Kadishub Akan Diskusi dengan Kapolda agar Sepeda untuk Transportasi Bisa Lintasi Sudirman-Thamrin

Kompas.com - 26/08/2021, 14:28 WIB
Pengendara sepeda masih melintas di jalur hijau khusus sepeda di kawasan Sudirman-Thamrin, pada Rabu (25/8/2021) sore. Kompas.com/MITA AMALIA HAPSARIPengendara sepeda masih melintas di jalur hijau khusus sepeda di kawasan Sudirman-Thamrin, pada Rabu (25/8/2021) sore.
|

JAKARTA, KOMPAS.com - Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta Syafrin Liputo mengatakan pelarangan sepeda melintas di jalan Sudirman-Thamrin merupakan permintaan dari Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Fadil Imran.

Dia mengatakan, pelarangan tersebut merupakan keputusan yang sudah diambil saat pelaksanaan PPKM darurat untuk mencegah penyebaran Covid-19 di Jakarta.

"Pada saat pelaksanaan PPKM darurat dan level 4 itu arahannya Pak Kapolda kan untuk sepeda dilarang," kata Syafrin saat dihubungi melalui telepon, Kamis (26/8/2021).

Syafrin mengatakan, hingga saat ini aturan tersebut masih berlaku.

Dia bertutur pihak Dishub DKI Jakarta akan mendiskusikan pelonggaran penggunaan sepeda di kawasan Sudirman Thamrin, khususnya sebagai alat transportasi.

Baca juga: Polisi: Sepeda Belum Boleh Melintas di Sudirman-Thamrin

"Saya sedang upayakan untuk dilaporkan ke Kapolda jika sepeda digunakan sebagai alat transportasi bukan sebagai alat olahraga itu kiranya diperbolehkan," ucap dia.

Terlebih saat ini, kata Syafrin, PPKM di Jakarta sudah diturunkan dari Level 4 ke Level 3.

"Sekarang saya tetap komunikasi dulu apakah PPKM level 3 yang sudah ada pelonggaran beberapa aktivitas," kata dia.

Sebelumnya, komunitas warga bersepeda ke kantor atua Bike to Work (B2W) mempertanyakan kebijakan pesepeda dilarang melintas di jalan Sudirman-Thamrin selama pemberlakuan PPKM.

Ketua Umum B2W Indonesia Fahmi Saimima mengatakan tidak semestinya mereka yang aktivitas berkantor dengan sepeda disamakan dengan aktivitas olahraga bergerombol.

Baca juga: Mengapa Pesepeda Menuju Kantor Juga Dilarang Lewat Jalur Ganjil Genap? Ini Jawaban Polisi

"Dari situ saya beranggapan hanya yang akan berolahraga secara bergerombol yang sebenarnya dilarang, tapi bagi individu yang cuma sendirian gowes, masa sih harus diperlakukan sama?" kata dia.

Fahmi juga menyebut penjual kopi keliling menggunakan sepeda yang bisa saja dilarang karena aturan nyeleneh Pemprov DKI Jakarta.

"Bagaimana dengan para abang starling (penjual kopi keliling), apakah dilarang juga?" ucap Fahmi.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kebakaran 9 Kios di Pasar Rebo, Bermula dari Pedagang Tinggalkan Warung Saat Kompor Menyala

Kebakaran 9 Kios di Pasar Rebo, Bermula dari Pedagang Tinggalkan Warung Saat Kompor Menyala

Megapolitan
88 dari 90 Sekolah yang Ditutup akibat Temuan Kasus Covid-19 Sudah Dibuka Kembali

88 dari 90 Sekolah yang Ditutup akibat Temuan Kasus Covid-19 Sudah Dibuka Kembali

Megapolitan
Polda Metro Jaya Pulangkan 98 Karyawan Pinjol Ilegal di PIK

Polda Metro Jaya Pulangkan 98 Karyawan Pinjol Ilegal di PIK

Megapolitan
Wagub DKI Anggap Wajar Studi Banding Panitia Formula E ke Arab Saudi

Wagub DKI Anggap Wajar Studi Banding Panitia Formula E ke Arab Saudi

Megapolitan
Trotoar di Kebayoran Baru Diduga Diubah Tanpa Izin

Trotoar di Kebayoran Baru Diduga Diubah Tanpa Izin

Megapolitan
Ikan Bandeng di Pasar Malam Rawa Belong Dipanen Khusus untuk Perayaan Imlek

Ikan Bandeng di Pasar Malam Rawa Belong Dipanen Khusus untuk Perayaan Imlek

Megapolitan
Tradisi Keluarga Betawi Saat Imlek, Berikan Ikan Bandeng ke Orangtua dan Mertua

Tradisi Keluarga Betawi Saat Imlek, Berikan Ikan Bandeng ke Orangtua dan Mertua

Megapolitan
UPDATE 28 Januari: Kasus Covid-19 di Kota Tangerang Bertambah 653

UPDATE 28 Januari: Kasus Covid-19 di Kota Tangerang Bertambah 653

Megapolitan
Polisi Selidiki Dugaan Penyebaran Berita Bohong Terkait Kasus Dua Penjambret Tewas Ditabrak

Polisi Selidiki Dugaan Penyebaran Berita Bohong Terkait Kasus Dua Penjambret Tewas Ditabrak

Megapolitan
Polisi Cari Pria yang Pura-pura Tertabrak dan Adang Mobil di Pasar Rebo

Polisi Cari Pria yang Pura-pura Tertabrak dan Adang Mobil di Pasar Rebo

Megapolitan
Anggota DPRD DKI Sebut Studi Banding Formula E Tak Perlu ke Arab Saudi, Cukup ke Mandalika

Anggota DPRD DKI Sebut Studi Banding Formula E Tak Perlu ke Arab Saudi, Cukup ke Mandalika

Megapolitan
Polisi Selidiki Video Pria Pura-pura Tertabrak Mobil, Diduga Hendak Memeras

Polisi Selidiki Video Pria Pura-pura Tertabrak Mobil, Diduga Hendak Memeras

Megapolitan
Pasar Malam Ikan Bandeng di Rawa Belong Diserbu Warga Jelang Imlek

Pasar Malam Ikan Bandeng di Rawa Belong Diserbu Warga Jelang Imlek

Megapolitan
Kasus Covid-19 Melonjak, Epidemiolog: Jakarta Harusnya Terapkan PPKM Lebih Ketat

Kasus Covid-19 Melonjak, Epidemiolog: Jakarta Harusnya Terapkan PPKM Lebih Ketat

Megapolitan
Polisi Hentikan Penyidikan Penjambretan di Tebet karena Pelaku Tewas Ditabrak Korban

Polisi Hentikan Penyidikan Penjambretan di Tebet karena Pelaku Tewas Ditabrak Korban

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.