Libur Panjang, Pemkot Bogor Wajibkan Pengunjung Objek Wisata Bawa Hasil Negatif Rapid Test Antigen

Kompas.com - 10/03/2021, 19:40 WIB
Wali Kota Bogor Bima Arya Sugiarto bersama unsur Muspida melakukan pemantauan di pusat perbelanjaan Mal Botani di hari pertama pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM), Senin (11/1/2021). KOMPAS.COM/RAMDHAN TRIYADI BEMPAHWali Kota Bogor Bima Arya Sugiarto bersama unsur Muspida melakukan pemantauan di pusat perbelanjaan Mal Botani di hari pertama pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM), Senin (11/1/2021).

BOGOR, KOMPAS.com - Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor akan memperketat pengawasan terhadap seluruh objek wisata untuk mengantisipasi kerumunan saat libur panjang akhir pekan ini.

Pemkot Bogor pun telah mengeluarkan aturan yang mewajibkan setiap wisatawan membawa dan menunjukkan hasil negatif rapid test antigen sebagai syarat masuk ke tempat-tempat wisata.

Wali Kota Bogor Bima Arya Sugiarto mengatakan, Satuan Tugas (Satgas) Covid-19 tidak akan segan-segan menindak dan memberikan sanksi tegas terhadap para pelanggar protokol kesehatan.

“Kami lebih fokus pengawasan di tempat wisata. Kalau masuk Kota Bogor saja sih enggak perlu rapid (test antigen), tetapi masuk ke tempat wisata harus kantongi negatif rapid antigen," ucap Bima, Rabu (10/3/2021).

Baca juga: Tak Ada Ganjil Genap di Kota Bogor Saat Libur Panjang Akhir Pekan Ini

Bima menambahkan, untuk mengantisipasi kepadatan arus lalu lintas dalam kota, petugas kepolisian dan Dinas Perhubungan (Dishub) akan menerapkan pola crowd free road (CFR).

Mereka akan berpatroli di seluruh ruas jalan di Kota Bogor.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Bila terjadi kemacetan di titik tertentu, maka petugas akan menutup jalan tersebut dan akan kembali dibuka setelah kemacetan terurai.

"Petugas ini akan terus berkeliling membubarkan kerumunan, mengatur trafik buka tutup dan sebagainya," kata Bima.

Ia melanjutkan, Pemkot Bogor juga tidak akan memberlakukan pembatasan kendaraan bermotor berdasarkan pelat nomor ganjil genap saat libur panjang pekan ini.

Baca juga: Di Balik Ditiadakannya Ganjil Genap Kota Bogor: Kasus Covid-19 Menurun, Hotel Rugi Miliaran Rupiah

Alasan relaksasi ekonomi menjadi pertimbangan untuk meniadakan ganjil genap.

Selain itu, menurunnya angka kasus Covid-19 dalam beberapa pekan ke belakang juga berpengaruh terhadap keputusan ditiadakannya kebijakan tersebut.

Bima menyebutkan, meski aturan ganjil genap tidak diberlakukan, hal itu bukan berarti memberikan relaksasi total.

Pemkot Bogor, kata Bima, justru akan memperkuat pengawasan dan penindakan.

"Kami justru akan memperkuat di lapangan untuk manajemen trafik dan manajemen kerumunan," pungkas dia.



Video Rekomendasi

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Menengok Bangunan Baru Stasiun Manggarai, Menhub BIlang Mirip Stasiun di Jepang

Menengok Bangunan Baru Stasiun Manggarai, Menhub BIlang Mirip Stasiun di Jepang

Megapolitan
Jalur Baru di Stasiun Manggarai Diprediksi Tingkatkan Pergerakan Penumpang

Jalur Baru di Stasiun Manggarai Diprediksi Tingkatkan Pergerakan Penumpang

Megapolitan
Hujan Deras dan Angin Kencang di Depok, Pohon Tumbang dan Atap Beterbangan

Hujan Deras dan Angin Kencang di Depok, Pohon Tumbang dan Atap Beterbangan

Megapolitan
Seluruh SMP Negeri dan Swasta di Kota Tangerang Akan Gelar PTM pada 4 Oktober

Seluruh SMP Negeri dan Swasta di Kota Tangerang Akan Gelar PTM pada 4 Oktober

Megapolitan
Gapura Batas Tangsel-Jakarta Jadi Korban Coretan Vandalisme, Ini Respons Wali Kota Benyamin

Gapura Batas Tangsel-Jakarta Jadi Korban Coretan Vandalisme, Ini Respons Wali Kota Benyamin

Megapolitan
Bayi 10 Bulan yang Dicat Silver dan Diajak Mengemis di Pamulang Dijemput Kemensos

Bayi 10 Bulan yang Dicat Silver dan Diajak Mengemis di Pamulang Dijemput Kemensos

Megapolitan
Beroperasi sampai Dini Hari dan Gelar Karaoke, Kafe di Blok M Ditutup 7 Hari serta Didenda Rp 50 Juta

Beroperasi sampai Dini Hari dan Gelar Karaoke, Kafe di Blok M Ditutup 7 Hari serta Didenda Rp 50 Juta

Megapolitan
Angin Kencang, Pohon Tumbang Timpa Mobil Berisi 4 Orang di Cilodong Depok

Angin Kencang, Pohon Tumbang Timpa Mobil Berisi 4 Orang di Cilodong Depok

Megapolitan
Pengoperasian Gedung Baru Stasiun Manggarai, Jalur KRL Bogor-Jakarta Kota Disesuaikan

Pengoperasian Gedung Baru Stasiun Manggarai, Jalur KRL Bogor-Jakarta Kota Disesuaikan

Megapolitan
Mobil Terguling di Bintaro, Polisi Masih Selidiki

Mobil Terguling di Bintaro, Polisi Masih Selidiki

Megapolitan
Murid SD yang Sudah Berusia 12 Tahun di Kota Bekasi Akan Divaksinasi Covid-19

Murid SD yang Sudah Berusia 12 Tahun di Kota Bekasi Akan Divaksinasi Covid-19

Megapolitan
Polisi Tidur di Pulomas Dibuat Warga untuk Cegah Balap Liar, Dibongkar atas Protes Pesepeda

Polisi Tidur di Pulomas Dibuat Warga untuk Cegah Balap Liar, Dibongkar atas Protes Pesepeda

Megapolitan
1.509 Sekolah di Jakarta Akan Gelar PTM Terbatas, Disdik DKI: Aman

1.509 Sekolah di Jakarta Akan Gelar PTM Terbatas, Disdik DKI: Aman

Megapolitan
Diprotes Pesepeda, Polisi Tidur di Pulomas Dibongkar

Diprotes Pesepeda, Polisi Tidur di Pulomas Dibongkar

Megapolitan
Sekolah Tatap Muka di Jakarta Dihentikan 4 Hari karena Kegiatan ANBK

Sekolah Tatap Muka di Jakarta Dihentikan 4 Hari karena Kegiatan ANBK

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.