebutan Kacung China, Seorang Pria di Bogor Diamankan

Hina Brimob dengan Sebutan Kacung China, Seorang Pria di Bogor Diamankan

Megapolitan
Pemuda Pembunuh Mantan Bos di Tangerang Dijerat Pasal Pembunuhan Berencana

Pemuda Pembunuh Mantan Bos di Tangerang Dijerat Pasal Pembunuhan Berencana

Megapolitan
AMAN Tak Merasa Kirim Karangan Bunga ke Kodam Jaya

AMAN Tak Merasa Kirim Karangan Bunga ke Kodam Jaya

Megapolitan
Anies Klaim Pemprov DKI Sudah Bagikan 22,5 Juta Masker Gratis

Anies Klaim Pemprov DKI Sudah Bagikan 22,5 Juta Masker Gratis

Megapolitan
Anies: Dampak Libur Panjang, Sekarang Kita Saksikan Kenaikan Kasus Covid-19

Anies: Dampak Libur Panjang, Sekarang Kita Saksikan Kenaikan Kasus Covid-19

Megapolitan
104 Warga Petamburan Ikut Rapid Test Massal, 5 Orang Reaktif Covid-19

104 Warga Petamburan Ikut Rapid Test Massal, 5 Orang Reaktif Covid-19

Megapolitan
Dendam Motornya Dihilangkan, Pemuda Bunuh Mantan Bosnya

Dendam Motornya Dihilangkan, Pemuda Bunuh Mantan Bosnya

Megapolitan
Hindari Mobil yang Putar Balik, Truk Boks Terguling di Jalan Benyamin Sueb

Hindari Mobil yang Putar Balik, Truk Boks Terguling di Jalan Benyamin Sueb

Megapolitan
Anies: Stabilitas Jakarta di Tengah Pandemi Tidak Gratis

Anies: Stabilitas Jakarta di Tengah Pandemi Tidak Gratis

Megapolitan
Berkurang, Kini Ada 16 RW di Jakarta yang Masuk Zona Merah

Berkurang, Kini Ada 16 RW di Jakarta yang Masuk Zona Merah

Megapolitan
Gowes Pakai Seli Keliling Dufan hingga Main Sepuasnya Cuma Bayar Rp 50.000, Tertarik?

Gowes Pakai Seli Keliling Dufan hingga Main Sepuasnya Cuma Bayar Rp 50.000, Tertarik?

Megapolitan
1.823 Pasien Covid-19 Masih Dirawat di Depok, Ini Data di 11 Kecamatan

1.823 Pasien Covid-19 Masih Dirawat di Depok, Ini Data di 11 Kecamatan

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X