Rentetan Peristiwa sejak Massa Rizieq Shihab Berkerumun hingga Rizieq Dipanggil Polisi

Kompas.com - 01/12/2020, 06:39 WIB
Pimpinan Front Pembela Islam (FPI) Rizieq Shihab saat berceramah dalam acara Maulid Nabi di kawasan Petamburan, Jakarta Pusat, Sabtu (14/11/2020) Dokumentasi YouTube Front TVPimpinan Front Pembela Islam (FPI) Rizieq Shihab saat berceramah dalam acara Maulid Nabi di kawasan Petamburan, Jakarta Pusat, Sabtu (14/11/2020)

JAKARTA, KOMPAS.com - Polda Metro Jaya melayangkan surat panggilan kepada pemimpin ormas Front Pembela Islam (FPI), Rizieq Shihab, pada Minggu (29/11/2020). Rizieq dijadwalkan untuk dimintai keterangan pada Selasa ini terkait kerumunan massa dalam acara Maulid Nabi sekaligus pesta pernikahan putrinya pada 14 November 2020 di Petamburan, Tanah Abang, Jakarta Pusat.

Kuasa hukum FPI, Aziz Yanuar, mengatakan, belum ada keputusan apakah Rizieq akan memenuhi panggilan Polda Metro Jaya itu atau tidak pada hari ini.

"Besok kami kabarin. Belum ada (keputusan)," kata Aziz kepada Kompas.com, Senin kemarin.

Bagaimana perjalanan kasus itu hingga Rizieq dipanggil polisi?

14 November

Rizieq Shihab menggelar acara pernikahan putrinya di Petamburan. Resepsi pernikahan putri Rizieq digelar bersamaan dengan peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW. Kala itu, panitia memperkirakan jumlah tamu yang hadir bisa mencapai 10.000 orang.

Banyaknya jemaah yang akan hadir dalam acara tersebut tidak bisa dicegah oleh Satuan Tugas Penanganan Covid-19 tingkat pusat. Satgas COvid-19 justru membantu memfasilitasi acara itu dengan memberi sumbangan hand sanitizer dan 20.000 masker.

Bantuan itu diantar langsung oleh Direktur Pengelolaan Logistik dan Peralatan BNPB, Rustian, ke kediaman Rizieq pada Sabtu siang.

saat menanggapi pemberian masker itu, Ketua Satgas Penanganan Covid-19 Doni Monardo membantah hal tersebut sebagai bentuk dukungan pada pergelaran pernikahan putri Rizieq.

Menurut Doni, pemberian masker tersebut merupakan langkah terakhir setelah sebelumnya kegiatan kerumunan di Petamburan tidak dapat dicegah walaupun pemerintah telah memberikan imbauan.

"Langkah pemberian masker juga semata-mata untuk memberikan perlindungan kepada masyarakat agar tidak terpapar Covid-19," kata Doni dalam keterangan tertulis yang diunggah akun Facebook BNPB Indonesia.

15 November

Pergelaran resepsi putri Rizieq menuai cibiran masyarakat. Pasalnya, resepsi yang mengundang kerumunan itu digelar di tengah pandemi Covid-19.

Satpol PP DKI kemudian mengenakan sanksi denda administratif sebesar Rp 50 juta atas pelanggaran protokol kesehatan pencegahan Covid-19 kepada Rizieq dan FPI.

Dalam surat pemberian sanksi denda itu, Arifin menyebutkan, pelanggaran yang dimaksud yakni tidak adanya pembatasan jumlah tamu undangan sehingga menimbulkan kerumunan.

"Pokoknya acara apa pun yang dilakukan ketika bertentangan dengan protokol Covid-19 maka itu akan dikenakan sanksi sesuai ketentuan," kata Arifin.

Rizieq pun langsung membayar denda tersebut.

Kapolda Metro Jaya, Irjen Pol Fadil Imran saat bicara soal penanganan Covid-19 usai kegiatan pisah sambut di Polda Metro Jaya, Jumat (20/11/2020)KOMPAS.com/Muhamad Isa Bustomi Kapolda Metro Jaya, Irjen Pol Fadil Imran saat bicara soal penanganan Covid-19 usai kegiatan pisah sambut di Polda Metro Jaya, Jumat (20/11/2020)

16 November

Acara kerumunan Rizieq Shihab berbuntut panjang. Kapolri Jenderal (Pol) Idham Azis mencopot Irjen Nana Sujana dari jabatannya sebagai Kapolda Metro Jaya. Dia dinilai lalai dalam menegakkan protokol kesehatan di tengah pandemi Covid-19 di wilayahnya.

Pencopotan Nana tertuang dalam surat telegram Kapolri tertanggal 16 November 2020.

Nana kemudian dimutasi menjadi Koordinator Staf Ahli Kapolri. Sementara itu, posisi Nana digantikan oleh Irjen Fadil Imran yang sebelumnya menjabat sebagai Kapolda Jawa Timur.

Seiring dengan pencopotan Nana, Kapolri juga mencopot Kombes Heru Novianto dari jabatannya sebagai Kapolres Metro Jakarta Pusat. Heru dimutasi sebagai Analis Kebijakan Madya pada Bidang Brigade Mobil Korbrimob Polri.

Sebagai gantinya, posisi Heru digantikan Kombes Hengki Haryadi yang sebelumnya menjabat sebagai Analis Kebijakan Madya Bidang Pideksus Bareskrim Polri.

17 November

Polda Metro Jaya memanggil Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan dan jajarannya untuk dimintai klarifikasi tentang acara yang digelar Rizieq Shihab itu.

Pasalnya, polisi menemukan unsur pidana pelanggaran protokol kesehatan pada acara kerumunan Rizieq.

Anies dicecar 33 pertanyaan selama sekitar 9,5 jam. Meskipun begitu, Anies enggan membeberkan pertanyaan yang diajukan polisi.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

PPKM Kota Tangerang Diperpanjang Mulai Besok Sampai 8 Februari

PPKM Kota Tangerang Diperpanjang Mulai Besok Sampai 8 Februari

Megapolitan
Mulai Besok, Transjakarta Beroperasi hingga Pukul 21.00 WIB

Mulai Besok, Transjakarta Beroperasi hingga Pukul 21.00 WIB

Megapolitan
Anggota DPRD DKI Sebut Dana Formula E Harusnya Bisa Digunakan untuk Tangani Covid-19

Anggota DPRD DKI Sebut Dana Formula E Harusnya Bisa Digunakan untuk Tangani Covid-19

Megapolitan
Pedagang Daging Berencana Mogok Lagi, Pedagang Bakso Pusing Sudah 3 Hari Tutup

Pedagang Daging Berencana Mogok Lagi, Pedagang Bakso Pusing Sudah 3 Hari Tutup

Megapolitan
Tak Dibayar Harian, Penggali Makam Jenazah Pasien Covid-19 TPU Jombang Unjuk Rasa

Tak Dibayar Harian, Penggali Makam Jenazah Pasien Covid-19 TPU Jombang Unjuk Rasa

Megapolitan
Lahan Pemakaman Baru di TPU Srengseng Sawah Diperkirakan Siap Dipakai Februari

Lahan Pemakaman Baru di TPU Srengseng Sawah Diperkirakan Siap Dipakai Februari

Megapolitan
Pedagang Daging Sapi di Jakbar Jualan Lagi, Harga Dipatok Mulai Rp 125.000 Per Kilogram

Pedagang Daging Sapi di Jakbar Jualan Lagi, Harga Dipatok Mulai Rp 125.000 Per Kilogram

Megapolitan
Asosiasi RS Swasta: RS Rujukan Covid-19 Langsung Penuh Tiap Kali Tambah Kapasitas

Asosiasi RS Swasta: RS Rujukan Covid-19 Langsung Penuh Tiap Kali Tambah Kapasitas

Megapolitan
Pemprov DKI Masih Bangun Prasarana, TPU Rorotan Belum Bisa Tampung Jenazah Pasien Covid-19

Pemprov DKI Masih Bangun Prasarana, TPU Rorotan Belum Bisa Tampung Jenazah Pasien Covid-19

Megapolitan
Pernah Positif Covid-19, Wali Kota Depok Jadi Calon Donor Plasma Konvalesen

Pernah Positif Covid-19, Wali Kota Depok Jadi Calon Donor Plasma Konvalesen

Megapolitan
DKI Siapkan Lahan Baru untuk Pemakaman dengan Protap Covid-19 di 4 TPU, Ini Rinciannya

DKI Siapkan Lahan Baru untuk Pemakaman dengan Protap Covid-19 di 4 TPU, Ini Rinciannya

Megapolitan
Fraksi PKS: Positivity Rate Covid-19 Jauh Lebihi Ambang Batas WHO, Wajar Anies Perpanjang PSBB

Fraksi PKS: Positivity Rate Covid-19 Jauh Lebihi Ambang Batas WHO, Wajar Anies Perpanjang PSBB

Megapolitan
Polisi: Pembuat Surat Swab Palsu Timbulkan Klaster Covid-19 di Pesawat

Polisi: Pembuat Surat Swab Palsu Timbulkan Klaster Covid-19 di Pesawat

Megapolitan
Usai Pedagang Mogok Jualan, Harga Daging Sapi Tak Juga Turun

Usai Pedagang Mogok Jualan, Harga Daging Sapi Tak Juga Turun

Megapolitan
RS Covid-19 Khusus Ibu Hamil dan Melahirkan di Depok Dijajaki di Cimanggis

RS Covid-19 Khusus Ibu Hamil dan Melahirkan di Depok Dijajaki di Cimanggis

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X