Beda Pandangan Pemkot Bekasi dan Kemendikbud Soal KBM Tatap Muka, Siapa yang Benar?

Kompas.com - 16/11/2020, 15:58 WIB
Ilustrasi siswa SMA KOMPAS/A HANDOKOIlustrasi siswa SMA
|

BEKASI, KOMPAS.com - Pemkot Bekasi dan pemerintah pusat yang diwakili Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan mempunyai dua pandangan berbeda soal syarat kegiatan belajar mengajar (KBM) tatap muka.

Wali Kota Bekasi Rahmat Effendi saat ditemui di pada Senin (16/11/2020) mengatakan wilayahnya sudah layak untuk menggelar KBM tatap muka.

Tolak ukur kelayakan KBM tatap muka menurut pria yang akrab disapa Pepen ini adalah jumlah kasus positif yang dibandingkan dengan angka kesembuhan.

"Alhamdulillah dilihat angka Kesehatan kita tinggi,angka meninggal nya rendah 7.500 terkonfirmasi positif dari 2,4 juta penduduk tapi yang paling penting pengendalian dan infrastruktur," kata Pepen.

Baca juga: Kadis Pendidikan: Kepastian KBM Tatap Muka di Bekasi Tunggu Izin Kemendikbud

Jika melihat data penyebran kasus yang tercatat dan dirilis situs resmi Pemkot Bekasi, https://corona.bekasikota.go.id/ , Senin (16/11/2020), jumlah yang dinyatakan positif jauh lebih sedikit dibandingkan angka yang sembuh.

Diketahui jumlah kumulatif kasus aktif di Kota Bekasi sebanyak 639 orang. Sedangkan untuk kasus yang sembuh totalnya mencapai 7.271 orang.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Jumlah pasien Covid-19 yang meninggal pun konsisten di angka 143 selama hampir satu minggu.

Walau diklaim menunjukkan kemajuan dalam penanganan Covid-19, tetap saja kota Bekasi masih berstatus zona merah Covid-19. Status itu masih melekat di Kota Bekasi sejak awal bulam November ini.

Baca juga: UPDATE 16 November: Kasus Aktif Covid-19 di Kota Bekasi Bertambah 164 Orang

"Dia (Kemendikbud) masih melihatnya secara zona, kalau kita lihat nya secara pengendalian," ucap Pepen.

Status "zona merah" ini lah yang membuat pihak Kemdikbud berbeda pandangan dengan Dinas Pendidikan Kota Bekasi.

Halaman:


Video Rekomendasi

Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

RSUD di Jakpus Terkenda Lahan untuk Dirikan Tenda Darurat Penangan Pasien Covid-19

RSUD di Jakpus Terkenda Lahan untuk Dirikan Tenda Darurat Penangan Pasien Covid-19

Megapolitan
35 Orang Positif Covid-19, Satu RT di Jagakarsa Jaksel Di-lockdown

35 Orang Positif Covid-19, Satu RT di Jagakarsa Jaksel Di-lockdown

Megapolitan
Sempat Diamankan Polisi, Kuasa Hukum Rizieq Shihab Kini Sudah Dipulangkan

Sempat Diamankan Polisi, Kuasa Hukum Rizieq Shihab Kini Sudah Dipulangkan

Megapolitan
RSUP Sitanala Tangerang Targetkan Vaksin 1.800 Orang hingga Juli 2021

RSUP Sitanala Tangerang Targetkan Vaksin 1.800 Orang hingga Juli 2021

Megapolitan
Kasus Covid-19 Melonjak, Sisa Satu Tempat Tidur ICU di RS Rujukan Wilayah Tangsel

Kasus Covid-19 Melonjak, Sisa Satu Tempat Tidur ICU di RS Rujukan Wilayah Tangsel

Megapolitan
Covid-19 Melonjak, MUI Imbau Umat Islam Tak Kumpul-kumpul Pengajian

Covid-19 Melonjak, MUI Imbau Umat Islam Tak Kumpul-kumpul Pengajian

Megapolitan
Klaster Petogogan Jaksel, Bayi 14 Bulan Ikut Terpapar Covid-19

Klaster Petogogan Jaksel, Bayi 14 Bulan Ikut Terpapar Covid-19

Megapolitan
Truk Muatan Galon Air Mineral Terguling di Jalan TB Simatupang

Truk Muatan Galon Air Mineral Terguling di Jalan TB Simatupang

Megapolitan
Bersiap Hadapi Lonjakan Kasus Covid-19, RSUP Sitanala Tangerang Dirikan Tenda Darurat

Bersiap Hadapi Lonjakan Kasus Covid-19, RSUP Sitanala Tangerang Dirikan Tenda Darurat

Megapolitan
Soal Video Ambulans Tertahan, Sudin Jakut Klaim Bukan karena Utamakan Rombongan Pejabat

Soal Video Ambulans Tertahan, Sudin Jakut Klaim Bukan karena Utamakan Rombongan Pejabat

Megapolitan
Dinkes DKI: Hasil Swab Antigen Negatif Belum Tentu Bebas Covid-19

Dinkes DKI: Hasil Swab Antigen Negatif Belum Tentu Bebas Covid-19

Megapolitan
Kasus Covid-19 Terus Naik, Anggota DPRD DKI: Tenaga Kesehatan Sudah Kelelahan

Kasus Covid-19 Terus Naik, Anggota DPRD DKI: Tenaga Kesehatan Sudah Kelelahan

Megapolitan
Video Viral Nakes Hamil di Bekasi Meninggal Dunia karena Covid-19

Video Viral Nakes Hamil di Bekasi Meninggal Dunia karena Covid-19

Megapolitan
Polisi Sekat 2 Titik Masuk Kawasan Alam Sutera karena Berpotensi Timbulkan Kerumunan

Polisi Sekat 2 Titik Masuk Kawasan Alam Sutera karena Berpotensi Timbulkan Kerumunan

Megapolitan
Ketika Anak Positif Covid-19, Seperti Apa Panduan Isolasinya di Rumah?

Ketika Anak Positif Covid-19, Seperti Apa Panduan Isolasinya di Rumah?

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X