Pemkot Bekasi Usul Tambah Fasilitas RSD Patriot ketimbang Sewa Hotel untuk Isolasi Pasien Covid-19

Kompas.com - 22/09/2020, 07:10 WIB
Tenaga kesehatan menggunakan alat pelindung diri (APD) menyiapkan peralatan kesehatan di ruang isolasi pasien Covid-19 di Stadion Patriot Chandrabhaga, Bekasi, Jawa Barat, Kamis (10/9/2020). Sebanyak 55 tempat tidur telah disiapkan pihak Pemerintah Kota Bekasi di stadion tersebut sebagai tempat untuk isolasi mandiri pasien Covid-19. KOMPAS.com/GARRY LOTULUNGTenaga kesehatan menggunakan alat pelindung diri (APD) menyiapkan peralatan kesehatan di ruang isolasi pasien Covid-19 di Stadion Patriot Chandrabhaga, Bekasi, Jawa Barat, Kamis (10/9/2020). Sebanyak 55 tempat tidur telah disiapkan pihak Pemerintah Kota Bekasi di stadion tersebut sebagai tempat untuk isolasi mandiri pasien Covid-19.

BEKASI, KOMPAS.com - Wali Kota Bekasi Rahmat Effendi mengatakan, sejumlah hotel bintang 2 dan bintang 3 di wilayahnya menolak untuk dijadikan tempat isolasi para pasien Covid-19 tak bergejala.

Hotel-hotel itu menolak lantaran khawatir tempat mereka jadi tidak laku usai dijadikan sebagai tempat isolasi pasien Covid-19.

“BPBD sudah nanyain ke Hotel Amaris menolak, Bunga Karang sudah dipakai sama tim dokter kita. Nah, kan kami tidak terlalu banyak hotel di sini, bintang 2 bintang 3. Ya, tetapi rata-rata mereka takut kalau nanti dilabeli hotelnya sebagai tempat penanganan Covid-19,” ujar Rahmat, Senin (22/9/2020).

Baca juga: Pemkot Bekasi Akan Pasang Layanan Netflix di Ruang Isolasi di Stadion Patriot agar Pasien Covid-19 Tak Jenuh

Oleh karena itu, dia akan mengajukan proposal ke Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) agar biaya sewa hotel dialihkan untuk penambahan fasilitas di Stadion Patriot Candrabhaga yang saat ini dijadikan sebagai Rumah Sakit Darurat (RSD) Penanganan Covid-19.

Pasalnya, saat ini baru ada 57 tempat tidur isolasi pasien Covid-19 yang disiapkan di Rumah Sakit Darurat Stadion Patriot itu.

“Nah, kalau emang BNPB betul boleh mengajukan ke hotel, kami akan buat proposal ya tidak apa-apa di stadion, kan tidak bayar. Tetapi, kami minta saja melengkapi fasilitas tempat tidur, oksigen, HEPA filter-nya, dan fasilitas penunjang penanganan kesehatan lainnya,” ucap Rahmat.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Dengan penambahan fasilitas di RSD Patriot, daya tampung bisa semakin banyak. Menurut dia, tempat isolasi di RSD Patriot akan diproyeksikan bisa untuk menangani sekitar 100 pasien Covid-19.

“Kami masih melakukan negoisasi, kami tidak bisa memaksakan (kalau BNPB tidak mau). Kami sudah ke BNPB bahwa kami akan buat proposal seperti yang dikeluarkan kalau misal ada pembiayaan. Tetapi, kalau di stadion kan kami tidak bayar, lebih ringan. Kami sarankan di sini saja,” ujar Rahmat.

Hingga saat ini, ada 2.815 orang yang terpapar Covid-19 di Kota Bekasi. Dari jumlah tersebut, 2.388 orang sudah dinyatakan sembuh. Sebanyak 331 orang dirawat di pelayanan kesehatan maupun isolasi mandiri.

Pemerintah pusat telah memastikan akan menanggung biaya isolasi mandiri pasien Covid-19 yang tidak menunjukkan gejala di hotel bintang 2 dan 3. Menko Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan, pemerintah membuka peluang hotel bisa dijadikan tempat isolasi mandiri pasien Covid-19.



Video Rekomendasi

Rekomendasi untuk anda
25th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Polisi Usut Kasus Warga Bekasi yang NIK-nya Dipakai Orang Lain untuk Vaksinasi Covid-19

Polisi Usut Kasus Warga Bekasi yang NIK-nya Dipakai Orang Lain untuk Vaksinasi Covid-19

Megapolitan
Terobos Palang di Perlintasan KA Pesing, Pemotor Tewas Tertabrak Kereta

Terobos Palang di Perlintasan KA Pesing, Pemotor Tewas Tertabrak Kereta

Megapolitan
47.324 Warga Jakbar Terima Vaksin Covid-19 di 209 Posko Vaksin Merdeka

47.324 Warga Jakbar Terima Vaksin Covid-19 di 209 Posko Vaksin Merdeka

Megapolitan
NIK Warga Bekasi Dipakai Orang Lain untuk Vaksinasi, Ini Langkah Pembenahan Pemerintah

NIK Warga Bekasi Dipakai Orang Lain untuk Vaksinasi, Ini Langkah Pembenahan Pemerintah

Megapolitan
Mulai Dibuka, Vaksinasi Covid-19 bagi Ibu Hamil di Jakarta Barat

Mulai Dibuka, Vaksinasi Covid-19 bagi Ibu Hamil di Jakarta Barat

Megapolitan
Pria di Cengkareng Aniaya Mertua hingga Tewas karena Sakit Hati

Pria di Cengkareng Aniaya Mertua hingga Tewas karena Sakit Hati

Megapolitan
Wagub DKI Minta Pasien Covid-19 yang Isoman di Rumah Pindah ke Tempat Isolasi Terkendali

Wagub DKI Minta Pasien Covid-19 yang Isoman di Rumah Pindah ke Tempat Isolasi Terkendali

Megapolitan
Ibu Hamil di Jakarta Utara Sudah Bisa Divaksinasi Covid-19, Ini Syaratnya

Ibu Hamil di Jakarta Utara Sudah Bisa Divaksinasi Covid-19, Ini Syaratnya

Megapolitan
Warga Bekasi yang NIK-nya Dipakai Orang Lain Akhirnya Boleh Ikut Vaksinasi Covid-19

Warga Bekasi yang NIK-nya Dipakai Orang Lain Akhirnya Boleh Ikut Vaksinasi Covid-19

Megapolitan
Jadi Tersangka Kasus Penimbunan Obat Covid-19, Komisaris Utama PT ASA Diperiksa Hari Ini

Jadi Tersangka Kasus Penimbunan Obat Covid-19, Komisaris Utama PT ASA Diperiksa Hari Ini

Megapolitan
Ketua DPC Partai Demokrat Tangsel Meninggal Dunia karena Terpapar Covid-19

Ketua DPC Partai Demokrat Tangsel Meninggal Dunia karena Terpapar Covid-19

Megapolitan
Mobilitas Warga Meningkat Saat PPKM Level 4 di Jakarta, Polisi Kembali Perketat Titik Penyekatan

Mobilitas Warga Meningkat Saat PPKM Level 4 di Jakarta, Polisi Kembali Perketat Titik Penyekatan

Megapolitan
PPKM Level 4 Diperpanjang, Ganjil Genap di Kota Bogor Terus Berlanjut

PPKM Level 4 Diperpanjang, Ganjil Genap di Kota Bogor Terus Berlanjut

Megapolitan
UPDATE 4 Agustus: Kini Tersisa 2.197 Pasien Covid-19 di Wisma Atlet

UPDATE 4 Agustus: Kini Tersisa 2.197 Pasien Covid-19 di Wisma Atlet

Megapolitan
Mobilitas di Jakarta Kembali Meningkat, Polisi Duga Ada Kantor yang Tak Lagi Terapkan WFH

Mobilitas di Jakarta Kembali Meningkat, Polisi Duga Ada Kantor yang Tak Lagi Terapkan WFH

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X