Praktik Aborsi Ilegal Tersembunyi di Jakpus, Terus Menggeliat meski Berulang Kali Terbongkar

Kompas.com - 20/08/2020, 10:42 WIB
Klinik aborsi di Jalan Paseban Raya Nomor 61, Paseban, Senen, Sabtu (15/2/2020). Kompas.com/CYNTHIA LOVAKlinik aborsi di Jalan Paseban Raya Nomor 61, Paseban, Senen, Sabtu (15/2/2020).

JAKARTA, KOMPAS.com - Sejumlah klinik aborsi ilegal kerap bermunculan di Kawasan Raden Saleh, Jakarta Pusat dan sekitarnya. Bisnis penanganan kandungan ilegal itu dilakukan secara tersembunyi.

Sebagian besar dari kasus praktik aborsi yang terbongkar, terdapat tenaga medis bekerja di dalamnya. Mereka terdiri dari dokter, bidan hingga perawat.

Mereka menjalani praktik ini dengan berbagai kamuflase untuk mengecoh petugas kepolisian. Karenanya, praktik itu terus berlangsung tanpa tersentuh selama bertahun-tahun.

Tahun 1997

Dikutip Harian Kompas berjudul "Bermula Dari Bawah Jembatan Tol Warakas" edisi Minggu 7 Desember 1997, polisi pernah membongkar kasus aborsi ilegal.

Setidaknya ada 11 mayat bayi ditemukan di bawah jembatan tol Warakas, Jakarta Utara.

Baca juga: Jalan Raden Saleh di Cikini: Favorit Pelancong pada Zaman Batavia, Kini Langganan Kasus Praktik Aborsi

Dokter ahli forensik Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (FKUI) dr Mun'im Idris yang memeriksa menyatakan, kalau bayi-bayi itu merupakan korban aborsi dari klinik yang beroperasi di Jakarta Pusat.

Berbekal hasil pemeriksaan bayi itu, polisi melakukan penyelidikan dan menangkap 16 orang terkait temuan mayat bayi itu.

Dari sejumlah orang yang ditangkap, 15 tersangka di antaranya ditahan di Polres Jakarta Pusat yang kemudian dipindah ke Polda Metro Jaya. Adapun satu orang lainnya ditahan di Pomdam Jaya.

Kadispen Polda Metro Jaya Letkol (Pol) saat itu, Edward Aritonang mengatakan, satu ibu dari 11 mayat itu salah satu bayi tersebut berhasil ditangkap dan sudah ditahan.

"Menemukan ibu lainnya sangat penting, bukan hanya sebagai saksi tetapi sekaligus sebagai tersangka." ujar Aritonang.

Selain itu, polisi juga menangkap dua dokter ahli kandungan, yakni dr Bdm dan Letkol dr JK.

Keduanya diketahui bekerja di klinik Herlin Herlina dan klinik Yayasan Amalia yang letaknya berdekatan Jalan Tanah Tinggi IV Gang G No 12, Jakarta Pusat.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Alat PCR Rusak, Sampel Swab Pasien Covid-19 di Tangsel Dikirim ke Laboratorium Lain

Alat PCR Rusak, Sampel Swab Pasien Covid-19 di Tangsel Dikirim ke Laboratorium Lain

Megapolitan
Alat PCR Rusak, Labkesda Tangsel Tak Terima Sampel Terkait Covid-19 Mulai Hari Ini

Alat PCR Rusak, Labkesda Tangsel Tak Terima Sampel Terkait Covid-19 Mulai Hari Ini

Megapolitan
Satgas Covid-19 IDI: Menambah RS Covid-19 Tidak Menyelesaikan Masalah

Satgas Covid-19 IDI: Menambah RS Covid-19 Tidak Menyelesaikan Masalah

Megapolitan
Kisah Penyintas Bom Thamrin: Berjuang Setelah Kehilangan Pekerjaan dan Masih Trauma

Kisah Penyintas Bom Thamrin: Berjuang Setelah Kehilangan Pekerjaan dan Masih Trauma

Megapolitan
Pedagang Daging Sapi Mogok Massal, Los di Pasar Kranji Bekasi Kosong

Pedagang Daging Sapi Mogok Massal, Los di Pasar Kranji Bekasi Kosong

Megapolitan
Jawaban Basarnas Soal Heboh Tanda SOS di Pulau Laki

Jawaban Basarnas Soal Heboh Tanda SOS di Pulau Laki

Megapolitan
Pasien Covid-19 yang Dirujuk ke RSPI Sulianti Saroso Harus Siapkan Dokumen Ini

Pasien Covid-19 yang Dirujuk ke RSPI Sulianti Saroso Harus Siapkan Dokumen Ini

Megapolitan
Aksi Pelecehan Seksual di Kompleks Perumahan Isa Bajaj, Ada yang Pamer Alat Vital hingga Begal Payudara

Aksi Pelecehan Seksual di Kompleks Perumahan Isa Bajaj, Ada yang Pamer Alat Vital hingga Begal Payudara

Megapolitan
Ruang Perawatan Pasien Covid-19 di RS Fatmawati Hampir 100 Persen Terisi

Ruang Perawatan Pasien Covid-19 di RS Fatmawati Hampir 100 Persen Terisi

Megapolitan
Kasus Covid-19 di Jakarta Barat Melonjak Dua Kali Lipat 2 Pekan Terakhir

Kasus Covid-19 di Jakarta Barat Melonjak Dua Kali Lipat 2 Pekan Terakhir

Megapolitan
Menanti Gebrakan Pemerintah Pusat di Tengah Kolapsnya RS Covid-19 di Jabodetabek

Menanti Gebrakan Pemerintah Pusat di Tengah Kolapsnya RS Covid-19 di Jabodetabek

Megapolitan
Pasien Antre, RSPI Sulianti Saroso Tambah Ruang Perawatan Pasien Covid-19

Pasien Antre, RSPI Sulianti Saroso Tambah Ruang Perawatan Pasien Covid-19

Megapolitan
Update 20 Januari: RS Wisma Atlet Rawat 4.651 Pasien Covid-19

Update 20 Januari: RS Wisma Atlet Rawat 4.651 Pasien Covid-19

Megapolitan
Kasus Covid-19 Terus Meningkat, RS di Kota Bogor Kekurangan Ventilator

Kasus Covid-19 Terus Meningkat, RS di Kota Bogor Kekurangan Ventilator

Megapolitan
Hari Ini, John Kei Bacakan Nota Keberatan atas Dakwaan Pembunuhan Berencana

Hari Ini, John Kei Bacakan Nota Keberatan atas Dakwaan Pembunuhan Berencana

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X