Rekonstruksi Penembakan di Cengkareng: Tangis Keluarga Korban Tak Terbendung hingga Teriak "Pembunuh"

Kompas.com - 30/03/2021, 09:37 WIB
Rekonstruksi kasus penembakan yang dilakukan seorang oknum anggota kepolisian, Bripka Cornelius, di kafe Raja Mura Cengkareng, Jakarta Barat, pada 25 Februari 2021. Kompas.com/Sonya TeresaRekonstruksi kasus penembakan yang dilakukan seorang oknum anggota kepolisian, Bripka Cornelius, di kafe Raja Mura Cengkareng, Jakarta Barat, pada 25 Februari 2021.

Usai memberi tahu jumlah tagihan, Intan pergi dari meja kasir.

Karena Cornelius belum juga membayar tagihan, Hutapea meminta Sinurat, yang merupakan anggota TNI, untuk membantu menagih Cornelius.

"Korban Sinurat berdebat dengan tersangka Cornelius di sisi luar meja kasir," kata penyidik.

Melihat hal tersebut, Fegi segera menjauhkan Cornelius dari meja kasir.

Ia meminta Cornelius bersabar dan menyelesaikan masalah pembayaran.

Baca juga: Kronologi Penembakan oleh Bripka Cornelius yang Tewaskan Tiga Orang di Kafe RM Cengkareng

Hutapea kemudian menghampiri meja kasir dan menanyakan jumlah tagihan kepada kasir bernama Doran Manik.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"'Berapa sih bonnya?' Lalu korban Doran Manik menjawab 'Rp 3.335.000'. Lalu korban Hutapea mengatakan kepada tersangka Cornelius, 'Sudah bayar saja Rp 3.300.00'," kata penyidik.

Seketika, Cornelius mengeluarkan senjata api jenis revolver yang ia bawa di tas pinggangnya.

Cornelius kemudian menembakkan senjata apinya sehingga mengenai empat orang di dalam kafe.

Keluarkan enam kali tembakan

Dari rekonstruksi, diketahui bahwa Cornelius mengeluarkan enam kali tembakan di dalam kafe.

Usai Cornelius mengeluarkan senjata api, Fegi langsung memeluk Cornelius dari belakang.

Namun, hal tersebut tak mencegah Cornelius menembak orang-orang yang ada di kafe hari itu.

"Tersangka Cornelius menembakkan senjata api miliknya ke korban Sinurat," kata penyidik.

Korban Sinurat kemudian terjatuh. Cornelius menembak Sinurat satu kali lagi meski Sinurat sudah terjatuh.

Penembakan ketiga diarahkan Cornelius ke kasir. Peluru mengenai Hutapea, manajer kafe.

"Korban Hutapea terjatuh," kata penyidik.

Baca juga: Rekonstruksi di Kafe Raja Mura Cengkareng: Bripka Cornelius Tembak Enam Kali

Fegi yang sebelumnya memeluk Cornelius juga terjatuh.

Aksi penembakan tak berhenti di situ.

Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Pasien Covid-19 di RSU Tangsel Tersisa 4 Orang, Sejumlah Nakes Pindah Tugas

Pasien Covid-19 di RSU Tangsel Tersisa 4 Orang, Sejumlah Nakes Pindah Tugas

Megapolitan
Ibu Korban Keracunan Nasi Kotak Lapor Polisi, PSI: Kami Kooperatif, Tidak Lari

Ibu Korban Keracunan Nasi Kotak Lapor Polisi, PSI: Kami Kooperatif, Tidak Lari

Megapolitan
Pencuri Kucing Persia di Depok Batal Dituntut ke Pengadilan, Kejari Sebut Keadilan Restoratif

Pencuri Kucing Persia di Depok Batal Dituntut ke Pengadilan, Kejari Sebut Keadilan Restoratif

Megapolitan
Truk Ekspedisi Raib Dicuri di Tanah Abang, 2 Pelaku Ditangkap Saat Kabur ke Indramayu

Truk Ekspedisi Raib Dicuri di Tanah Abang, 2 Pelaku Ditangkap Saat Kabur ke Indramayu

Megapolitan
RSU Tangsel Kian Lengang, Hanya Ada 4 Pasien Covid-19 yang Dirawat

RSU Tangsel Kian Lengang, Hanya Ada 4 Pasien Covid-19 yang Dirawat

Megapolitan
Keluhan Warga soal Parkir di Minimarket, Tukang Parkir Tiba-tiba Muncul Saat Kendaraan Hendak Keluar Saja

Keluhan Warga soal Parkir di Minimarket, Tukang Parkir Tiba-tiba Muncul Saat Kendaraan Hendak Keluar Saja

Megapolitan
Kasus Kabur dari Karantina Naik ke Penyidikan, Rachel Vennya Bakal Diperiksa Polisi Pekan Depan

Kasus Kabur dari Karantina Naik ke Penyidikan, Rachel Vennya Bakal Diperiksa Polisi Pekan Depan

Megapolitan
RS Minta Pemerintah Tak Hanya Turunkan Tarif PCR, tapi Juga Harga Reagen

RS Minta Pemerintah Tak Hanya Turunkan Tarif PCR, tapi Juga Harga Reagen

Megapolitan
Warga Marah Merasa Dipermainkan soal Harga Tes PCR, Ini Jawaban Rumah Sakit

Warga Marah Merasa Dipermainkan soal Harga Tes PCR, Ini Jawaban Rumah Sakit

Megapolitan
Tepergok Tak Berbusana Bareng PSK, 2 Anggota Satpol PP Kota Tangerang Diperiksa Inspektorat

Tepergok Tak Berbusana Bareng PSK, 2 Anggota Satpol PP Kota Tangerang Diperiksa Inspektorat

Megapolitan
YLKI: Mana Mungkin Penumpang Bus Disuruh Bayar Tes PCR yang Lebih Mahal dari Harga Tiket?

YLKI: Mana Mungkin Penumpang Bus Disuruh Bayar Tes PCR yang Lebih Mahal dari Harga Tiket?

Megapolitan
YLKI Pertanyakan Struktur Harga Tes PCR dan Persentase Profit Penyedia Jasa

YLKI Pertanyakan Struktur Harga Tes PCR dan Persentase Profit Penyedia Jasa

Megapolitan
Lurah: Bendahara Duri Kepa Pinjam Rp 264,5 Juta atas Nama Kelurahan tapi untuk Keperluan Pribadi

Lurah: Bendahara Duri Kepa Pinjam Rp 264,5 Juta atas Nama Kelurahan tapi untuk Keperluan Pribadi

Megapolitan
2 Anggota Satpol PP Kota Tangerang Tepergok Tanpa Busana Bareng PSK, Disebut Lagi Nyamar

2 Anggota Satpol PP Kota Tangerang Tepergok Tanpa Busana Bareng PSK, Disebut Lagi Nyamar

Megapolitan
Siap Dipanggil Soal Dugaan Penggelapan Rp 264,5 Juta, Lurah Duri Kepa: Biar Terang Benderang

Siap Dipanggil Soal Dugaan Penggelapan Rp 264,5 Juta, Lurah Duri Kepa: Biar Terang Benderang

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.